Tembakau Jawa Barat diminati Industri Rokok Luar Negeri

Tembakau Jawa Barat diminati Industri Rokok Luar Negeri

Indonesia merupakan salah satu negara yang punya tembakau dengan kualitas nomor satu di dunia. Maklum saja, sebagai negara dengan perpaduan daerah dan iklim tropis yang sangat ideal, tanaman tembakau bisa tumbuh dengan sangat baik di Indonesia.

tembakau

Setiap tahunnya, tembakau-tembakau terbaik Indonesia diekspor ke luar negeri. Banyak negara yang sangat berminat terhadap tembakau Indonesia.

Salah satu daerah yang tembakaunya dikenal sangat bagus adalah Jawa Barat.

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat menyatakan bahwa tembakau dari Jawa Barat banyak dminati oleh pabrikan-pabrikan rokok luar negeri karena punya kualitas yang bagus.

“Tembakau kita diminati di luar negeri untuk masuk pabrikan,” kata Ketua APTI Jabar Nana Suryana.

rokok

Saat ini, beberapa jenis tembakau Jawa Barat jenis tembakau hitam, mole dan krosok sudah diekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Brunei, Filipina dan Jerman.

Nilai ekspor tembakau Jawa Barat ini tak main-main. Pada 2017 lalu saja, ekspor tembakau Jawa Barat mencapai 3 ribu ton.

tembakau

Nana mengatakan bahwa besarnya minat negara-negara lain untuk membeli tembakau Indonesia, khususnya Jawa Barat bisa menjadi kesempatan bagi petani untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

Advertisements

Negara-Negara Tujuan Ekspor Utama Rokok Kretek Indonesia

Negara-Negara Tujuan Ekspor Utama Rokok Kretek Indonesia

Di Asia bahkan dunia, Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal sebagai eksportir rokok kretek. Maklum saja, cita rasa kretek Indonesia memang sangat terkenal di luar negeri. Banyak orang luar yang suka dengan rokok kretek Indonesia karena rasanya yang khas dan baunya yang harum. Tak heran jika nilai ekspor rokok kretek Indonesia hampir selalu menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu.

rokok

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah ekspor rokok kretek Indonesia pada 2017 meningkat 8,43% menjadi 84,03 juta kg dari tahun sebelumnya. Sementara nilainya tumbuh 12,12% menjadi Rp 11 triliun dari tahun sebelumnya. Negara-negara di kawasan Asia Tenggara merupakan pangsa pasar terbesar ekspor rokok kretek Indonesia, yakni mencapai 85% dari total seluruh ekspor.

rokok

Negara-Negara di kawasan Asia Tenggara adalah penyerap rokok kretek Indonesia terbesar. Jumlahnya hampir 85 % pasar rokok kretek Indonesia. Negara-negara tersebut adalah: Kamboja, sebagai peringkat tertinggi pertama, Kedua adalah Malaysia, kemudian Singapura di posisi ketiga, Vietnam di posisi keempat dan terakhir ada Thailand.

Kamboja menjadi negara dengan pangsa pasar ekspor rokok kretek terbesar bagi Indonesia dengan volume 39,47 juta kg atau sebesar 46,97% dari total ekspor dengan nilai mencapai US$ 281,74 juta. Di urutan kedua Malaysia dengan volume 11,25 juta kg atau setara 13,39% dari total volume ekspor dengan nilai US$ 214 juta.

rokok

Sebagai informasi tambahan, untuk ekspor tembakau olahan Indonesia pada 2017 tumbuh 32,24% menjadi 32,88 juta kg dengan nilai US$ 178,97 juta. Sementara untuk rokok dan cerutu lainnya tumbuh 29,9% menjadi 9,78 juta kg dengan nilai US$ 76,7 juta.

Cukai Rokok yang Tinggi Meningkatkan Peredaran Rokok Ilegal

Cukai Rokok yang Tinggi Meningkatkan Peredaran Rokok Ilegal

Rencana Pemerintah untuk membuat tarif cukai rokok naik di tahun 2019 kembali menuai protes. Kali ini protes keras disuarakan oleh Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI).

