Tari Lahbako, persembahan untuk perempuan pekerja tembakau

Tari Lahbako, persembahan untuk perempuan pekerja tembakau

Tari Lahbako merupakan tarian tradisional dari Jember. Tarian yang dimainkan oleh sekelompok penari perempuan, dengan iringan musik yang rentak, mengambarkan kaum perempuan yang bekerja keras di ladang dan kebun-kebun tembakau.

Di daerah berjuluk Kota Tembakau ini, para perempuan memang menjadi ujung tombak perekonomian yang ditimbulkan dari daun tembakau. Pada saat-saat musim tembakau, baik voor oogst (tembakau musim kemarau) danna oogst (tembakau musim penghujan, dimanfaatkan sebagai bahan rokok cerutu), para perempuan banyak ditemui di ladang dan gudang-gudang pengolahan tembakau. Perempuan terlibat dalam proses kerja budidaya tembakau, utamanya di masa-masa pascapanen. Dari memetik daun tembakau, membawa ke gudang, menjemur, sortasi, dan pengepakkan. Para perempuan ini bekerja untuk menunjang perekonomian keluarga selama musim tembakau.

Dari sana, para penari di Jember melihat aktivas di perkebunan tembakau, dan sebagai hasilnya terciptalah Tari Lahbako, yang berarti Olah tembakau pada 1985. Selama menciptakan tarian ini, para penciptanya diberi arahan oleh Bagong Kussudiarjo. Dari tari ini, bisa dilihat bagaimana tembakau –berikut juga rokok kretek, sebagai produk hasilnya– telah menjadi bagian dari budaya Indonesia.