Relaksasi Pernapasan dengan Merokok

Relaksasi Pernapasan dengan Merokok

Manfaat Rokok – Kenyataan ini terkesan kontradiktif dengan pendapat umum yang menyatakan merokok menimbulkan sesak napas. Tapi begitulah kenyataannya, aktivitas merokok memang punya manfaat, salah satunya adalah membuat perokok memiliki cara tersendiri untuk melonggarkan pernapasan. Proses Anda mengisap dan mengeluarkan asap ternyata membantu tubuh merasa rileks dan tenang.

manfaat rokok

Pada seseorang yang mengalami panik dan stres, maka dokter akan menyarankan pasien untuk berlatih penapasan. Metode yang biasa disebut relaksasi penapasan. Cara melakukannya akan diminta untuk menarik napas dalam dan menahannya selama 1-2 detik sebelum kemudian melepaskannya.

manfaat rokok

Proses ini persis sama dengan merokok. Pola bernapas seperti ini akan mempelambat denyut jantung dan mengendorkan otot-otot, khususnya otot leher dan punggung, yang sering tegang pada situasi stres.

Foto oleh : Eko Susanto

Advertisements

Pemanfaatan Puntung Rokok sebagai Pembasmi Hama

Pemanfaatan Puntung Rokok sebagai Pembasmi Hama

Manfaat Rokok – Sisa dari rokok seringkali dianggap sebagai sampah yang tidak bisa dimanfaatkan lagi. Walaupun tergolong sebagai sampah yang mudah terurai karena berbahanbaku organik, tetapi baru-baru ini ada penelitian dari Kelompok Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Negeri Yogyakarta. Menemukan peluang pemanfaatan putung rokok sebagai insektisida nabati.

manfaat rokok

Dari penelitian yang dilakukan selama 1,5 bulan, dengan membandingkan antara pemanfaatan puntung rokok dan ekstrak daun papaya terhadap jumlah kematian Plutellaxylostella (ulat kubis), ternyata putung rokok lebih unggul mempercepat kematian hama tersebut.

Salah satu mahasiswa yang melakukan penelitian ini, Martha Lina, mengatakan prosedur penelitian ini diketahui dari penyemprotan insektisida nabati punting rokok dan ekstrak daun papaya dalam jangka waktu yang ditentukan.

manfaat rokok

Dari penelitian diketahui bahwa ekstrak punting rokok mengakibatkan 100 persen tingkat mortalitas hama yaitu sebanyak 21 ekor ulat kubis dalam kurun waktu tiga hari. Sedangkan ekstrak daun papaya hanya mengakibatkan 65 persen atau sebanyak 14 ekor ulat yang mati dalam kurun waktu 5 hari.

manfaat rokok

Puntung rokok mengandung senyawa alkoida dari daun tembakau. Dengan kata lain menurut Martha, nikotin dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan insektisida.

Foto oleh : Eko Susanto

Sejarah Desa Lekor, Desa Penghasil Tembakau Virginia di Lombok

Sejarah Rokok | Daripada menyebut sebagai Desa Lekor, orang mengenal desa di wilayah selatan Lombok ini dengan sebutan “Desa Tertinggal. Tanah di daerah ini cenderung kering dengan kandungan tanah liat. Penghidupan masyarakat juga tak banyak pilihan. Tanah pertanian seringkali tak tergarap maksimal. Alasan itu yang membuat di daerah ini disebut Daerah Tertinggal dan daerah kantong kemiskinan.

Sabarudin, seorang penduduk Desa Lekor, Kecamatan Janapria, Kabupaten Loteng, berkisah mengenai banyak orang di kampungnya yang lantas memilih untuk bekerja di daerah lain, di tambang-tambang dan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri.

Baru pada dekade pertengahan 80-an orang-orang di desa mempunyai alternatif pencahariaan yang mampu memberikan hasil lumayan untuk biaya hidup sehari-hari. Sabarudin termasuk salah seorang yang memulai budidaya perkebunan tembakau di desa itu. Ia mendapatkan cerita dari kerabatnya di luar desa yang berhasil membudidayakan tembakau jenis virginia.

Ia pun mencoba, dengan terlebh dahulu menghubungi kemitraan untuk mendapatkan informasi dan belajar proses budidaya. Dalam ujicoba yang pertama ternyata usahanya mendapatkan hasil. Dan ia mengajak orang-orang di desanya untuk melakukan hal yang sama. Kemudian pada tahap lanjut membentuk kelompok tani Beriuk Nambah yang berarti bekerja sama-sama atau gotong royong.

Sejarah Rokok
Para Petani Tembakau di Desa Lekor

 

Setelah terbukti mendapatkan hasil yang lumayan, barulah ada satu-dua penduduk desa yang memutuskan kembali dan melakukan praktik yang sama. Berkebun tembakau.

Tetapi, menjadi komunitas yang dikatakan berhasil menjalankan usaha pertanian justru membuat terjadi kesenjangan di masyarakat. Begitu usai panen, pernah rumah salah satu petani dalam Beriuk Nambah didatangi perampok untuk mendapatkan uang dari hasil panen tembakau. Untung saja, tidak terjadi bencana. Mereka justru bahu-membahu melakukan penjagaan.

Selain usaha perkebunan tetap berjalan sampai sekarang. Kelompok tani Beriuk Nambah juga membuat jejaring pengaman sosial dengan membuat peternakan sapi. Bila musim sedang tak baik, maka sapi-sapi itu yang menjadi cadangan keuangan petani.

Sumber gambar: Eko Susanto

from rokokindonesia.com http://ift.tt/1KzZdQo

Budaya: Menjamu Tamu dengan Rokok

Merokok tak hanya merupakan kesenangan pribadi, namun juga menjadi hidangan penting yang disajikan kepada para tamu, tidak ubahnya dengan sirih dan pinang. Begitulah argumentasi dari sejarawan Amen Budiman dan Ong Hok Ham yang disampaikan dalam buku Rokok Kretek: Lintasan Sejarah dan Artinya bagi Pembangunan Bangsa dan Negara.

Pada awal abad 19, masyarakat Indonesia tidak hanya menyajikan tembakau untuk dilinting oleh para tamunya, namun juga telah siap pakai dalam bentuk rokok buatan sendiri.

Menurut mereka, sebuah kutipan dari “Centhini”, sebuah naskah sastra Jawa terkenal yang disusun pada tahun 1814 atas perintah Sunan Paku Buwono V, waktu baginda masih menjadi putra mahkota, membuktikan adanya sajian rokok yang dimaksud.

Sira dhewe ngladenana nyai

lan anakmu dhenok

ganten eses wedang dhaharane

mengko bagda ngisa wissa ngrakit

dhadar kang priyayi

dhayohmu linuhung.”

Artinya:

“Hai dinda, hendaknya egkau sendiri yang melayani

bersama anakmu si upik

dengan sirih, rokok, minum dan makanan

usia isya nanti hendaknya engkau telah selesa menyiapkan makanan yang baik

oleh karena tamumu orang yang mulia.”
Sumber: rokokindonesia.com

Pemerintah Indonesia Antisipasi Kemasan Polos Rokok di Singapura

Atas rencana penerapan kemasan polos produk rokok (plain packaging) yang direncanakan Singapura, pemerintah Indonesia melalui Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, (PEN) Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak menyatakan akan bergerak mengantisipasi.

Kebijakan kemasan rokok polos produk rokok jelas akan merugikan Indonesia. Dari neraca perdagangan rokok di Singapura Indonesia menempati sebagai pengekspor terbesar kedua ke Singapura. “Apabila kebijakan kemasan polos diterapkan Pemerintah Singapura, maka diperkirakan akan berdampak pada penurunan ekspor kita ke Singapura,” kata Nus, dalam keterangannya tertulisnya di Jakarta.

Menurut data Kemendag, ekspor produk tembakau Indonesia ke Singapura pada 2014 mencapai USD 139,99 juta, menurun 9,66 persen dibanding periode sebelumnya yang mencapai nilai USD 145,96 juta. Pengekspor terbesar ditempati Tiongkok dengan sharemarket sebesar 20,39 prsen.

“Jika kebijakan baru ini diberlakukan, ekspor produk rokok dan produk tembakau diperkirakan makin merosot,” paparnya.

Tindakan pemerintah Singapura diketahui setelah public hearing dengan Health Committee di Parlemen pada 12 Maret 2015. Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kesehatan Singapura telah mengungkapkan rencana kebijakan standarisasi kemasan rokok maupun produk tembakau. “Salah satunya yaitu Announcement: Pubic Consultation on Standardized Packaging yang menerangkan Singapura akan menerapkan kebijakan kemasan polos.

Nus menjelaskan, Singapura berenana mengadakan konsultasi publik pada akhir 2015 dan terbuka bagi para stakeholders berkepentingan. Ini dilakukan Pemerintah Singapura untuk mendapatkan pandangan atau masukan dari berbagai pihak.

