Demi industri rokok kretek nasional, Indonesia gugat Australia

Kebijakan kemasan polos rokok yang diberlakukan di Australia melanggar perjanjian Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS) yang disepakati bersama anggota WTO yang mengatur kesepakatan konsumen berhak mengetahui informasi produk yang akan dikonsumsi dan produsen berhak mencantumkan merek dagang.

Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional (KPI) Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi mengungkapkan gugatan ini dilayangkan untuk menjaga kepentingan nasional. Sebab, kebijakan kemasan polos produk rokok yang diterapkan Australia berimplikasi luas pada perdagangan dunia, khususnya Indonesia.

Di negara Indonesia produk rokok merupakan sokoguru perekonomian Indonesia dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, serta memberikan pendapatan besar bagi negara.

Bachrul menuturkan industri rokok menyumbang 1,66 persen total Gross Domestik Poduck (GDP) Indonesia dan devisa melalui ekspor ke dunia yang nilainya pada 2013 mencaai 700 juta dollar AS.

Sumber: Rokok Indonesia
Gambar: Eko Susanto (Flickr)

Indonesia Menggugat Aturan Kemasan Polos Produk Rokok ala Australia

Indonesia melayangkan gugatan ke WTO (Woarld Trade Organization) berkaitan dengan pemberlakuan kemasan polos produk rokok yang diberlakukan di Australia.

Gugatan yang disampaikan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan ini merupakan sengketa dagang terbesar yang ditangani WTO, sebab selain Indonesia terdapat tiga negara lain, Honduras, Republik Dominika, dan Kuba, serta 36 negara anggota WTO ikut serta menjadi pihak ketiga yang berkepentingan atas gugatan ini.

Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional (KPI) Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi menegaskan kewajiban menggunakan kemasan polos produk rokok telah mencederai hak anggota WTO di bawah perjanjian Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS).

“Konsumen memiliki hak untuk mengetahui produk yang akan dikonsumsi, dan di sisi lain produsen juga memiliki hak untuk menggunakan merek dagangnya secara bebas tanpa hambatan-hambatan yang tidak berdasar,” kata Bachrul.

Sumber: Rokok Indonesia
Gambar: Eko Susanto (Flickr)

Nasilah, Perempuan Dibalik Rokok Kretek

Dalam kisah sejarah penemuan rokok kretek, ada seorang perempuan yang juga berperan dalam mempopulerkan rokok khas Indonesia ini. Jika Haji Djamhari menemukan rokok kretek dengan sebab kesehatan, lantaran dia sakit bengek kemudian sembuh. Nasilah, si penjaga kedai ini lebih pada faktor kebersihan yakni ia memasarkan rokok kretek supaya para kusir yang datang ke kedainya mengurangi kebiasaan nginang.

Kemudian, di kedainya, datangkan Nitisemito yang akhirnya menjadi suaminya. Kedua pasangan ini malah lebih fokus untuk menjalankan usaha pabrik rokok. Bahkan sempat menjadi pabrik besar yang memasarkan rokok bermerek Tjap Tiga Bal.

Sumber: Rokok Indonesia
Gambar: Gambar Rokok

Merokok Bukan Kriminal

Pagi hari di tanggal 31 Mei 2015, Mahayu Koesoemo mendapatkan pertanyaan di Ask.fm, “Cowok ngerokok itu bandel nggak sih, menurut kamu?”

Tak cukup di situ, dia juga membuka linimassa media sosial yang dicerca oleh berbagai gambar menyeramkan, informasi menakutkan, dan berbagai hal yang membuat seseorang berhenti merokok. Ada pula kampanye yang memerintahkan orang untuk mengambil rokok seseorang dan mematahkannya. Semua kampanye itu disatukan dalam hastak Anti Tembakau.

Menanggapi hal ini Mahayu berkomentar: “Merokok bukan tindakan criminal. Bulan pula doa yang membuat kamu mati besok pagi setelag menghisap beberapa barang. Yang masih bersikera koar-koar menggap rokok itu buruk sampai-sampai ada Hari Anti Tembakau (Saya masih tidak bisa membayangkan betapa sakitnya perasaan para petani tembakau dan buruh rokok menanggapi hal ini), mungkin hidupmu kurang piknik.”

Sumber: Rokok Indonesia
Foto: Eko Sosanto (flickr)

Siapa Lelaki dalam Gambar Peringatan “Merokok Membunuhmu”?

Sejak pertengahan 2014 lalu, bungkus rokok di Indonesia harus menyertakan peringatan bergambar.

Kebijakan terkait ini, diatur oleh PP 109 Tahun 2012, yang mengadopsi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Kesepakatan yang melibatkan berbagai negara dan paling cepat mencapai kesepakatan ini menuai kontroversi. Sebab, diketahui ada aliran dana dari berbagai Perusahaan Multinasional Farmasi yang mempunyai kepentingan bisnis atas bisnis “nikotin” berperan besar untuk mendorong kesepakatan segera tercapai, dan akhirnya diadopsi oleh berbagai negara.

Tetapi bukan saja peraturannya saja yang diimpor, gambar peringatan yang ditampilkan di bungkus rokok versi “merokok membunuhmu” bersanding dengan dua tengkorak juga bukan orang Indonesia.

Gambar peringatan itu pertama kali dipublikasikan di Thaliand sejak tahun 2012, dan diyakini sebagai orang Thailand. Sedangkan di Indonesia mulai digunakan tahun 2014.

Ah, dari gambar peringatan itu, Anda tahu kan sebab yang membuat orang tidak kreatif?

Foto: Eko Susanto (Flickr)
Sumber: Rokok Indonesia

Resep Umur Panjang Perokok

Mark Twain, satrawan yang terkenal melalui karyanya Petualang Tom Sawyer dan menjadi acuan bagi para penulis dunia ini, punya cerita tentang resep umur panjang.

Pada perayaan ulang tahunnya yang ke 70 tahun, dan barangkali tertawa sambil mengisap tembakau ia menuliskan resep umur panjangnya demikian:

“Saya telah mencapai umur tujuh puluh dengan cara biasa: dengan mengikuti secara ketat jalan kehidupan yang mungkin akan membunuh orang lain. Kedengarannya seperti berlebihan, tetapi ini benar-benar aturan umum untuk mencapai usia tua. Ketika kita meneliti dari setiap orang tua yang cerewet, kita selalu menemukan bahwa kebiasaan yang telah membuat mereka bertahan mungkin akan membusukkan kita… Saya tawarkan di sini sebuah dugaan… bahwa kita tidak dapat mencapai usia tua lewat jalan orang lain…

Saya telah membuat suatu aturan untuk tidak merokok lebih dari satu cerutu pada satu waktu. Saya tidak memiliki pembatasan lain soal merokok. Saya tidak tahu kapan saya mulai merokok. Saya hanya tahu bahwa itu berlangsung selama ayah saya masih hidup dan saya merokok diam-diam. Beliau meninggal pada awal tahun 1847, ketika saya melewati umur sebelas tahun.

Sejak saat itu saya merokok terang-terangan. Sebagai contoh untuk orang lain, dan bukan karena saya peduli untuk membatasi diri, saya selalu mempraktekkan untuk tidak tidur dan tidak pernah menahan diri ketika terjaga. Ini merupakan praktek yang baik. Maksud saya, bagi saya, tetapi beberapa dari Anda mengetahui dengan baik bahwa itu tidak akan menjawab pertanyaan semua orang yang mencoba mencapai umur tujuh puluh tahun…

Hari ini, sudah enam puluh tahun saya mulai merokok hingga kini.”

Foto: Eko Susanto (Flickr)

Sumber: Rokok Indonesia

Resep Umur Panjang Hadi Sumitro

Tahun ini, usia Hadi Sumitro akan genap 90 tahun. Usia yang relatif panjang bila dibandingkan rata-rata usia manusia saat ini. Namun, kesehatannya tergolong baik. Pendengarannya bagus. Bicaranya jelas dan mantap.

Kakek dengan 6 anak dan 14 cucu ini merupakan pengagum berat Soekarno dan Sultan Hamengkubuwono IX. Di dinding rumahnya yang asri dan sederhana, tepatnya di ruang tamunya, terdapat tokoh idolanya, Soekarno, dan bersanding dengan bendera merah putih yang digantung seadanya.

Sekarang ini, kesehariannya ia mengembala kambing di sekitar Kaputren Candi Ratu Boko. Sembari mengawasi kambing yang dibiarkan mencari makan, biasanya ia mengisap rokok kretek merek 76. Dua bungkus rokok 76 ia habiskan setiap harinya, dan juga tambahan tembakau yang dilinting sendiri.

Tapi, apa yang membuat panjang umur?

Ia menjalani hidup dengan bergembira, “Hidup itu harus sederhana , Le, Gusti Allah telah memberikan rejeki yang banyak dan menjadikanmu kaya,” katanya dalam bahasa jawa.

Selain itu, ia mengaku rajin laku mutih sejak muda.

Foto: Eko Susanto via Flickr
Sumber: Rokok Indonesia