Ekspor Produk Tembakau 2018 Naik Jadi US$931 Juta

Ekspor Produk Tembakau 2018 Naik Jadi US$931 Juta

Nilai ekspor komoditas rokok dan cerutu sepanjang 2018 mencapai 931,6 juta dolar AS atau meningkat 2,98 persen dibanding 2017 sebesar 904,7 juta dolar AS.

“Industri rokok juga dapat dikatakan sebagai sektor kearifan lokal yang memiliki daya saing global,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto seperti dikutip Antaranews.com.

ORANG MEROKOK
ORANG MEROKOK

Airlangga menyampaikan itu dalam kunjungan kerjanya di Mitra Produksi Sigaret (MPS) dan Sampoerna Retail Community (SRC) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Selama ini, menurut Menperin, industri rokok di dalam negeri telah meningkatkan nilai tambah dari bahan baku lokal berupa hasil perkebunan seperti tembakau dan cengkeh.

ORANG MEROKOK
ORANG MEROKOK

Keberpihakan pemerintah saat ini terhadap industri SKT sangat jelas, sehingga pekerjaan (linting rokok kretek) itu ada terus dan berkelanjutan.

Advertisements

Tembakau Digunakan Ilmuwan untuk Atasi Berbagai Penyakit

Tembakau Digunakan Ilmuwan untuk Atasi Berbagai Penyakit

Daun tembakau dimanfaatkan para ilmuwan untuk mengatasi berbagai penyakit dan berpeluang memberikan kontribusi bagi bidang kesehatan. Para ilmuwan, meyakini sebagaimana dikutip Economic Times, daun tanaman ini berpotensi mengatasi berbagai penyakit. Di antaranya diabetes tipe-2, demensia, dan artritis.

Argumentasi itu dilandasi karena ginjal manusia memproduksi interleukin 37 (IL-37) yakni protein super yang memiliki kekuatan anti-radang dan meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, produksi IL-37 yang dihasilkan oleh ginjal hanya dalam jumlah sedikit.

orang merokok
orang merokok

Karena itu, para ilmuwan yang melibatkan University of Western Ontario dan Lawson Health Institute di Kanada, dalam penelitiannya mencari cara untuk memproduksinya dengan bantuan daun tembakau. Metode tersebut jauh lebih menghemat biaya daripada IL-37 diproduksi secara mandiri di laboratorium dengan bakteri E. coli.

Salah satu yang mengembangkan metode untuk menghasilkan protein ini adalah ilmuwan dari University of Western Ontario dengan tanaman tembakau spesial. Tanaman ini telah melalui proses rekayasa genetika untuk bisa memproduksi IL-37 di dalam sel-selnya.

orang merokok
orang merokok

Hasilnya, protein IL-37 yang berfungsi secara lengkap dapat diekstrasi dari sel-sel daun tembakau tersebut. Pun, dalam jumlah yang besar.

Profesor Shengwu Ma dalam rilis penelitiannya (https://www.sciencedaily.com/releases/2019/02/190226112329.htm) mengungkap, “Tanaman-tanaman ini menawarkan potensi untuk memproduksi farmasi dengan cara yang lebih terjangkau daripada metode-metode lain saat ini.”

Ia melanjutkan, “Tembakau hasilnya banyak, dan kami bisa mengubah tanaman sementara sehingga kami bisa mulai membuat protein yang diinginkan dalam dua pekan.”

Ma dan tim berharap IL-37 bisa digunakan untuk mengatasi peradangan dan penyakit autoimun. Misalnya diabetes tipe-2, stroke, demensia, dan radang sendi atau artritis.