“Ini kesempatan bagi kita, pemerintah, dan produsen rokok dan produk tembakau di Indonesia, untuk menyampaikan pandangan dan masukan sebelum kebijakan itu diberlakukan Singapura dengan argumentasi yang kuat,” papar dia.

Foto: Eko Susanto

Sumber: rokokindonesia.com

Soekarwo: Pemrov Jatim Akan Perjuangkan Nasib Petani Tembakau

petani tembakau
petani tembakau

Pemrov Jatim akan menyiapkan benih untuk membela petani tembakau. Langkah tersebut diambil sebagai upaya pemerintah untuk mengintevensi petanai tembakau agar dapat berdaya saing.

Menurut Soekarwo, Gubenur Jawa Timur, secara subtansi yang sangab serius adalah memperjuangkan nasib petani tembakau.

“Ini karena permasalahan yang sering dihadapi oleh petani tembakau yakni ketersediaan benih tembakau,” ujarnya.

Selain benih dan bibit tembakau, ketersediaan puppuk, pemberantasan “Bank Thitil” atau lintah darat, tataniaga yang panjang hingga kompetisi harga tembakau luar negeri harus difasilitasi dan dihitung secara detail oleh APTI bersama pemerintah, sehingga tidak ada yang salig dirugikan.

“Jika terdapat permasalahan yang terjadi pada sektor regulasi, pemerintah berhak memberikan subsidi,” jelas Soearwo.

Subsidi, imbuhnya, tidak diperbolehkan pada pasar bebar, akan tetapi jika pemerintah memberi subsidi yang diperuntukkan bagi perlindungan konsumen diperbolehkan.

Perlindungan konsumen yang akan dilakukan Pemrov Jatim meliputi standarisasi hingga pemangkasan tataniaga yang panang. Jika tataniaga dipotong, akan memberikan perlawanan terhadap produk tembakau dari luar.

Soekarwo menambahkan, Pemrov Jatim akan melibatkan Bank Tani kepada petani tembakau yang kesulitan di dalam modal. Bank Tani akan dilibatkan agar memberi kemudahan bagi petani tembakau agar bunga ringan.

Sumber: rri.co.id // Foto: Eko Susanto

Sumber: rokokindonesia.com

Petani Tembakau Peringatkan Jokowi Tidak Tandatangani FCTC

Petani tembakau mengingatkan Presiden Jokowi Widodo untuk tidak menandatangani aksesi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Alasannya, aksesi FCTC akan berdampak buruk terhadap petani tembakau dan industri.

Peringatan itu disuarakan dalam Musyawarah Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) ke III yang berlangsung di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), sejak Selasa (28/7).

Ketua APTI Jawa Tengah, Wisnu Brata mengatakan bila Jokowi meneken FCTC maka secara langsung akan tunduk kepada hokum internasional yang sifatnya mengikat.

Namun karena Jokowi sudah berjanji melindungi, petani tembakau yakin bahwa ikrar itu tidak akan dilanggar.

Janji tersebut, kata Wisnu, diucapkan pada saat Jokowi bertemu dengan petani tembakau. Wisnu menirukan yang disampaikan Jokowi, dia akan melindungi semua industri padat karya termasuk padat karya dalam hal ini Industri Hasil Tembakau, termasuk petani.

“Saya masih percaya, panglima tertinggi kan Presiden. Beliau menjanjikan petani mendapatkan perlindungan. Makanya kami berharap kebijakan itu tidak sekadar kepentingan kesehatan atau kesejahteraan, harus ada kebijakan yang win win solution, tidak saling merugikan,” kata Wisnu.

Pada aksesi FCTC, WIsnu juga mengingatkan Kementerian Kesehatan untuk tidak menyalin secara keseluruhan regulasi tersebut karena terbukti tidak sesuai dengan ekonomi, social, budaya masyarakat Indonesia.

Karenanya, harus ada aturan yang melndungi semua pihak, termasuk para petani tembakau. Wisnu pun mendorong semua komponen baik pro-kontra untuk duduk bersama.

Wisnu sendiri mengaku, para pemangku kepentingan IHT sangat mendukung larangan merokok di tempat umum. Namun demikian, ia meminta pemerintah juga mengeluarkan regulasi untuk menyediakan area merokok seperti titah Mahkamah Konstitusi.

Foto: Eko Susanto

Sumber: rokokindonesia.com