Spaletti Memberi Izin Nainggolan Merokok Asal Bermain Baik

Spaletti Memberi Izin Nainggolan Merokok Asal Bermain Baik

Kaitan merokok dengan perilaku buruk dan kesehatan membuat sejumlah orang lantas dengan mudahnya memberi cap buruk kepada seorang atlit yang merokok. Pemain AS Roma yang memiliki darah Indonesia, Radja Nainggolan, termasuk yang kerap menjadi sorotan publik akan hal ini. Apalagi beberapa waktu lalu kebiasaan merokok itu terlihat dalam sebuah video wawancara Nainggolan dengan Corriere dello Sport.

Radja Nainggolan

Namun menanggapi kebiasan anak buahnya, pelatih AS Roma justru menanggapi dengan enteng. Dia tetap mengizinkan Nainggolan menikmati tembakau asalkan performa di lapangan tidak terganggu.

bungkus rokok

Syarat tersebut dipenuhi Nainggolan dengan mencetak delapan gol dan dua assist dalam 32 pertandingan yang dijalani Roma pada musim 2016-2017.

rokok

“Tidak ada masalah. Nainggolan menjalani kehidupan normal dan beristirahat pada malam hari. Dia menemukan keseimbangan dalam hidupnya,” kata Spaletti.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Advertisements

Orang Merokok Ini Buktikan Kualitasnya di Piala Eropa

Orang Merokok Ini Buktikan Kualitasnya di Piala Eropa

Pemain andalan Belgia yang punya darah Indonesia, Radja Nainggolan, sempat menjadi sorotan media selama perhelatan Piala Eropa 2016. Meski sempat disudutkan sebagai olahragawan yang punya kebiasaan buruk oleh media dan kelompok antirokok, Radja membuktikan bisa bermain apik di lapangan hijau.

Radja Nainggolan

Kerja keras pemain keturuan Batak ini berbuah main ketika mencetak gol semata wayang yang mengantarkan timnya mengalahkan Swedia. Gol tersebut mengantarkan menempati peringkat kedua klasmen akhir grup E di bawah Italia.

Rokok

Marc Wilmots, dalam konfirmasi pers menanggapi beredarnya foto Radja di penginapan yang sempat menunjukkan bungkus rokok, mengataan tak merasa hobi Radja Nainggolan sebagai masalah.

Rokok

“Dia memang perokok, tapi tak masalah. Itu sudah kebiasaannya. Ada ruangan khusus dengan balkon untuknya merokok di penginapan,” kata Wilmots.

Foto oleh : Eko Susanto