Mihaya Melawan Mitos Penyakit Akibat Rokok

Mihaya Melawan Mitos Penyakit Akibat Rokok

Mihaya punya kebiasaan merokok melebihi orang kebanyakan. Dalam sehari ia bisa menghabiskan 30 batang rokok tingwe (linting dewe). Tetapi, meski demikian tubuhnya terlihat bugar. Ia pun masih tetap menjalankan aktivitas keseharian.

orang merokok

Lelaki berusia 85 tahun mengaku tidak ada penyakit akibat merokok sebagaimana yang ditampilkan di televisi. Ia pun hirau dengan peringatan kesehatan tersebut.

rokok tingwe

Sesekali keluhan yang datang kepadanya ialah darah rendah dan rematik. Dan pusing. Untuk yang terakhir itu pertolongan pertama yang diminta Mihaya hanyalah sebatang rokok.

orang merokok

Istri dan anaknya hanya bisa maklum dengan kebiasaan Mihaya. Sebab, Mihaya justru terlihat lemas dan tidak bergairah menjalankan aktivitas keseharian bila tidak dibarengi dengan merokok.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Nikmatnya Nasi Goreng Tembakau Khas Temanggung

Nikmatnya Nasi Goreng Tembakau Khas Temanggung

Temanggung dikenal sebagai salah satu sentra penghasil tembakau. Tembakau ini tidak hanya menjadi bahan baku rokok semata, namun berhasil dikreasikan menjadi bahan baku makanan.

Hal itulah yang dilakukan Rumah Makan Temanggung Bersenyum yang terletak di Jalan MT Haryono, Temanggung, Jawa Tengah.

tembakau

Rumah makan ini merupakan satu-satunya yang memanfaatkan tembakau sebagai bahan baku makanan.

Mereka memanfaatkan tembakau sebagai campuran menu nasi goreng. “Seperti namanya, ada unsur tembakau dalam menu ini. Tapi, bukan daunnya yang digunakan melainkan bijinya,” terang Faris, pelayan Rumah Makan Temanggung Bersenyum.

tembakau

Cara pembuatan nasi goreng tembakau pun tak ribet. Biji tembakau digoreng sangan atau tanpa minyak selama 15 menit. Selanjutnya, dicampur bumbu nasi goreng.

nasi goreng tembakau

Begitu nasi goreng siap disantap aroma tembakau bisa tercium bahkan terasa dilidah saat disantap. Meski terasa agak pahit, namun lama-lama bakal nikmat di lidah.

Nasi goreng unik ini dijual dengan harga yang cukup terjangkau, satu porsinya dibanderol dengan harga hanya Rp14 ribu. Bagaimana? Tertarik mencobanya?

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Dongeng Tembakau, Pohon Penyembuh Duka di Korea

Dongeng Tembakau, Pohon Penyembuh Duka di Korea

Tak hanya Indonesia yang mempunyai dongeng tentang tembakau yang konon dinamakan dari bahasa jawa Tambaku (obatku) dari kisah Ki Ageng Makukuhan. Masyarakat dari negara lain pun ternyata punya dongeng tersendiri tentang tanaman ini. Korea, salah satunya. Negara yang terkenal dengan ginsengnya ini ternyata mempunyai dongeng menarik mengenai asal-usul tembakau di negerinya. Hal itu seperti yang tersebar dalam cerita rakyat yang beredar di Korea, barangkali sebagai dongeng sebelum tidur anak-anak di Korea.

tembakau

Konon kabarnya, salah seorang raja mereka kehilangan permaisuri yang sangat disayanginya. Pasca kematian permaisuri tersebut, raja tak henti-hentinya dirudung duka.

Sampai pada suatu hari, Baginda Raja bermimpi didatangi buah hatinya ini. Katanya, “Sri Baginda, di atas makam hamba paduka akan menemukan daun penyembuh yang disebut tembakau. Silakan paduka mengumpulkan daun penyembuh ini. Keringkan di atas api. Silakan menghisap asapnya. Semua ini akan bisa menghilangkan duka cita paduka.”

tembakau

kebun tembakau

Di atas makam permaisuri memang terdapat daun penyembuh. Daun-daun tersebut kemudian diambil dan dihisap mengikuti petunjuk permaisurinya. Di samping itu, Sang Raja juga menyebarkan bibit tanaman tersebut ke seluruh penjuru kerajaan.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Aneka Vaksin yang Dibuat dari Tembakau

Aneka Vaksin yang Dibuat dari Tembakau

Tembakau acapkali dikampanyekan sebagai penyebab berbagai penyakit. Meskipun, berbagai sumber penelitian telah menjelaskan bahwa kampanye buruk terhadap tembakau didanai oleh industri farmasi yang tidak ingin tembakau dijual bebas dipasaran. Dengan cara begitu, mereka bisa memonopoli penjualan tembakau. Terlebih tembakau disinyalir mempunyai banyak manfaat untuk kepentingan medis.

daun tembakau

Berikut adalah beberapa manfaat tembakau yang diwujdukan dalam vaksin-vaksin yang menggunakan bahan baku tembakau:

Vaksin Influenza

Tamanan tembakau yang digunakan sebagai media vaksin influenza di Quebec, Canada ternyata enam kali lebih efektif dibandingkan jika menggunakan telur sebagai media pembiakan. Daun tembakau yang sudah mengandung hemaglutinin lalu ditumbuk dan proteinnya diekstraksi untuk dimurnikan menjadi vaksin bagi virus influenza.

Vaksin Kanker Lymphoma

Diklaim sebagai salah satu penyebab kanker paru-paru, ternyata tembakau dapat bermanfaat sebaliknya pada kanker lymphoma atau kanker kelenjar limfa yang dapat menurunkan kekebalan tubuh. Vaksin ini juga berharga jauh lebih murah karena mudah dibiakkan pada daun tembakau.

kebun-tembakau

Vaksin Ebola

Beberapa tahun lalu, dunia sempat dihebohkan dengan kemunculan virus Ebola yang menyerang antibodi dan menurunkan kekebalan tubuh manusia. Tetapi penangkalnya justru dibuat dari serum yang berasal dari salah satu jenis tembakau Nicotianabenthamiana. Serum dari tembakau untuk virus Ebola ini diberi nama ZMapp.

Vaksin Sakit Perut Norovirus

Penyakit yang diakibatkan oleh virus Norovirus ini ditandai dengan muntah dan buang air besar bagi penderitanya. Biasanya virus ini dengan cepat menyebar di restoran, kapal pesiar, dan tempat makan berskala besar lainnya. Seorang peniliti dari Amerika Serikat telah menemukan obat untuk mencegah Norovirus ini menggunakan tembakau dengan protein yang dikembangkan menjadi vaksin.

tembakau

Vaksin Pes

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Yersiniapestis ini dapat menjangkit manusia dan hewan. Untungnya, peneliti dari Maryland, Amerika Serikat, telah menemukan vaksin yang juga dihasilkan dari TMV (Tobacco Mosaic Virus) sebagai penangkalnya. Cara kerjanya adalah menyuntikkan kembali ke daun tembakau untuk menghasilkan antigen.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Rokok Sokong Lonjakan Penerimaan Bea dan Cukai

Rokok Sokong Lonjakan Penerimaan Bea dan Cukai

Penerimaan bea dan cukai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mencapai 16,4 triliun di bulan Ramadan ini. Mengalami peningkatan sebesar 20% dibandingkan bulan sebelumnya.

bungkus rokok

Lonjakan ini sudah diperkirakan sebelumnya, karena biasanya pada bulan ini, tingkat konsumsi masyarakat meningkat. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk mengimpor kebutuhan barang sebagai stok selama Ramadan dan lebaran.

cukai rokok

Dalam penerimaan ini, pendapatan cukai dari rokok masih menjadi salah satu yang paling besar kontribusinya bagi peningkatan pendapatan negara melalui Cukai Hasil Tembakau. Hal ini disebabkan faktor kenaikan cukai yang berlaku sejak Januari 2017 lalu yang efeknya baru mulai dirasakan pada kuartal kedua tahun ini.

rokok

Bila dirata-rata, kenaikan cukai rokok yang diterapkan pemerintah mencapai 10,54% dibandingkan tahun lalu. Dari total pemasukan bea dan cukai selama Mei 2017, sekitar 12,5 triliun atau sekitar 76% berasal dari cukai hasil tembakau. Sedangkan dari bea masuk sebesar 3,2 triliun.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Perokok Sumbang Pelayanan Kesehatan bagi Daerah

Perokok Sumbang Pelayanan Kesehatan bagi Daerah

Perokok tak perlu minder karena senantiasa disudutkan di ruangan sosial, dianggap pesakitan, dan bahkan untuk menikmati rokok pun harus selalu dipersulit dengan tidak tersedianya ruang khusus merokok.

bungkus rokok

Para perokok sebenarnya memiliki peran penting bagi pembangunan, misal dari cukai hasil tembakau (CHT) dan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DB-CHT) yang didistribusikan ke daerah-daerah penghasil tembakau.

orang merokok

Lalu, untuk daerah-daerah lain. Perokok juga memberikan pendapatan dalam bentuk pajak rokok yang dipungut dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dengan prosentase sebesar 10% dari cukai hasil tembakau. Pajak rokok tersebut dikumpulkan oleh pemerintah pusat kemudian akan dialirkan ke daerah-daerah. Prosentasenya pembagiannya, untuk provinsi sebesar 30 persen dan 70% sisanya untuk pemerintah kabupaten dan kota.

rokok

Di masing-masing daerah penerima itu, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, diwajibkan minimal 50% dari dana pembagian pajak rokok tersebut untuk digunakan sebagai dana kesehatan. Sisanya untuk pembangunan, pendidikan, juga penegakan hukum, yang salah satu diantaranya adalah memberantas keberadaan rokok ilegal.

rokok

Walaupun menuai kontroversi karena keberadaan pajak rokok membuat perokok menanggung beban pajak ganda, tapi toh kebijakan ini tetap berlanjut dan sudah diberlakukan sejak 2014.

Besaran dana pajak rokok yang dibagikan ke daerah sebagai dana pembangunan pun terus meningkat, dari sebesar Rp244 miliar pada 2014, Rp397 miliar pada 2015, dan tahun lalu dikumpulkan dana pajak rokok sebesar Rp484 miliar.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Cengkeh dalam Ramuan Sang Peraji

Cengkeh dalam Ramuan Sang Peraji

Seorang peraji (dukun bayi) keberadaan sangat penting dalam prosesi kelahiran manusia, terlebih di era dahulu, sebelum teknologi medis berkembang dan tersebar sampai pelosok.

Peraji biasanya mewarisi pengetahuan dari orang tuanya. Itu pula yang diceritakan oleh Sumarni Abdullah, dikutip dari buku “Ekspedisi Cengkeh”, yang mewarisi pengetahuan seputar dunia peraji dari ibunya, Cindar Do Sai. Mulanya ibunya mendampinginya melakukan pekerjaan sampai kemudian dianggap bisa.

Perannya seorang peraji tidak hanya dilakukan ketika proses kelahiran, tapi mencakup masa persiapan dan pasca kelahiran.

Di masa ibu mengandung, seorang peraji sudah berperan terutama dalam memastikan posisi bayi telah sesuai. Dengan menggunakan minyak yang terbuat dari beberapa butir cengkeh dan minyak kelapa itu dia akan mengurut ibu yang sedang hamil, mengurut perutnya. Mengurut itu dilakukan untuk mengetahui posisi bayi telah tepat sehingga proses kelahiran bisa dilaksanakan.

cengkeh

Dalam prosesi kelahiran, begitu jabang bayi lahir, Sumarni akan membalurkan cengkeh dan pala yang telah ditumbuk sampai halus kemudian diletakkan di ubun-ubun jabang bayi. Ramuan ini bermanfaat agar batok kepala si bayi lekas mengeras. Dalam proses pasca kelahiran tersebut pula, ia akan membakar batok kelapa dan baranya diusapkan ke tubuh bayi sehingga tubuh bayi tetap hangat.

cengkeh

Tidak hanya jabang bayi yang dirawat pasca kelahiran, tetapi juga ibunya. Di bagian ini, ia menggunakan daun cengkeh untuk melakukan tugasnya. Beberapa daun cengkeh diletakkan di belangga berisi air. Lalu belangga dipanaskan di atas tungku sampai mendidih. Ramuan tersebut kemudian dibiarkan sampai suhunya turun. Setelah suhu turun, ibu yang baru melahirkan diminta duduk di kursi yang didesain khusus untuk mengalirkan uap air cengkeh ke atas. Proses ini untuk mengeluarkan keringat ibu sehingga tubuhnya lekas pulih pasca melahirkan.

Perawatan selanjutnya, dilakukan setiap dua hari sekali, sampai dua minggu setelah proses kelahiran. Di sini peran seorang peraji juga membantu ibu yang baru memiliki anak cara merawat bayi, dari memandikan sampai menyusui dan lain sebagainya. Bila keduanya sehat, maka pekerjaan seorang peraji berakhir. Proses itu membutuhkan waktu minimal 44 hari.

cengkeh

Seluruh proses ini sekaligus menegaskan betapa besar manfaat cengkeh bagi kesehatan terutama dalam proses kelahiran.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto