Tips Menghilangkan Aroma Rokok di Kabin Mobil

Tips Menghilangkan Aroma Rokok di Kabin Mobil

Merokok di dalam mobil selagi perjalanan bagi kebanyakan perokoko memang asyik, terlebih apabila kondisi jalanan sedang macet.

Kebiasaan merokok di dalam mobil ini mengakibatkan aroma rokok melekat di mobil. Nah, apabila sekali waktu kamu memiliki teman atau kerabat yang punya masalah dengan aroma rokok maka kebiasaanmu akan menganggu orang lain. Terlebih aroma tembakau yang melekat di dalam mobil.

rokok

Nah, Cara ini mungkin bisa membantu menghilangkan bau tembakau di dalam mobil.

Pertama, kamu perlu membersihkan sampah di dalam kabin dengan vacum cleaner. Siapkan cairan pembersih khusus yang mudah didapatkan di toko asesoris mobil atau supermarket dan lap seluruh bagian interior.

orang merokok

Kedua, menghilangkan bau tembakau di dalam mobil bisa menggunakan bahan penghilang bau yang mengandung enzim, kemudian lap di bagian plafon mobil dengan kain halus.

Ketiga, gunakan pengharum di kisi ac mobil dan di bagian sirkulasi udara, nyalakan ac dan buka semua pintu mobil agar bau pengap dan bau rokok hilang.

rokok

Keempat, cara tradisional ini masih cukup efektif. Yakni dengan menggunakan daun pandan dan bubuk kopi yang dibiarkan semalam di dalam kabin.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Blokosutho, Produk Rokok Mandiri Tarekat Shiddiqiyyah

Blokosutho, Produk Rokok Mandiri Tarekat Shiddiqiyyah

“Blokosutho adalah Bahasa Jawa yang berarti keterbukaan atau apa adanya. Di dalam rokok ini mengandung obat adapun gambar yang ditampilkan di cover depan tidak ada hubungannya dengan kandungan rokok ini.”

Itulah kalimat yang tertera di bungkus rokok obat Blokosutho produksi Majmaal Bahroin Hubbul Wathon Minal Iman, salah satu Tarekat Shiddiqiyyah di Jombangi.

rokok blokosutho

Rokok obat sebenarnya bukan hal baru, karena sebelumnya ada produk Divine Kretek yang juga menyatakan bekerja secara nanoteknologi sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup penggunannya. Tetapi keberadaan rokok Blokosutho ini diterima oleh masyarakat, khususnya anggota Tarekat Shiddiqiyyah.

rokok

rokok

Menurut Muklis (32) warga Soerudji, Kepanjen, Kabupaten Malang, membeli rokok karya KH Muhammad Muktar Mukti, mursyid Tarekat Shiddiqiyyah, sekaligus bentuk kepeduliaan sosial religinya. “Karena setahu saya hasil penjualan dari rokok maupun rokok lain dari Sehat Tentrem (ST) yang dikelola oleh Tarekat Shiddiqiyyah juga diperuntukkan untuk dana pembangunan rumah layak huni (RHL) masyarakat,” katanya seperti dikutip malangtimes.com.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Sumbangan Rokok untuk Pemasukan Iklan Media

Sumbangan Rokok untuk Pemasukan Iklan Media

Aktivitas promosi bagi perusahaan rokok memang terbentur dengan berbagai aturan ketat yang diberlakukan oleh pemerintah. Sebagai misal, produsen rokok tidak boleh memasang iklan dalam bentuk spanduk yang memotong jalan, misal yang lain, produsen rokok semakin dibatasi untuk memasang iklan dalam bentuk billboard di tempat-tempat umum.

iklan rokok

Nah, pembatasan-pembatasan inilah yang membuat belanja iklan rokok di televisi dan media cetak dari perusahaan rokok mengalami pertumbuhan sepanjang tahun 2016 lalu. Laporan dari Nielsen Advertising Information Services menyatakan keberadaan iklan rokok menempati rangking kedua, di bawah belanja iklan pemerintah dan organisasi politik.

rokok

Total belanja yang dikeluarkan rokok kretek sebesar Rp6,3 triliun atau tumbuh 45% dari tahun sebelumnya. Untuk pengiklan terbesar ditempati rokok putih (merek Dunhill) dengan nilai belanja iklan sebesar Rp955,7 miliar.

orang merokok

rokok

Pertumbuhan tinggi tersebut, menurut Hellen Katherina, Head of Media Business Nielsen Indonesia, diakibatkan oleh berpindahnya anggaran belanja yang semula untuk iklan billboard menjadi iklan televisi.

Ilustrasi gambar: Eko Susanto

Kisah Habib Abdullah bin Muchsin: Adab Membaca Kitab Setelah Merokok

Kisah Habib Abdullah bin Muchsin: Adab Membaca Kitab Setelah Merokok

Habib Keramat Bogor, Habib Abdullah bin Muchsin dikenal sebagai perokok. Menurut keterangan Abdurahman bin Ahmad Assegaf yang pernah berlajar kepadanya, “Habib Abdullah bin Muchsin itu merokok. Dan rokoknya adalah rokok kawung.”

rokok

Pernah sutau kali muridnya datang dari Kwitang mengunjunginya, setelah ia mendapatkan rokok mahal dari pembesar Belanda. Melihat kedatangan muridnya yang bernama Habib Ali itu, Habib Abdullah senang dan memberinya hadiah, “Ya Habib Ali, ini rokok mahal buat engkau.”

orang merokok

Karena tidak mau menerima dan ditaruh kantong saja karena tidak merokok, Habib Abdurahman berkata,: Ya Habib, mata ini kalau tidak karena rokok melihat manusia akan apa adanya. Mungkin kalau tidak merokok akan jadi susah manusia menemuiku. Supaya mereka bisa bertemu saya, ya saya begini (merokok).”

rokok

Di antara para Auliya memang ada yang merokok. Namun selesai merokok mereka akan cuci tangan dan memakai wangi-wangian, lebih-lebih kalau ingin buka kitab mereka sampai menempelkan minyak wangi di bibir mereka.

Ilustrasi gambar: Eko Susanto