Ketua GAPPRI, Ismanu Soemiran bersuara keras menolak adanya kenaikan tarif cukai rokok, dan penyederhanaan layer tarif cukai rokok. Kedua poin ini tertulis secara jelas dalam pasal-pasal Peraturan Menteri Keuangan No 146/PMK.010/2017 tentang tarif cukai hasil tembakau. Jika kenaikan tarif dan penyederhanaan layer dilakukan Pemerintah, maka akan terjadi kenaikan ganda. Yakni kenaikan regular tarif cukai  dan kenaikan atas dampak penghapusan layer.

  bungkus rokok

“Perlu diingat kondisi industri rokok saat ini sedang terpuruk dengan menurunnya volume secara drastis. Ada penurunan 1-2 persen selama 4 tahun terakhir. Bahkan hingga April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7 persen. Hal itu sesuai penelitian Nielsen, April 2018,” tegas Ismanu.

Beliau mengharapkan Pemerintah dapat mengkaji kembali rencana penerapan kenaikan cukai dan penyederhanaan layer cukai yang berpotensi akan menimbulkan kerugian bagi industri.

rokok

Seperti laporan Dirjen Pajak, pada semester ini, di bulan July kemarin, cukai rokok menyumbang cukup banyak kepada Negara. Belum lagi jika kita lihat secara keseluruhan, Industri Hasil Tembakau (IHT) selalu menyumbang 70% pendapatannya kepada Negara. Kalau di IHT bisa disebut sebagai Badan Usaha Milik Negara, maka ia termasuk BUMN Swasta penyumbang terbesar kepada Negara setiap tahunnya. Jelas, kebijakan kenaikkan harga cukai rokok yang akan dilakukan 2019 ini, akan berdampak buruk bagi semua. Bagi Industri dan terutama bagi pendapatan Negara.

Gappri menilai salah satu sebab meningkatnya rokok ilegal dan menurunnya produksi rokok adalah karena tingginya harga rokok akibat kenaikan tarif cukai. Perdagangan rokok ilegal, selain mengganggu stabilitas industri rokok, juga mengganggu penerimaan negara.

cukai rokok

Kalau Pemerintah bersikeras menaikkan harga cukai rokok, bukan tidak mungkin akan marak munculnya rokok ilegal. Rokok-rokok yang tidak memakai cukai dan beredar dalam jumlah besar. Hal ini pernah terjadi di negara tetangga Indonesia, yakni di Malaysia. Harga rokok yang mahal di Malaysia, membuat kran penjualan dan persebaran rokok ilegal yang jauh lebih murah dengan kualitas rokok yang setara melambung bebas.

Tahun Ini, Bea Cukai Pasuruan Bisa Raih Penerimaan Hingga 40 Triliun

Tahun Ini, Bea Cukai Pasuruan Bisa Raih Penerimaan Hingga 40 Triliun

Pasuruan menjadi salah satu daerah yang sukses memenuhi target penerimaan bea cukai.

Penerimaan paling besar kami dari pita cukai rokok dan tembakau. Tahun ini ditargetkan bisa meraup 39 triliun. Kami sangat yakin bisa memenuhinya dan jika melihat perkembangan saat ini bisa mencapai 40 triliun,” ujar Kepala KPPBC TMP A Pasuruan, Sugeng Harianto.

cukai rokok

Kesuksesan ini tak lepas dari sumbangsih industri rokok yang ada di Pasuruan.

Dirjen Bea dan Cukai Republik Indonesia memasang target untuk Bea Cukai Tipe A Pasuruan dalam memberikan pemasukan untuk penerimaan negara sebesar 39 triliun pada 2018 ini. Dengan jumlah target yang dibebankan itu Bea Cukai Pasuruan yakin mampu memenuhinya, bahkan bisa tembus hingga 40 triliun.

Cara-cara menempuh target tersebut adalah dengan mendata jumlah perusahaan rokok di Pasuruan. Di Pasuruan ada sekitar 120-an perusahaan, yang terdiri dari pabrik rokok dan industri kecil.

rokok

Dari sekitar 120 perusahaan itu, sekitar 60 perusahaan adalah pabrik rokok, mulai dari PT HM Sampoerna, PT Gudang Garam dan lainnya yang berproduksi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Sedangkan sekitar 60 perusahaan lain yang berada di kawasan industri, seperti di PT PIER, di Wonokoyo Gempol dan di Kecamatan Pandaan.

rokok

Menjalin tali silaturahmi dengan mereka adalah kunci penting untuk bisa mencapai target penerimaan negara. Hal ini penting untuk dilakukan. Penerimaan cukai tipe A Pasuruan memang banyak tersumbang dari hasil cukai pita rokok dan tembakau. Jika ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin target penerimaan Negara tercapai, bahkan terlampaui.

Semester Awal 2018, Rokok Masih Tetap Menjadi Penyumbang Cukai Terbesar

Semester Awal 2018, Rokok Masih Tetap Menjadi Penyumbang Cukai Terbesar

Industri rokok sering dikecam, digempur hebat oleh kebijakan-kebijakan Pemerintah, atas dasar kesehatan, kemiskinan dll, namun begitu, hal tersebut tak membuatnya lemah. Industri ini tetap menguntungkan dan berkontribusi terhadap pembangunan Negara ini.

 rokok

Dari data Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan tercatat penerimaan negara lewat cukai hingga akhir Juni mencapai jumlah Rp50,21 triliun. Jumlah tersebut naik 32,31% dibandingkan tahun sebelumnya.

Fakta tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai DJBC Kementerian Keuangan, Nugroho Wahyu yang mengatakan, dari total Rp50,21 triliun yang didapat, rokok masih menjadi penyumbang terbesar cukai hingga akhir Juni 2018.

Jumlah yang cukup banyak hanya dari satu produk tembakau yakni rokok. Saat ini, untuk cukai dari hasil tembakau sudah mencapai Rp47,76 triliun. 

cukai rokok

Nugroho Wahyu juga memperkirakan pendapatan dari cukai tembakau ini akan naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan sesuai target perkiraan pemerintah, yakni sebesar Rp155,40 triliun. Target ini naik 1,5% dari target penerimaan cukai tahun sebelumnya.

Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah berencana menyeleksi berbagai produk yang akan dikenakan cukai untuk menambah pemasukan Negara. Salah satu yang paling dekat adalah wacana pengenaan tarif cukai produk tembakau alternatif temasuk vape pada 1 Juli 2018 dalam kategori hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL). Nantinya, produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik akan dikenakan tarif sebesar 57%.

Namun, meskipun sudah ditetapkan pihaknya masih akan memberikan keringanan waktu. Artinya, pemberlakukan tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga tanggal 1 Oktober 2018 mendatang.

Kebijakan-kebijakan pengenaan cukai terhadap produk-produk pengolahan tembakau akan terus dikaji dalam sidang keputusan di gedung DPR. Kebijakan pengenaan cukai terhadap produk lain juga akan diterapkan, agar target penerimaan cukai tahun ini tercapai.

rokok

Industri rokok dari tahun ke tahun selalu menjadi penyumbang terbesar kepada Negara. Agak miris, jika melihat jumlah angka tinggi ini tidak dibarengi dengan kebijakan-kebijakan yang ramah bagi industri rokok. Pemerintah harusnya berterima kasih pada industri ini. Salah satu caranya adalah dengan membuat kebijakan tak perlu menaikkan harga cukai rokok. Toh dengan harga cukai rokok saat ini saja mampu menghasilkan pendapatan fantastis pada semester awal tahun ini.

Rokok dan Pembangunan di Kediri

Rokok dan Pembangunan di Kediri

Industri rokok terus menerus menyumbang kepada Negara. Selain lewat cukai rokok dan progam CSR perusahaan-perusahaan rokok, ada banyak lagi progam untuk orientasi pembangunan di Negara ini.

rokok

Kediri, salah satu kota dengan beberapa perusahaan rokok perlahan-lahan mulai membangun kotanya. Salah satu rencana pembangunan Kediri yang disupport oleh perusahaan rokok adalah pembangunan Bandara Udara.

PT Gudang Garam Tbk sebagai perusahaan rokok tersebsar di Kediri memang sudah lama berencana untuk membangun bandara di Kediri.  Hal tersebut menjadi salah satu bagian dari sumbangsih pembangunan perusahaan bagi daerah.

Progam pembangunan Bandara Udara di Kediri ini merupakan gagasan dari PT. Gudang Garam yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jawa Timur dan Pemerintah Pusat. Rencana pembangunan Bandara Udara ini akan diprioritaskan pengerjaannya mulai akhir tahun ini. 

Jumlah penduduk di Kediri cukup besar dengan lalu lintas yang cukup padat. Jika ingin bepergian keluar kota menggunakan pesawat diharuskan ke Surabaya terlebih dahulu, karena di sana ada Bandara Internasional Juanda.

Kediri, salah satu kota ketiga terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang memang menjadi salah satu kota dengan perdagangan gula dan industri rokok yang berpengaruh dan cukup besar di Indonesia. 

bungkus rokok

Ribuan pekerja dari tiga kabupaten: Kediri, Nganjuk, dan Tulungagung menggantungkan hidupnya pada Gudang Garam. Tak bisa dibantah, denyut ekonomi Gudang Garam sangat terasa bagi warga Kediri.

Pembangunan bandara baru di Kediri semakin menguatkan peran ekonomi Gudang Garam terhadap Kediri.

Tips Membersihkan Kaca Mobil dengan Rokok

Tips Membersihkan Kaca Mobil dengan Rokok

Supir-supir truk dan alat transportasi barang jaman dulu punya cara unik untuk membersihkan kaca kendaraan mereka. Durasi mengemudi yang lama serta medan dan lintasan yang ditempuh dengan cuaca dan debu yang tak bisa ditebak, membuat kaca kendaraan rentan kotor.

rokok

Menyiasati hal ini, supir-supir tersebut menggunakan rokok sebagai pembersih kaca mobil mereka. Rokok yang digunakan pun bukan rokok putih, melainkan kretek. Aneh tapi nyata, kretek yang berbahan baku tembakau ini ternyata memiliki khasiat untuk membuat pandangan kaca depan mobil jadi bersih cemerlang.

Suwarto, salah satu sopir veteran yang berusia 70 tahun berbagi pengalamannya menggunakan kretek sebagai bahan pembersih kaca mobil. Rokok sudah digunakannya bertahun-tahun dan terbukti manjur untuk membuat pandangan kaca depan lebih jernih. Air hujan tidak mudah menempel di permukaan kaca dan akan segera luruh sehingga pandangan ke depan menjadi lebih jelas.

rokok kretek

Caranya pun sangat sederhana. Begini tipsnya, Anda cukup merendam 2 hingga 3 batang kretek ke dalam air bersih dan biarkan hingga air berubah warna menjadi coklat. Kemudian air coklat tersebut gosokkan ke permukaan kaca hingga rata, tunggu beberapa waktu hingga airnya mengering. Ulangi beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Cara ini yang akan membuat kaca mobil kendaraan yang anda tumpangi menjadi bersih dan cemerlang. Hanya rokok kretek saja yang bisa digunakkan sebagai pembersih kaca mobil. Kandungan bahan dalam rokok kretek yang murni ditengarai mampu membuat kaca mobil tampak bersih. Sedangkan bahan di dalam rokok putih, tidak bisa digunakan sebagai pembersih kaca mobil. Tips ini di dapatkan dari rekan-tekan supir Suwarto yang lebih tua.

bungkus rokok

Hingga saat ini, cara membersihkan kaca mobil dengan menggunakan kretek masih terus digunakan Suwarto. Kretek ternyata berdaya guna tinggi, dan tak bisa dipandang semata-mata produk yang membuat sakit si pemakainya. Kretek adalah warisan asli Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan.