Beli Rokok 20 ribu, 13 Ribunya Untuk Negara

Beli Rokok 20 ribu, 13 Ribunya Untuk Negara

Ada banyak cara untuk membantu perekonomian negara, namun tak ada yang menyangka bila merokok merupakan salah satunya.

Boleh percaya atau tidak, tiap tahunnya, produk rokok menyumbang pemasukan yang besar bagi Negara. Masyarakat banyak yang tak tahu besaran pajak cukai rokok yang terdapat pada satu bungkus rokok. Persentase pajak rokok terhadap negara merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan produk-produk lainnya.

orang merokok

Bayangkan, produk rokok pajaknya mencapai 50 persen lebih.

“Kalau bapak beli rokok Rp 1.000, itu Rp 650 untuk negara. Kalau beli rokok yang sebungkus Rp 20 ribu, itu bapak menyumbang Rp 13 ribu untuk negara.” begitu kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Nugroho Wahyu Widodo.

cukai rokok

Ya, rokok memang dikenakan sebesar 65 persen dari harga jual eceran (HJE). Tarif tersebut diperoleh dari cukai dan pajak pertambahan nilai (PPN).

Jumlah yang cukup besar diterima oleh Negara dari satu produk rokok. Kalikan saja dengan banyaknya bungkus rokok yang dikonsumsi oleh masyarakat. Artinya, para perokok adalah penyumbang terbesar bagi pemasukan Negara.

rokok

Dari sini terlihat jelas bahwa produk rokok tak bisa dianggap buruk. Ia mampu memberikan kontribusi nyata bagi Negara dengan cukainya. Dan para perokok adalah masyarakat yang taat membayar pajak dan memberikan kontribusi langsung pada Negara.

Advertisements

Semester Awal 2018, Rokok Masih Tetap Menjadi Penyumbang Cukai Terbesar

Semester Awal 2018, Rokok Masih Tetap Menjadi Penyumbang Cukai Terbesar

Industri rokok sering dikecam, digempur hebat oleh kebijakan-kebijakan Pemerintah, atas dasar kesehatan, kemiskinan dll, namun begitu, hal tersebut tak membuatnya lemah. Industri ini tetap menguntungkan dan berkontribusi terhadap pembangunan Negara ini.

 rokok

Dari data Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan tercatat penerimaan negara lewat cukai hingga akhir Juni mencapai jumlah Rp50,21 triliun. Jumlah tersebut naik 32,31% dibandingkan tahun sebelumnya.

Fakta tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai DJBC Kementerian Keuangan, Nugroho Wahyu yang mengatakan, dari total Rp50,21 triliun yang didapat, rokok masih menjadi penyumbang terbesar cukai hingga akhir Juni 2018.

Jumlah yang cukup banyak hanya dari satu produk tembakau yakni rokok. Saat ini, untuk cukai dari hasil tembakau sudah mencapai Rp47,76 triliun. 

cukai rokok

Nugroho Wahyu juga memperkirakan pendapatan dari cukai tembakau ini akan naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan sesuai target perkiraan pemerintah, yakni sebesar Rp155,40 triliun. Target ini naik 1,5% dari target penerimaan cukai tahun sebelumnya.

Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah berencana menyeleksi berbagai produk yang akan dikenakan cukai untuk menambah pemasukan Negara. Salah satu yang paling dekat adalah wacana pengenaan tarif cukai produk tembakau alternatif temasuk vape pada 1 Juli 2018 dalam kategori hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL). Nantinya, produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik akan dikenakan tarif sebesar 57%.

Namun, meskipun sudah ditetapkan pihaknya masih akan memberikan keringanan waktu. Artinya, pemberlakukan tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga tanggal 1 Oktober 2018 mendatang.

Kebijakan-kebijakan pengenaan cukai terhadap produk-produk pengolahan tembakau akan terus dikaji dalam sidang keputusan di gedung DPR. Kebijakan pengenaan cukai terhadap produk lain juga akan diterapkan, agar target penerimaan cukai tahun ini tercapai.

rokok

Industri rokok dari tahun ke tahun selalu menjadi penyumbang terbesar kepada Negara. Agak miris, jika melihat jumlah angka tinggi ini tidak dibarengi dengan kebijakan-kebijakan yang ramah bagi industri rokok. Pemerintah harusnya berterima kasih pada industri ini. Salah satu caranya adalah dengan membuat kebijakan tak perlu menaikkan harga cukai rokok. Toh dengan harga cukai rokok saat ini saja mampu menghasilkan pendapatan fantastis pada semester awal tahun ini.

Rokok dan Pembangunan di Kediri

Rokok dan Pembangunan di Kediri

Industri rokok terus menerus menyumbang kepada Negara. Selain lewat cukai rokok dan progam CSR perusahaan-perusahaan rokok, ada banyak lagi progam untuk orientasi pembangunan di Negara ini.

rokok

Kediri, salah satu kota dengan beberapa perusahaan rokok perlahan-lahan mulai membangun kotanya. Salah satu rencana pembangunan Kediri yang disupport oleh perusahaan rokok adalah pembangunan Bandara Udara.

PT Gudang Garam Tbk sebagai perusahaan rokok tersebsar di Kediri memang sudah lama berencana untuk membangun bandara di Kediri.  Hal tersebut menjadi salah satu bagian dari sumbangsih pembangunan perusahaan bagi daerah.

Progam pembangunan Bandara Udara di Kediri ini merupakan gagasan dari PT. Gudang Garam yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jawa Timur dan Pemerintah Pusat. Rencana pembangunan Bandara Udara ini akan diprioritaskan pengerjaannya mulai akhir tahun ini. 

Jumlah penduduk di Kediri cukup besar dengan lalu lintas yang cukup padat. Jika ingin bepergian keluar kota menggunakan pesawat diharuskan ke Surabaya terlebih dahulu, karena di sana ada Bandara Internasional Juanda.

Kediri, salah satu kota ketiga terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang memang menjadi salah satu kota dengan perdagangan gula dan industri rokok yang berpengaruh dan cukup besar di Indonesia. 

bungkus rokok

Ribuan pekerja dari tiga kabupaten: Kediri, Nganjuk, dan Tulungagung menggantungkan hidupnya pada Gudang Garam. Tak bisa dibantah, denyut ekonomi Gudang Garam sangat terasa bagi warga Kediri.

Pembangunan bandara baru di Kediri semakin menguatkan peran ekonomi Gudang Garam terhadap Kediri.

Tips Membersihkan Kaca Mobil dengan Rokok

Tips Membersihkan Kaca Mobil dengan Rokok

Supir-supir truk dan alat transportasi barang jaman dulu punya cara unik untuk membersihkan kaca kendaraan mereka. Durasi mengemudi yang lama serta medan dan lintasan yang ditempuh dengan cuaca dan debu yang tak bisa ditebak, membuat kaca kendaraan rentan kotor.

rokok

Menyiasati hal ini, supir-supir tersebut menggunakan rokok sebagai pembersih kaca mobil mereka. Rokok yang digunakan pun bukan rokok putih, melainkan kretek. Aneh tapi nyata, kretek yang berbahan baku tembakau ini ternyata memiliki khasiat untuk membuat pandangan kaca depan mobil jadi bersih cemerlang.

Suwarto, salah satu sopir veteran yang berusia 70 tahun berbagi pengalamannya menggunakan kretek sebagai bahan pembersih kaca mobil. Rokok sudah digunakannya bertahun-tahun dan terbukti manjur untuk membuat pandangan kaca depan lebih jernih. Air hujan tidak mudah menempel di permukaan kaca dan akan segera luruh sehingga pandangan ke depan menjadi lebih jelas.

rokok kretek

Caranya pun sangat sederhana. Begini tipsnya, Anda cukup merendam 2 hingga 3 batang kretek ke dalam air bersih dan biarkan hingga air berubah warna menjadi coklat. Kemudian air coklat tersebut gosokkan ke permukaan kaca hingga rata, tunggu beberapa waktu hingga airnya mengering. Ulangi beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Cara ini yang akan membuat kaca mobil kendaraan yang anda tumpangi menjadi bersih dan cemerlang. Hanya rokok kretek saja yang bisa digunakkan sebagai pembersih kaca mobil. Kandungan bahan dalam rokok kretek yang murni ditengarai mampu membuat kaca mobil tampak bersih. Sedangkan bahan di dalam rokok putih, tidak bisa digunakan sebagai pembersih kaca mobil. Tips ini di dapatkan dari rekan-tekan supir Suwarto yang lebih tua.

bungkus rokok

Hingga saat ini, cara membersihkan kaca mobil dengan menggunakan kretek masih terus digunakan Suwarto. Kretek ternyata berdaya guna tinggi, dan tak bisa dipandang semata-mata produk yang membuat sakit si pemakainya. Kretek adalah warisan asli Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

Fredie Blom, Manusia Tertua Asal Afrika yang Tetap Sehat Walau Merokok

Fredie Blom, Manusia Tertua Asal Afrika yang Tetap Sehat Walau Merokok

Umur manusia siapa yang tahu, hanya Tuhan yang tahu. Kadang tak disangka-sangka, orang sehat pun tiba-tiba mati di usia masih terlampau muda. Kadang ada pula orang berumur tua, yang gaya hidupnya jauh dari kata sehat namun masih segar bugar dan tetap hidup sampai saat ini. Logika rasional kita memandang umur manusia biasanya tak lepas dari apa yang dikonsumsi, gaya hidup serta kondisi lingkungan si manusianya. Apakah baik untuk tempat hidup, berkembang biak dan menjalani aktivitas rutin hingga ajal tiba. Namun, logika rasional tersebut tak selamanya bisa kita pegang sebagai bukti nyata untuk mampu bertahan hidup di dunia ini.

orang merokok

Fredie Blum. Lelaki asal Cape Town, Afrika Selatan menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai buruh di sebuah peternakan dan di industri konstruksi di Afrika Selatan. Ia adalah seorang bekas pekerja pertanian, yang kini berusia 114 tahun pada 8 Mei 2018 lalu. Meskipun ini belum diverifikasi oleh Guinness World of Records, saat ini Fredie tercatat sebagai orang tertua yang masih hidup hingga saat ini.

fredie blom

Di usianya yang 114 tahun itu, Fredie Blum masih aktif merokok. Ia sangat sulit sekali melepaskan kebiasaan merokoknya hingga saat ini. Dalam sehari ia menghabiskan dua hingga tiga batang rokok. Rokok yang dihisapnya bukanlah rokok regular dalam kemasan. Melainkan ia melinting sendiri tembakau. Di kampung halamannya, lintingan tembakau ini disebut dengan pil. Susah baginya untuk tidak membakar pil setiap harinya. Keinginan untuk berhenti merokok begitu kuat, namun keinginan untuk mendapatkan embusan temmbakau di dadanya juga sama kuat.

Anehnya, dengan kebiasaan merokok pil di tiap harinya, Fredie justru tidak merasakan efek samping apa pun. Ia merasa sehat bugar dan mampu beraktivitas seperti biasa. Hanya penyakit pada kakinya saja yang terus dirasakannya hingga saat ini. Penyakit yang didapatkan dari tahun lalu, salah satu lututnya bermasalah. Penyakit pada lututnya ini, biasa dianggap sebagai penyakit bagi orang yang berusia lanjut. Freddie Blum masih sanggup berjalan, namun sangat pelan.

fredie blom

Di kampung halamannya, Cape Town, Ia dianggap salah satu orang terkenal, karena umur yang begitu tua, masih tetap sehat dan hidup hingga saat ini. Beberapa media dan masyarakat luar banyak yang meragukan umur Freddie Blum. Namun, semua itu terjawab setelah West Cape Dept of Social Development, mengeluarkan dokumen identitas yang mencatat tanggal lahirnya pada 8 Mei 1904. Bukti ini semakin menguatkan bahwa Fredie Blum adalah manusia sehat yang masih tetap hidup yang berusia 114 tahun.

melinting rokok

Tak ada rahasia, atau resep bagaimana bisa hidup hingga usia ratusan tahun seperti itu. Fredie Blum hanya hidup biasa, tak ada yang spesial nan istimewa. Makanan yang dikonsumsi masih tetap sama, ia suka sekali dengan sayuran. Ia juga sudah berhenti meminum minuman keras beberapa tahun lalu. Ia juga masih tetap melinting dan merokok setiap harinya. Ia juga masih sanggup untuk mencuci pakaiannya sendiri.

Jika kita kembali menggunakan logika rasional bahwa untuk mendapatkan umur hidup yang panjang harus dengan gaya hidup sehat, maka ini terbantahkan dengan adanya Freddie Blum. Ia masih sehat, bugar, mampu beraktivitas seperti biasa, masih merokok hingga saat ini, dan masih tetap hidup di usia 114 tahun. Tetap hidup dan terus melinting tembakau, Fredie!

Resep Merokok dan Tetap Sehat dari FS Swantoro

Resep Merokok dan Tetap Sehat dari FS Swantoro

FS Swantoro yang pemikirannya kerap kita baca di media massa sekarang ini, memang hampir tak pernah meninggalkan rokok. Apalagi di forum-forum yang membutuhkannya otak bekerja lebih keras.

FS Swantoro

Pegiat Soegeng Sarjadi Syndicate ini telah lama tak bisa lepas dari rokok sejak di masa sekolah. Sambil bersembunyi di toilet ia mencuri kesempatan untuk merokok bersama kawan-kawan di SMA-nya. Dan ketika ia meneruskan di Universitas Parahiyangan di kota Paris van Java yang dingin, kebiasaan merokoknya bertambah.

Ia bercerita juga semasa aktif di bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) PDI bersama Tarto Sudiro, Sukowaluyo, Angelina Patiasina, Mohctar Pakpahan, Soegeng Sarjadi, Laksamana Sukardi, dan Kwik Kian yang menjabat sebagai ketua Litbang PDI.

Di lingkungan itu, setiap kali pertemuan untuk mendiskusikan berbagai hal terkait kehidupan berbangsa dan bernegara, justru rokok tak bisa dilihat sebelah mata. Menjadi kurang semagat manakala diskusi tidak disertai dengan merokok.
Lelaki kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 8 September 1953 ini memang dikenal sebagai perokok berat. Di rumahnya istri dan anak-anaknya cukup toleran terhadapnya.

orang merokok

Sampai sekarang ia merokok, belum ganti merek rokok, dan masih tidak ada masalah dengan kesehatannya.

Sesungguhnya kesehatan manusia tidak hanya ditentukan oleh satu unsur, misalnya rokok. Tetapi dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti pola hidup, pola makan dan minum, pola istirahat, olahraga, dan sebagainya.

rokok

Mengacu pada temuan bangsa China kuno, kesehatan manusia itu sangat dipengaruhui okeh energi yang masuk dan energi yang keluar. Jika energi yang masuk dan keluar seimbang, maka tubuh manusia menjadi sehat.

“Itulah prinsip hidup sehat menurut bangsa China kuno, yang saya terapkan dalam kehidupan saya,” kata FS Swantoro.

*Dikutip dari Divine Kretek Rokok Sehat. Taruh di manfaat rokok

Merokok Dapat Membuat Pertahanan bagi Jantung, Liver, dan Ginjal

Merokok Dapat Membuat Pertahanan bagi Jantung, Liver, dan Ginjal

“Tembakau memiliki khasiat yang luar biasa bagi tubuh. Tembakau disebarkan oleh para dokter ke seluruh dunia. Merokok dapat membuat pertahanan bagi jantung, liver, dan ginjal.”

tembakau

Pendapat tak umum ini disampaikan lulusan Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, Tomy Aditama seperti yang dilansir kabarbangsa.com.

Selain itu ia juga menyarankan agar tidak merokok rokok putih yang diduganya memanfaatkan tembakau sintetis. Sebab tembakau sintetis dibuat dari bahan kertas. Itulah sebabnya rokok putih berbahaya bagi kesehatan.

rokok

Dalam analisanya, ada kekuatan global di belakang para dokter yang mengatakan bahwa “merokok membunuhmu”. Kekuatan itu mencengkram visi tembakau di Asia. Dibandingkan dengan rokok, menurutnya, justru penyedap bahkan segala makanan instan dapat membahayakan bagi pertahanan tubuh.

bungkus rokok

Dalam praktiknya, ilmu kesehatan barat digunakannya untuk mendiagnosa pasien yang membutuhkan penjelasan lebih jauh tentang situasi dan kondisi tubuh berdasarkan ilmu kedokteran umum. Tetapi, dalam polarisasi menyembuhkan penyakit ia menggunakan ilmu kesehatan timur melalui cara mengurai berbagai fungsi pengobatan.