Rokok selalu dijadikan kambing hitam para kelompok anti-rokok sebagai penyebab utama terjadinya penyakit-penyakit berbahaya. Seperti kanker, paru-paru hitam,

Namun, tak semua tuduhan yang dilontarkan tersebut terbukti secara ilmiah. Banyak tuduhan tersebut adalah dusta belaka yang memang sengaja dibuat untuk membuat sentimen negatif terhadap produk rokok.

orang merokok

Tak banyak yang tahu, Bahwa sebenarnya ada beberapa hal dari rokok yang ternyata bermanfaat, apalagi rokok kretek khas Indonesia yang memang dibuat dari campuran tembakau dan cengkeh.

Rokok mengurangi resiko terkena Kanker Payudara.

Hasil ini didapatkan dari penelitian yang dilakukan oleh National Cancer Institute. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa gen pembawa kanker payudara akan berkurang hingga 35% jika merokok sebanyak 4 pack dalam jangka waktu setahun. Hasil penelitian yang mencengangkan ini dibuktikan pula jika merokok lebih dari 20 pack per tahun ternyata menurunkan angka calon penderita kanker payudara sebesar 64%.

Rokok mencegah kanker kulit langka

Penelitian juga dilakukan oleh National Cancer Institute, didapatkan hasil bahwa merokok dapat mencegah terjadinya pengembangan kanker kulit. Penelitian ini dilakukan pada endemic penderita di wilayah Mediterania, wilayah Italia Selatan, Yunani dan Israel. Kandungan tembakau murni dalam rokok dapat mengurangi terjadinya pengembangan kanker kulit langka tersebut, dilansir dari Dr. James Goedert.

rokok

Nikotin mampu membunuh kuman dan bakteri penyebab terjadinya TBC

Seorang Profesor Mikrobiologi Molekular, Saleh Naaser menemukan bahwa nikotin dapat menghentikan pertumbuhan penyebab terjadinya TBC dalam pengujiannya di laboratorium.

Rokok dapat pula mengurangi penyakit radang usus besar

Zat Nikotin pada rokok dapat mengurangi aktivitas otot melingkar, terutama pada pelepasan Nitrat Oksida dalam kasus penderita radang usus. Hal inilah yang kemudian membuat para ahli farmasi berlomba-lomba memproduksi produk nikotin sebagai senjata untuk melawan produktivitas dan khasiat dari rokok.

rokok

Rokok dapat mengurangi resiko seseorang terkena Parkinson.

Penelitian dilakukan oleh Dr. Tanner. Ia melakukan penelitian terhadap 113 pasangan kembar pria dengan dosis rokok dihitung 10 sampai 20 tahun sebelum didiagnosis. Dari hasil penelitian tersebut terbukti bahwa perokok cenderung tidak memiliki resiko terkena Parkinson.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s