Jawa Timur Jadi Provinsi Penerima Dana Bagi Hasil Cukai Rokok Tertinggi

Jawa Timur Jadi Provinsi Penerima Dana Bagi Hasil Cukai Rokok Tertinggi

Kementerian Keuangan mencantumkan Jawa Timur sebagai provinsi yang paling banyak menerima jatah Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT)

Keputusan ini tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Rincian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Menurut Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota tahun anggaran 2019.

rokok

Di tingkat kabupaten dan kota, penerima DBH CHT tertinggi adalah Kabupaten Pasuruan dengan nilai Rp177,53 miliar dan Kabupaten Kudus dengan nilai Rp158,06 miliar.

Sementara itu, kabupaten yang menerima nilai DBH CHT paling sedikit adalah 15 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan yakni Lahat, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Muara Enim, Ogan Komerin Ulu, Ogan Komering Ilir, Palembang, Pagar Alam. Lubuk Linggau, Prabumulih, Banyuasin, Ogan Ilir, Empat Lawang, Penukal Abab Lematang Ilir, dan Musi Rawas Utara.

rokok

Penjatahan jatah DBH CHT ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Rincian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Menurut Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota tahun anggaran 2019.

toko rokok

Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau yang sering disingkat sebagai disingkat DBH-CHT sendiri merupakan bagi hasil pungutan di luar pajak dalam bentuk cukai dari olahan tembakau, yang diatur dan dikelola negara.

Pembagian DBH-CHT ini punya alokasi tersendiri, yakni 30 persen untuk provinsi penghasil, 40 persen untuk kabupaten/kota daerah penghasil, dan 30 persen untuk kabupaten/kota lainnya

Advertisements

Kisah Gus Dur Membela Industri Tembakau

Kisah Gus Dur Membela Industri Tembakau

Era reformasi adalah era kebangkitan Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia. IHT kala krisis moneter di tahun 1998 menjadi satu-satunya Industri yang mampu bertahan melewatinya. Pasca reformasi, Gus Dur tampil menjadi presiden yang sangat mendukung industri hasil tembakau ini.

gus dur

Di masa pemerintahan, Gus Dur banyak melakukan kebijakan-kebijakan berani, Salah satu kebijakannya yang kelak bakal dikenang oleh banyak masyarakat industri tembakau adalah amandemen Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 81/1999 menjadi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38/2000. Amandemen ini mengatur tentang penayangan iklan IHT di media-media televisi, baik nasional maupun swasta dengan Batasan-batasan jelas.

Amandemen tersebut juga memberikan izin penyesuaian level kandungan tar dan nikotin menurut jenis produk hasil tembakau, dan penentuan batas waktu penyesuaian kandungan untuk sigaret (rokok) putih dua tahun, sigaret kretek mesin tujuh tahun dan sigaret kretek tangan sepuluh tahun.

Terkait dengan penayangan iklan, amandemen yang dikeluarkan Gus Dur saat itu memberikan angin segar bagi IHT untuk melakukan promosi pengenalan bermacam produk sigaret kretek.

Amandemen tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah bagi industri hasil tembakau.

rokok

Tak berhenti di situ, Gus Dur juga menjadi Presiden yang membubarkan Badan Penyanggah dan Pemasaran Cengkeh (BPPC). Salah satu badan yang muncul saat Soeharto masih menjadi Presiden. BPPC adalah badan yang “membunuh” petani cengkeh dan menghancurkan harga cengkeh di pasaran dunia. Dengan dibubarkannya BPPC, Gus Dur menyelamatkan harga cengkeh saat itu, oleh karenanya Gus Dur menjadi pahlawan bagi para petani-petani cengkeh di Indonesia, khususnya di daerah Maluku.

Gus Dur juga bersuara tegas menolak MUI mengeluarkan fatwa haram terhadap rokok. Alasannya karena fatwa haram MUI tak mempunyai dasar legitimasi agama yang kuat, dan juga tidak melihat konteks sosial masyarakat Indonesia secara utuh.

Gus Dur bersikap sesuai dengan apa yang menjadi pegangan Lembaga Bahtsul Masail (LBH NU) dasar ketetapan rokok adalah boleh alias mubah, sehingga tidak perlu pembahasan lagi.

rokok

Sayangnya hingga beliau berpulang, fatwa haram akhirnya benar-benar disahkan dan dikeluarkan oleh lembaga-lembaga yang tak punya legitimasi agama yang kuat.

Banyak lagi hal-hal yang ditorehkan Presiden KH.Abdurrahman Wahid semasa menjabat sebagai Presiden RI ke-4. Beliau memimpin Negara ini dari tahun 1999 sampai 2001. Banyak dari masyarakat merasa kehilangan besar, saat Gus Dur dipanggil Tuhan YME.

Beliau menjadi panutan banyak orang, dan dianggap salah satu pendobrak sistem pemerintahan Indonesia yang tak berpihak kepada wong cilik. Beliau juga adalah salah satu tokoh Pluralisme dan Guru bangsa. Salah satu pemimpin terbaik Indonesia.

Lika-liku Masa Depan Rokok Kretek di Tengah Gempuran Vape

Lika-liku Masa Depan Rokok Kretek di Tengah Gempuran Vape

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup.

  rokok

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuwan yang membantahnya. Vape lebih buruk dari pada rokok apalagi kretek. Bisa Anda coba googling sendiri soal bahaya Vape.

Anehnya produk impor entah kenapa selalu dinikmati di Indonesia. Padahal Negeri ini punya warisan budaya asli khas Indonesia yakni kretek. Tentu menjadi pertanyaan besar, kenapa warisan budaya asli Indonesia selalu dirasa kuno dan harus ditinggalkan. Ada yang bermain di sini. Tentu saja salah satunya adalah media. Produsen informasi yang membuat kebanyakan masyarakat khususnya remaja berusia 18 tahun ke atas merasa tren menghisap vape lebih baik dari pada menikmati kretek.

rokok kretek

Tren tak selamanya berjalan massal dan bertahan. Vape adalah salah satu bentuk tren sesaat. Banyak yang akhirnya mengetahui bahwa vape adalah produk berbahaya. Ia dianggap salah satu produk pengganti alternatif tembakau. Namun, faktanya di beberapa negara penggunaan vape dilarang.

Di Indonesia, beberapa kafe, rumah makan dan restoran melarang konsumennya menghisap vape. Produk vape sangatlah mengganggu, asapnya oleh banyak orang dianggap sangat banyak dan menganggu.

Dalam keadaan demikian inilah rokok kretek dianggap lebih baik.

Selain itu, kretek juga dianggap lebih pro dengan ketahanan ekonomi nasional, sebab hampir seluruh bahan yang dibuat untuk kretek dari mulai tembakau sampai cengkihnya merupakan tanaman asli Indonesia. Berbeda dengan vape yang secara faktual memang banyak didominasi oleh produk impor.

rokok

Persaingan rokok memang semakin ketat. Tak ada yang bisa menjamin siapa yang bakal memenangi persaingan di masa depan. Apakah vape? Apakah rokok putih? Atau apakah rokok kretek? Entahlah. Tapi yang jelas, jika yang menang ternyata adalah rokok kretek, maka itu adalah kemenangan besar bagi Indonesia.