4 Bahan Utama yang Digunakan Pada Filter Rokok

4 Bahan Utama yang Digunakan Pada Filter Rokok

Gabus rokok. Begitulah sebutan populer di masyarakat kita merujuk pada filter yang dihubungkan ke batang rokok. Gabus rokok adalah istilah lokal yang cukup dikenal secara luas. Sejatinya, filter berbahan busa itu berfungsi untuk menyaring sebagian partikel pada asap rokok.

48167256961_973c7533eb_k

Rokok yang menggunakan filter rokok umumnya adalah golonngan SKM (Sigaret Kretek Mesin). Sudah bukan rahasia, filter rokok kerap diisukan negatif yang dikait-kaitkan dengan masalah kesehatan oleh banyak kalangan. Bahkan isu filter rokok mengandung darah babi dipercaya oleh sebagian masyarakat. Isu negatif semacam itu jelas menyesatkan konsumen. Sementara isu itu sendiri sama sekali tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Secara umum, filter rokok terdiri dari empat bagian. Bagian pertama disebut tow. Bagian ini adalah rangkaian selulosa asetat, yang masyarakat umum menyebutnya busa. Bagian tersebut merupakan badan filter.

48229305192_a50c050589_k.jpg

Kedua, plasticizer, bagian ini merupakan zat pelunak untuk mengikat filter. Ketiga, ada bagian yang disebut plug wrap. Ini adalah kertas pembungkus badan filter tadi. Keempat, adalah pelekat. Pelekat ini berfungsi untuk perekat kertas plug wrap.

48117840021_c2d1dd60fc_k

Sedangkan jenis tinta yang digunakan untuk mencantumkan merek rokok umumnya adalah tinta monogram. Peneraan merek pada bagian filter ini lazim berlaku pada sejumlah merek rokok berfilter. Namun adapula beberapa merek rokok yang mencantumkan merek rokoknya pada kertas tipping, ada juga yang pada kertas rokoknya.

Puntung Rokok Didaur Menjadi Kertas Anti Rayap di Tangan Pelajar Kreatif

Puntung Rokok Didaur Menjadi Kertas Anti Rayap di Tangan Pelajar Kreatif

Puntung rokok kerap kali menjadi sampah yang terabaikan di sekitar kita. Namun di tangan kreatif dua siswa kelas XII Man 2 Kudus ini puntung rokok justru menjadi produk berguna, sebagai pengusir rayap.

Cara kreatif yang mereka lakukan berangkat dari hal sepele yang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari. Dua anak muda yang jeli dalam memafaatkan puntung rokok tersebut adalah Muhammad Rifda Kamil, dan Tsalis Wizka Mubarok.

Idenya bermula dari ditemukannya buku lama yang tersimpan di asrama sekolah mereka, diketahui saat membuka buku lama tersebut kondisinya rusak semua karena dimakan rayap. Maka terbesitlah ide untuk membuat bahan anti rayap. Dari hasil diskusi keduanya, tiba-tiba mereka teringat salah satu pelajaran Biologi yang menerangkan nikotin bisa menjadi bahan insektisida.

44018300254_626d87253a_k

Ide yang mereka temukan itu segera disampaikan kepada guru pembimbing sains, bahwasanya mereka ingin membuat eksperimen puntung rokok yang dijadikan kertas anti rayap. Gayung bersambut, guru pembimbing sains mendukung, dan kebetulan ada informasi kompetisi penelitian dari Kementerian Agama (Kemenag) pusat yakni Madrasah Young Supercamp (Myres).

Rifda beserta Tsalis langsung menyelesaikan ide tersebut beserta proposalnya, supaya bisa diikutkan kompetisi Myres. Mereka berdua menyelesaikan proposal tentang puntung rokok dijadikan kertas anti rayap selama satu bulan. Setelah menunggu proses penyeleksian, ternyata ide mereka lolos lima besar bidang sains dan teknogi, pesertanya tidak sedikit, para peserta berasal dari seluruh daerah di Indonesia.

Cara dalam eksperimen yang mereka lakukan adalah dengan mengambil sisa tembakau pada puntung rokok, kemudian mengekstraksi dengan metode maserasi. Setelah diperoleh ekstraksi, ditambahkan pada bahan bubur kertas, lalu dicetak.

41447602292_bc5c743d60_k

Ada lima kertas yang dibuat dengan konsentrasi ekstrak tembakau. Konsentrasi kertas pertama 0 persen, kertas kedua dengan konsentrasi satu persen, konsentrasi kertas ketiga dengan dua persen, konsentrasi kertas keempat dengan empat persen, dan konsentrasi kertas kelima dengan delapan persen.

Setelah kertas jadi, mereka menguji coba dengan membuat kompartemen berbahan pralon yang diisi rayap dan diberikan kertas dengan masing-masing konsentrasi. Hasilnya, di kertas pertama, kedua, dan ketiga ada yang mati sebagian.

Pada kompartemen keempat yang diisi kertas anti rayap pada konsentrasi tembakau empat persen, lanjutnya, seluruh rayap mati. Hal berbeda justru pada kompartemen kelima dengan kertas anti rayap konsentrasi delapan persen. Di sana, sebagian rayap justru masih bertahan hidup.

39870390235_a6b98fb277_k

Untuk membuat uji coba tersebut, Rifda dan Tsalis membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Sedangkan proses dari awal pembuatan proposal sampai menjadi finalis Madrasah Young Researcher Supercamp (Myres) membutuhkan waktu hampir satu tahun. Proses ini dinikmatinya dengan terus memperbaharui produknya. Berkat penemuan brilian ini keduanya meraih medali emas dari kompetisi tersebut.

 

Mengenal Tembakau Rajangan Lombok di Pasar Mandalika

Mengenal Tembakau Rajangan Lombok di Pasar Mandalika

Tembakau dari Lombok Timur cukup dikenal banyak jenisnya. Seperti juga tembakau yang ada di Pulau Jawa. Tembakau Senang adalah salah satu yang paling dikenal dari tanah Lombok, selain itu ada juga yang dikenal dengan tembakau Kasturi.

46065178815_cd88b11b7b_k

Meski tahun ini cukai tembakau mengalami kenaikan, sehingga harga rokok pun menjadi mahal dan serapan tembakau dari petani ke pabrikan mengalami penurunan. Namun petani tembakau Lombok Timur sejak lama mampu menjual tembakau rajangannya di Pasar Mandalika.

Seperti yang dilakukan Sumiati. Perempuan paruh baya yang gemar merokok lintingan tembakau. Dia menjual tembakau rajangannya di Pasar Mandalika.

Ada beberapa jenis-jenis tembakau rajangan yang dijualnya. Di antaranya tembakau Kasturi Manis. Kata dia, tembakau jenis ini paling banyak dicari. Rasanya manis dan enak. Setengah kilogram atau setumpi dijual dengan harga Rp 100 ribu sampai Rp 125 ribu. Kemudian ada tembakau Kasturi Jepun. Tembakau jenis ini agak lengket dan lembek. Harganya Rp 125 ribu per 0,5 kg.

16433322775_8c711d757a_k (1).jpg

Ada juga jenis tembakau Skot Jamaq. Kata Sumiati lagi, tembakau Skot Jamaq rasanya ringan. Aroma tembakaunya tidak terlalu keras. Namun, baunya harum. “Sedikit manis,” katanya. Jangan bayangkan semanis gula ya. Harganya Rp 40 ribu per setengah kilogram.

17972194154_38e0a7250a_k

Kemudian ada ‌Mako Pender Jorong. Batang tembakau ini pendek kecil dan daunnya keriting. Harga jualnya Rp 30 ribu per setengah kilogram. Juga ada tembakau Paroke, kemudian tembakau Bandung. Yang ini, warnanya hitam. Tembakau ini paling murah. Hanya Rp 20 ribu per setengah kilogram.

 

Berkah Musim Kemarau Bagi Petani Tembakau Pangandaran

Berkah Musim Kemarau Bagi Petani Tembakau Pangandaran

Musim kemarau tahun ini bagi para petani tembakau di Kabupaten Pangandaran telah memberi kabar yang menggembirakan. Pasalnya, tanaman tembakau yang terbilang tanaman semusim telah menghasilkan panen yang maksimal bagi mereka.

Berbeda dari tahun sebelumnya, tanaman tembakau mereka kali ini tumbuh subur sesuai harapan. Dalam kurun 3 bulan para petani sudah dapat memanen tembakaunya.

42826989565_d1a5883453_k

Menurut Salam Setiawan, petani tembakau asal Desa Paledah, Kabupaten Pangandaran, panen tembakau tahun ini jauh lebih menguntungkan. Pasalnya, proses pengeringan tembakau menjadi lebih maksimal.

Penanaman tembakau yang memakan waktu sekitar 3 bulan tersebut baginya cukup mudah dilakoni. Bahkan, setiap kali panen para petani di daerahnya bisa mendapatkan laba dari Rp 5 juta hingga Rp 6 juta setiap panennya.

30409759584_49511923c2_k

Hitungan jualnya per kwintal dihargai di bandar Rp 1 juta. Setiap kali panen bisa menjual sampai 6 kwintal. Lebih detil lagi berdasar penuturan Sano, Kepala Desa Paledah, ada sebanyak 50 petani tembakau di wilayahnya yang memanfaatkan bantaran Sungai Citanduy untuk menanam tanaman tembakau. Karena kondisi tanahnya sangat subur, dan petani lebih mudah untuk mendapatkan air.

19104829999_dc15f5c22f_k

Setelah tembakau dipanen, lanjut Sano, para petani mengeringkan tembakau yang kemudian dijual ke berbagai pasar di wilayah Ciamis, Banjar, Pangandaran, serta ke Jawa Tengah. Sebagian hasil penjualannya dimanfaatkan untuk pengecoran jalan yang berada di pinggir Sungai Citanduy. Semua itu didedikasikan untuk kemaslahatan bersama.

 

Tembakau Garut dan Tradisi Adu Bako

Tembakau Garut dan Tradisi Adu Bako

Tembakau Indonesia memiliki kandungan yang khas dan menakjubkan. Mulai dari tembakau Deli, Temanggung, Garut, Madura, Lombok, dan beberapa tembakau daerah lainnya. Faktor tanah dan lingkungan tumbuh, serta tata laku budayanya menjadi penentu kualitas tembakau. Tak heran jika tembakau Indonesia cukup dikenal sampai manca negara.

Perlu diketahui juga, tembakau Garut adalah satu dari sekian jenis tembakau Indonesia yang cukup dikenal luas. Ada daerah penghasil tembakau di Garut yang kerap menjadi sumber pasokan pabrik rokok yang berada di sekitar Gunung Putri.

Dua merek rokok ternama seperti Rokok Gudang Garam dan Djarum Cokelat mengambil pasokan tembakau dari daerah ini. Tembakau yang tumbuh di deretan gunung besar di Garut, seperti Gunung Cikuray, Papandayan, Gunung Putri dan Gunung Guntur. Tembakau yang tumbuh di sekitaran gunung-gunung itu mampu menghasilkan dan memberikan aroma nikmat.

tingwe

Menurut petani tembakau yang cukup sepuh di Gunung Putri, tanah vulkanik yang berada di kaki gunung Putri dianggap cocok dengan tanaman tembakau yang ditanam petani sekitar. Terbilang satu level dengan tembakau Gunung Sumbing. Kadar nikotinnya bagus.

Saat musim panen tiba, rata-rata daun tembakau ukuran besar yang dihasilkan saat berjumlah 18-20 lembar per kilogram. Sementara untuk ukuran lebih kecil, berjumlah 28 lembar per kilogram. Kadang daun paling kecil tetap bisa dipanen, harganya relatif lebih murah. Namun sedikitnya penghasilan dari situ bisa buat tambahan bayar buruh yang terlibat dalam proses panen. Jenis tembakau paling kecil itu biasanya disebut krosok. Tak jarang beberapa perajin batik tulis menggunakan krosok sebagai bahan baku tinta cair untuk melukis batik.

tembakau

Beberapa tengkulak ada yang masih membutuhkannya, biasanya buat bahan baku cerutu. Biasanya pula daun terkecil sisa panen itu ditiriskan dengan cara ditusuk, kemudian dibikin kering dalam penjemuran selama dua pekan. Barulah setelah itu dipotong-potong.

Salah satu yang menarik dari budaya pertembakauan di Garut adalah berlangsungnya tradisi adu bako. Dalam penentuan harga biasanya petani mengikuti harga pasar. Sehingga tak jarang proses transaksinya dilakukan dengan adu bako.

Tradisi adu bako ini sudah berlangsung cukup lama, dilakukan secara turun temurun. Tujuan sederhananya, tradisi ini dilangsungkan sebagai kegiatan untuk membuktikan kualitas bako yang ditanam petani. Petani yang memiliki kualitas tembakau yang cukup baik akan ditaksir dengan harga yang relatif tinggi dibandingkan dengan tembakau yang kalah atau dianggap rendah kualitasnya. Sebetulnya kegiatan ini menjadi semacam praktik ijon untuk membeli hasil panen dari tembakau yang sudah diuji melalui ajang adu bako.

tembakauKadang petani mendapatkan lebih dulu uangnya, kemudian disimpan untuk memenuhi berbagai keperluan sehari-hari. Tembakaunya baru nanti menyusul saat panen. Lewat adu bako itulah, sudah bisa dipastikan tembakau yang unggul adalah tembakau yang berkualitas. Bagi mereka yang berani membayarnya, karena sudah menguji kualitas tembakau itu lewat ajang ada bako. Tradisi adu bako ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pemerintah kota Garut. Beberapa tahun terakhir tradisi adu bako menjadi salah satu kegiatan yang diagendakan secara khusus. Bahkan digadang-gadang menjadi daya tarik pariwisata Garut. Selain keindahan panorama gunung dan perkebunan tembakau. Garut memiliki tradisi adu bako yang sudah cukup dikenal luas di tanah Pasundan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbedaan Bahan Baku Kretek Dan Rokok Elektrik

Perbedaan Bahan Baku Kretek Dan Rokok Elektrik

Kemajuan jaman tentu saja berhubungan dengan inovasi teknologi. Inovasi terus berkembang di berbagai sektor. Mulai dari media digital seperti gajet, kendaraan bermotor hingga hal-hal kebutuhan mendasar rumah tangga dalam kehidupan manusia modern. Tidak ketinggalan juga aktivitas merokok yang disasar oleh kemajuan inovasi teknologi.

Selain rokok konvensional seperti kretek dan rokok putih, kini muncul inovasi baru yang menyasar kehidupan para perokok. Produk-produk hasil kreasi teknologi bermunculan dengan label lebih baik dibandingkan rokok kretek antara lain rokok nonasap seperti nikotin tempel seperti koyo, tembakau kunyah, nikotin permen, dan tentu saja yang sedang populer saat ini yakni rokok elektrik atau vape.orang merokok

Vape dikampanyekan dengan sangat gencar dan dikatakan, inilah produk alternatif paling baik dibandingkan dengan rokok kretek. Produk hasil inovasi teknologi ini terus disebarluaskan dan ditunggangi oleh kampanye antirokok bahwa aktivitas merokok konvensional lebih berbahaya dibandingkan rokok elektrik.

Rokok elektrik dikampanyekan sebagai produk alternatif dan lebih menyehatkan. Tapi benarkah vape lebih menyehatkan dibandingkan rokok konvensional?

Sekarang mari kita lihat bersama apa saja sih bahan baku dari rokok kretek dan rokok elektrik atau Vape.

Rokok Kretek

Rokok kretek mempunyai dua bahan baku utama yaitu tembakau dan cengkeh. Kedua bahan itu tentu saja bahan alami dari tumbuhan yang ditanam oleh petani di berbagai wilayah di Indonesia. Selain kedua bahan tersebut, tentu saja tiap pabrikan rokok kretek mempunyai saus atau racikan sendiri untuk menunjukkan citarasa yang khas dibandingkan dengan pabrik rokok kretek lainnya.

Jika para penggemar tembakau linting biasanya menggunakan campuran cengkeh, wur, klembak, dan kemenyan dalam tiap lintingan tembakaunya. Maka pabrikan rokok kretek juga mempunyai racikan campurannya sendiri yakni saus atau perisa yang bahan bakunya dari campuran berbagai rempah Indonesia.

Bahan rempah seperti kapulaga, daun sirih, kayu manis, kemukus, klembak, dan jinten, merupakan salah satu bahan saus dari pabrikan rokok kretek. Sedangkan bahan baku kertas pelinting rokok kretek, yang biasa disebut sigaret, merupakan selulosa asetat. Selulosa ini berasal dari serat tanaman. Serat ini diolah menjadi bubur pulp terlebih dahulu kemudian diproses sedemikian rupa menjadi kertas lalu diberi perekat Sideseam.Orang Merokok

Penggunaan perekat ini merupakan bagian terkecil dari komposisi bahan baku kretek. Karena pada dasarnya kertas rokok kretek atau sigaret ini mempunyai lubang-lubang berukuran mikro yang gunanya untuk menyedot udara luar agar kadar tar dan nikotin di dalam tiap batangan rokok menjadi turun. Sehingga penggunaan perekat hanya untuk menyatukan tepian kertas sigaret menjadi batangan rokok kretek.

Rokok kretek terbagi menjadi dua jenis. Kretek SKT atau Sigaret Kretek tangan yang diproduksi tidak memakai filter dan SKM atau Sigaret Kretek Mesin yang menggunakan filter. Bahan busa filter pada rokok kretek berasal dari aseto, tumbuhan jenis padi-padian yang banyak tumbuh di wilayah Eropa pasca musim dingin. Filter pada rokok kretek terbagi dari empat bagian, tow (rangkaian selulose asetat sebagai badan filter), plasticizer (zat pelunak untuk mengikat filter), plug wrap (kertas pembungkus fiber filter) dan pelekat (sebagai pelekat plug wrap).

Melihat komposisi bahan baku rokok kretek di atas kita jadi tahu bahwa bahan baku dalam sebatang kretek merupakan bahan baku alami yang berasal dari tumbuhan. Bisa dikatakan kretek adalah produk herbal.

Rokok Elektrik

Cara kerja penggunaan rokok elektrik sangat berbeda dengan rokok kretek. Pembakaran pada proses konsumsinya menggunakan prinsip penguapan. Oleh sebab itu produk ini lazim disebut vape karena prinsip reaksi yang bekerja berupa vaporizer.

Bahan baku utama rokok elektrik adalah cairan (liquid), berupa campuran propilen glikol, gliserol, air, nikotin sintetis, dan perasa sintetis. Gliserol adalah bahan baku e-liquid, perannya adalah membantu proses vaporasi dari cairan (liquid) menjadi gas (asap). Gliserol merupakan bahan kimia tanpa warna, tanpa bau, yang banyak digunakan di bidang farmasi. Bahan ini berbentuk cairan agak kental dan sedikit berasa manis. Propilen Glikol adalah bahan penguat rasa berbentuk cair/liquid. Bahan baku itu dimasukkan ke dalam wadah (cartridge), atomizer atau pemanas, dan baterai sebagai tenaga untuk memanaskan cairan.

Cairan bahan baku vape bermacam-macam jenis dan rasanya seperti essence makanan atau minuman. Rasa dan aromanya berbagai macam seperti strawberry, pisang, essence kue dan lain sebagainya.

orang merokok
orang merokok

Melihat kedua bahan baku utama dua jenis rokok elektrik dan rokok kretek konvensional ini kita jadi tahu jika ada kampanye rokok elektrik dikatakan lebih sehat dibandingkan dengan rokok kretek konvensional maka perbandingan bahan baku keduanya bisa menjadi acuan mana yang alami dan mana yang menggunakan bahan sintetis. Proses pembakaran rokok kretek konvensional yang langsung berbanding dengan proses penguapan rokok elektrik yang menggunakan baterai.

Makna dari Perias “Sebul” Asap Rokok ke Pengantin Wanita

Makna dari Perias “Sebul” Asap Rokok ke Pengantin Wanita

Sebuah video yang menampilkan perias pengantin wanita (paes) tengah mengembuskan asap rokok kepada pengantin wanita beredar di media sosial dan membuat sejumlah orang bertanya-tanya dengan apa yang terjadi.

Ternyata, aktivitas tersebut bukanlah tanpa makna. Seperti yang diungkapkan oleh Ira Juniardhi, seperti dikutip kompas.com, sebul asap dilakukan oleh perias pengantin karena bisa membuat pengantin wanita terlihat lebih cantik.

“Untuk maknanya, agar mengeluarkan aura kecantikan dari dalam pengantin wanita,” kata Ira.

orang merokokMenurutnya, menyebul asap rokok bukanlah hal baru. Ritual itu telah lama dilakukan, terutama oleh perias pengantin wanita Jawa. Namun sekarang sudah jarang dilakukan oleh sejumlah perias pengantin. Terlebih di kota-kota besar, di mana perias pengantin lebih banyak mengakomodir keinginan pengantin.

“Kalau zaman dahulu, paes mempunyai kekuasaan absolut yang mengatur jalannya pernikahan,” terang Ira.

Dalam tradisi sebul asap rokok ini, Ira mengungkapkan, hanya pengantin wanita yang menjadi obyek buka aura.

Hal ini karena ketika pernikahan digelar, pengantin wanita yang lebih banyak dilihat orang dibanding pengantin pria. Itu sebabnya, pengantin pria tidak disebul asap.orang merokok

Selain sebul asap, sebenarnya ada praktik lain yang bisa dilakukan untuk membuka aura yakni dengan sisi make up, kesiapan batin calon pengantin, periasnya juga puasa.

Prinsipnya, kalau pengantinnya senang, otomatis akan kebawa keluar aura itu dengan sendirinya.