Pembagian Pajak Rokok: Jabar, Jatim, dan Jateng Dapat Porsi Terbesar

Pembagian Pajak Rokok: Jabar, Jatim, dan Jateng Dapat Porsi Terbesar

Tahun 2018 lalu menjadi salah satu tahun terbaik bagi perusahaan rokok. Dana hasil pajak rokok mampu digunakan untuk menambal biaya defisit BPJS kesehatan seluruh masyarakat Indonesia. Atas pencapaian tersebut, Pemerintah pusat melalui Presiden Republik Indonesia mentepakan tidak akan menaikkan harga pajak cukai rokok di tahun 2019. Kebijakan ini memberi angin segar bagi para pelaku industri tembakau, khususnya kalangan menengah dan kecil.

bungkus rokok

Tidak dinaikkannya tarif pajak untuk rokok ini ternyata tak membuat target penerimaan pemerintah dari rokok di tahun 2019 turun. Angkanya justru cenderung naik.

cukai rokok

Baru-baru ini Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), menerbitkan Keputusan KEP- 47/2018. Di mana keputusan ini menjelaskan soal besaran setoran pajak rokok ke rekening kas umum daerah untuk tiap proponsi tahun 2019. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2019.

Estimasi besaran pajak rokok terhadap 34 propinsi di Indonesia berbeda-beda. Tiga propinsi yang mendapatkan pajak rokok paling besar adalah Jawa Barat 2,6 Triliun, lalu Jawa Timur sebesar 2,3 Triliun, dan Jawa Tengah sebesar 2,1 triliun. Estimasi pajak rokok paling rendah adalah dari Kalimatan Utara yakni sebesar 37,9 Miliar. Total dari 34 Propinsi tersebut pajak rokok yang dibagikan senilai 15,56 Triliun.

rokok

Penentuan proporsi atau besaran pajak rokok yang diterima daerah berasal dari total penerimaan pajak rokok, yang merupakan 10% dari Cukai Hasil Tembakau, dibagi dengan jumlah penduduk yang dijadikan dasar pengitungan Dana Alokasi Umum (DAU) 2019.

Pajak rokok sendiri merupakan pungutan atas cukai rokok yang dipungut oleh pemerintah daerah yang berwenang bersamaan dengan pemungutan cukai rokok. Besaran pajak rokok adalah 10% dari total penerimaan cukai rokok.

Rokok Sokong Lonjakan Penerimaan Bea dan Cukai

Rokok Sokong Lonjakan Penerimaan Bea dan Cukai

Penerimaan bea dan cukai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mencapai 16,4 triliun di bulan Ramadan ini. Mengalami peningkatan sebesar 20% dibandingkan bulan sebelumnya.

bungkus rokok

Lonjakan ini sudah diperkirakan sebelumnya, karena biasanya pada bulan ini, tingkat konsumsi masyarakat meningkat. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk mengimpor kebutuhan barang sebagai stok selama Ramadan dan lebaran.

cukai rokok

Dalam penerimaan ini, pendapatan cukai dari rokok masih menjadi salah satu yang paling besar kontribusinya bagi peningkatan pendapatan negara melalui Cukai Hasil Tembakau. Hal ini disebabkan faktor kenaikan cukai yang berlaku sejak Januari 2017 lalu yang efeknya baru mulai dirasakan pada kuartal kedua tahun ini.

rokok

Bila dirata-rata, kenaikan cukai rokok yang diterapkan pemerintah mencapai 10,54% dibandingkan tahun lalu. Dari total pemasukan bea dan cukai selama Mei 2017, sekitar 12,5 triliun atau sekitar 76% berasal dari cukai hasil tembakau. Sedangkan dari bea masuk sebesar 3,2 triliun.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto