Tak Hanya Konser, Teater pun Mati Suri Tanpa Sponsor Rokok

Tak Hanya Konser, Teater pun Mati Suri Tanpa Sponsor Rokok

JAKARTA – Dampak dilarangnya penggunaan sponsor dari perusahaanrokok yang rencananya efektif tahun 2014, industri hiburan konser akan sepi mengingat tidak ada lagi yang memberikan sokongan biaya untuk produksi.

Tak hanya konser, Peraturan Pemerintah (PP) nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan juga berdampak pada pertunjukkan teater yang selama ini juga didukung perusahaan rokok.

Berdasar PP 109/2012, sponsor dari industri rokok diberi batasan yang cukup luas, seperti tak boleh mencantumkan logo, nama brand hingga warna produk.

Pasal 35, 36, 37, 38 PP 109/2012 juga mengatur mengenai sponsorship kegiatan seperti pentas musik, kegiatan kesenian. Merujuk pasal-pasal itu, perusahaan rokok boleh memberi kontribusi asalkan tidak ada kompensasi apa-apa. Tidak ada image, logo, pada spanduk. Juga untuk CSR pun tidak boleh dari perusahaan rokok.

Hal ini membuat salah satu pelaku industri musik, Dani Pete pimpinan Pos Manajemen yang juga menaungi band GIGI menyesalkan adanya PP ini.

”Kami ambil kesimpulan, show akan berkurang,” kata Dani saat ditemui media di Jakarta, baru-baru ini.

Dani berpengalaman di industri musik sejak terjun pada 1981. Dia melihat industri rokok sudah melekat dengan dunia panggung. Peran sponsorrokok yang begitu besar, menurut Dani, belum tergantikan sampai sekarang.

“Tahun 2000-an industri telekomunikasi dan perbankan kerap menjadi sponsor. Itupun dengan porsi yang masih kalah jauh dibandingkan industrirokok,” katanya.

Berdasarkan survey yang didapatnya, sekira 82,5 persen kegiatan musik Indonesia didukung oleh perusahaan rokok.

”Setelah kami survey, 82,5 persen kegiatan musik Indonesia disupport oleh industri rokok,” jelasnya.

“GIGI saja, bulan ini ada delapan event, sampai akhir tahun nanti ada 110 event. Itu 80 persen disponsori rokok,” bebernya.

Selain GIGI, band Kotak pada Mei ini punya 18 event tour Sumatera, yang juga disponsori rokok.

“Selama ini para pelaku industri hiburan mengandalkan show sebagai tulang punggung aktivitasnya,” ujarnya.

Dani menyayangkan pembuatan PP ini, pemerintah tak dibarengi aksi nyata mengatasi CD bajakan, kaset, dan sebagainya.

“Lalu ada RBT, tapi pemerintah juga tidak siap. Ketika RBT turun, enggak ada yang gantiin. Maka kami mengandalkan show-show. Lalu kalau kontribusi rokok dibatasi, bagaimana?” tanyanya.

Pelaku seni Slamet Rahardjo Djarot Selain merasa janggal melihat PP 109/2012 karena mengharamkan gambar orang yang sedang merokok pada beragam media seperti film, iklan, media masa dan lainnya.

”Jangan bicara bahwa seniman nanti mati kalau tidak rokok. Tapi kita bicara, kalau saya tidak suka merokok, jangan melarang orang merokok. Kalau saya ingin berikan dukungan, saya ingin lebih memulai dari berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan,” katanya.

Butet Kertaredjasa juga menyesali adanya PP ini. Menurutnya, selama ini negara absen berkontribusi terhadap panggung teater. Para pegiat teater hanya menggantungkan penutupan biaya produksi dari penjualan tiket yang sering jauh di bawah pengeluaran produksi sebuah pentas teater. Kekurangan biaya produksi bisa tertutup dari keterlibatan sponsor, salah satunya dari industri rokok.

”Siapa yang bisa bergantung pada tiket saja? Teater Koma diselamatkan oleh industri rokok. Ada seni musik, film dan sebagainya. Kalau peran-peran masyarakat seperti ini juga dihalangi, memangnya pemerintah siap menggantikan itu?” tandasnya.

Bukan tidak mungkin pasca diberlakukannya PP 109/2012 Indonesia akan sepi konser besar, seperti Java Jazz dan Java Rockinland.

Sumber

Advertisements

5 Konser Terpopuler dengan Sponsor Rokok di Indonesia 5

5 Konser Terpopuler dengan Sponsor Rokok di Indonesia 5

5. Guns N’ Roses
Hadir di usia yang tak lagi muda dan formasi yang sudah berganti, tidak menjadikan band gaek satu ini kehilangan taringnya. Guns N’ Roses akhirnya berhasil diboyong ke Jakarta menjadi penutup tahun 2012.

Perubahan yang terjadi oleh Axl Roses Cs ini sepertinya tidak menghalangi pihak penyelenggara untuk tetap merayu Guns N’ Roses datang ke Indonesia setelah 20 tahun tak terealisasikan. Jangan melihat sebelah mata, terlepas dari segala konflik keraguan dan kontroversial mereka saat ini, Guns N’ Roses berhasil membuktikan bahwa musik mereka tak pernah mati.

Ribuan penggemar terpuaskan denga lagu-lagu jagoan mereka, belum lagi ketika di sela-sela pertunjukan, sang gitaris memainkan penggalan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang disambut kor massal dari penonton.

Sumber

5 Konser Terpopuler dengan Sponsor Rokok di Indonesia 4

5 Konser Terpopuler dengan Sponsor Rokok di Indonesia 4

4. Sepultura
Produsen rokok sudah mulai mensponsori acara musik sejak lama, mungkin terhitung sejak era 90an. Pada tahun 1992, salah satu perusahaanrokok terbesar di Indonesia berhasil menjadi penyandang dana dalam konser metal pertama kali, Sepultura.

Tidak main-main, konser ini digelar di dua tempat di Indonesia, yaitu di Jakarta dan Surabaya. Tata panggung dan sound system yang luar biasa, tak kurang berhasil menyedot 40 ribuan orang (bertiket) dan puluhan ribu lainnya tanpa tiket.

Konser Sepultura secara langsung menjadi salah satu konser bersejarah yang pernah digelar di Tanah Air.

Sumber

5 Konser Terpopuler dengan Sponsor Rokok di Indonesia 2

5 Konser Terpopuler dengan Sponsor Rokok di Indonesia 2

2. Java Rockin’Land
Festival musik rock terbesar se-Asia Tenggara, Java Rockin’Land, juga menjadi ajang pembuktian keberhasilan produsen rokok akan kontribusinya di kancah musik nasional maupun internasional. 10 panggung dengan ratusan band yang tampil seakan menjadi parameter bahwa festival ini menjadi wadah yang positif bagi industri musik.

Festival yang pertama kali menghujam Jakarta tahun 2009 ini masih menyisakan banyak kenangan hebat, salah satunya dengan mendatangkan lagi band rock legendaris, Mr. Big. Kedatang kedua Mr. Big adalah kehebohan tersendiri bagi penikmat musik yang belum lahir ketika band Paul Gilbert Cs ini menyambangi Jakarta di tahun 1996.

Tidak hanya penampilannya yang bisa diingat, tapi juga Indonesia adalah negara kedua yang didatangi Mr. Big sebelum akhirnya mereka bubar. Selain Mr. Big beberapa band besar lain yang juga pernah bermain di Java Rockin’Land adalah Verttical Horizon, Secondhand Serenade, Smashing Pumpkins, The Vines, Streophonic, The Cranberries, 30 Seconds To Mars, Helloween dan banyak lainnya, termasuk band-band besar seperti Slank dan Godbless.

Sumber

5 Konser Terpopuler dengan Sponsor Rokok di Indonesia 1

5 Konser Terpopuler dengan Sponsor Rokok di Indonesia 1

1. Jamrud

Dimulai dari bergabungnya Jamrud ke manajemen dari motor kancah musik rock Indonesia, Log Zhelebour, Krisyanto Cs ini berhasil menjadi band rock nomer satu Indonesia sejak tahun 1996. Puncak popularitas Jamrud kemudian datang di tahun 2000, ketika mereka merilis album ‘Nigrat’ yang terjual hingga 2 juta keping.

Bersama dengan Log, Jamrud kemudian melakukan tur hingga 120 kota di Indonesia yang disponsori oleh perusahaan rokok sebagai sponsor tunggal. Tidak sampai di situ, band pelantun ‘Surti Tejo’ ini juga kemudian diundang untuk tampil di Jepang dan Korea.

Mendapatkan sesi rekaman di Australia dan melahirkan album ‘Sydney090102’ seakan menjadi penutup yang manis dari perjalanan mereka.

Sumber

5 Konser Terpopuler dengan Sponsor Rokok di Indonesia

5 Konser Terpopuler dengan Sponsor Rokok di Indonesia

Jakarta – Rokok dan musik. Dua hal yang selama ini tak pernah terpisahkan. Bukan hendak membela salah satu pihak dalam polemik antara promotor dengan pemerintah akhir-akhir ini setelah adanya keputusan yang melarang sponsor rokok dalam acara musik.

Namun, 5 konser terpopuper yang dihimpun detikHOT di bawah ini menunjukkan bahwa selama ini rokok nyaris menjadi satu-satunya dukungan untuk keberlangsungan pagelaran musik.
Mendapatkan sesi rekaman di Australia dan melahirkan album ‘Sydney090102’ seakan menjadi penutup yang manis dari perjalanan mereka.

Sumber

Antara Rokok dan Sepultara

Antara Rokok dan Sepultara

Legenda musik cadas asal Brasil, Sepultura menyambangi Indonesia pada 1992. Konser mereka digelar di dua kota, Jakarta dan Surabaya. Edane didapuk sebagai penampil pembuka di Jakarta. Adapun di Surabaya, tercatat nama Mel Shandy dan Power Metal sebagai pemanas aksi. Pentolan Sepultura,  Max Cavalera dalam wawancara di film dokumenterGlobal Metal, mengenang konser di Indonesia sebagai salah satu yang paling berkesan. Gelaran ini diberi tajuk “Konser Musik Bukan Sembarang Pria” disponsori oleh rokok Djarum Super. TheWildestBlog mengenang konser itu:

Tiket untuk menonton pertunjukan itu adalah Rp.6,500,- (kalau tak salah ingat), dan bagi penonton yang bisa menunjukkan kupon diskon dari majalah HAI berhak mendapatkan potongan sebesar Rp. 1500. Harga tiket sebesar itu sudah termasuk satu bungkus rokok Djarum Super (perusahaan rokok yang menjadi sponsor pertunjukan ini), yang menurut ingatanku kala itu di pasaran seharga tak lebih dari Rp,500,-.

Sumber