Kisah Perokok Berat yang Menjadi Pria Tertua di Norwegia

Kisah Perokok Berat yang Menjadi Pria Tertua di Norwegia

Goerge Melford Nygaard ditetapkan sebagai pria tertua di Norwegia. Pria yang 12 Januari lalu merayakan ulang tahun ke 108 itu menceritakan rahasia dalam kehidupannya yang panjang. Ia menjadi pria tertua setelah sebelumnya, Torbjorn Ovrebo yang menyandang predikat pria tertua meninggal sebelum pergantian tahun lalu. Pada 2017 lalu.

Norwegia memang dikenal sebagai negara di Eropa yang mempunyai banyak orang uzur. Saat ini, Norwegia setidaknya memiliki 945 warganya yang berusia di atas 100 tahun.

“Saya selalu memiliki suasana hati yang baik, seseorang hampir harus hidup, terutama di zaman saya. Dahulu kala saya memiliki tetangga yang selalu marah dan gila, maka saya tidak mengingankannya. Jika dilakukan, kau marah dengan kehidupan juga,” kata Goerge Melford Nygaard seperti dikutip Rusia Today.

George Melford Nygaard

“Tidak benar bahwa Anda harus hidup sehat untuk menjadi tua,” katanya. Nygaard cenderung membebaskan tubuhnya menerima asupan makanan dan minuman yang diinginkan. Ia seorang perokok berat sampai berusia empat puluhan, namun ia masih harus minum segelas anggur setiap hari. Kebiasaannya itu menipiskan darah, tapi ia berkilah tidak minum terlalu banyak.

bungkus rokok

orang merokok

Nygaard lahir pada 1910 di North Dakota. Ia mengalami kedua perang dunia. Saat Perang Dunia Pertama dia mengutarakan kenangannya yakni kehilangan salah satu kudanya karena ayahnya menyerahkan ke tentara Amerika.

roko

Pada usia 14 tahun, Nygaard belajar mengemudikan mobil Ford Model T 1915. Mobil yang dikendarainya hampir sepanjang hidupnya, sampai usia 95 ketika penglihatannya mulai memudar.

Istri Nygaard, Adele sudah meninggal karena mengalami pneumonia parah saat berusia 101 pada 1992.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Advertisements

Pesepakbola Ini Merokok dan Berprestasi

Pesepakbola Ini Merokok dan Berprestasi

Rokok kerap diidentikkan sebagai hal negatif, membuat badan tidak segar dan nafas penggunanya ngos-ngosan. Kecenderungan itu membuat rokok disingkirkan jauh-jauh dari dunia olahraga.

bungkus rokok

Tetapi, ternyata anggapan itu hanya bualan semu. Pemain-pemain bola berikut membuktikan bahwa rokok bukan penyebab gerak tubuh tidak maksimal dan nafas ngos-ngos. Sebaliknya, mereka adalah pesekbola yang diandalkan di tim mereka masing-masing.

rokok

Mario Balotelli

Pesepakbola yang akrab dipanggip ‘Super Mario’ ini dikenal sebagai pemain yang bengal. Tidak hanya di lapangan tetapi juga di luar lapangan, termasuk kebiasaannya merokok kerapkali disorot media karena dianggap sebagai perilaku yang tidak sehat.

Tetapi, Super Mario tidak menggubris anggapan-anggapan umum tersebut. Yang terpenting baginya ialah berlari mengejar bola sekuat-kuatnya dan kemudian membobol gawang lawan. Ia sekarang bermain untuk Nice, klub asal Prancis. Di musim ini ia sudah mencetak 8 gol untuk tim barunya.

Wayne Rooney

Pesepekabola satu ini seringkali mendapatkan kritik karena kebiaasannya merokok. Namun, kritikannya itu dibalas dengan penampilan ciamik di lapangam. Massih ingat ketika ia mencetak gol bicycle kick melawan Mancester City pada 2011? Atau, tendangan lob jarak jauh ketika menghadapi West Ham pada 2014?

Rooney membuktikan bahwa merokok bukan masalah baginya. Dia mempunyai segudang prestasi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Inggris. Kesebelasan yang dibelanya juga mendapatkan berbagai gelar kejuaraan dari Primier League, Liga Champions, Piala Liga, dan Piala Dunia Antar Klub.

rooney

Ashley Cole

Cole pernah mengaku sebagai perokok berat. Tentu saja, pengakuan tersebut membuat banyak orang tercengang. Tak sedikit yang mencibirnya. Namun bek kiri ini selalu tidak punya kendala ketika bermain bola.

Ia bahkan dianggap sebagai lawan terberat bagi Cristiano Ronaldo. “Selama bertahun-tahun saya memiliki pertempuran dengan Ashley Cole. Dia tidak memberikan saya kesempatan untuk bernapas. Dia pemain ulet, cepat, dan tangguh mengatasi gempuran” ujar Ronaldo.

cole

Pada 2016 kemarin, Ashley Cole masuk pemain nominasi terbaik Los Angeles (LA) Galaxy bersama Steven Gerrard dam Ronnie Keane.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto