Pajak Rokok Sumbang PAD Sulawesi Barat 85 Miliar

Pajak Rokok Sumbang PAD Sulawesi Barat 85 Miliar

Tahun 2018 kemarin, banyak daerah di Indonesia mampu mencapai target penerimaan pajak yang ditetapkan Pemerintah. Sebagian besar hasil pajak ini didapatkan dari cukai pajak rokok. Salah satu Industri yang paling tidak disukai oleh kelompok Anti-Rokok, namun ternyata mampu memberikan sumbangsih besar kepada Pemerintah.

rokok

Salah satu daerah di Indonesia yang mampu mencapai realisasi pajak adalah Sulawesi Barat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pajak Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sulbar Fahri. Beliau mengatakan bahwa target realisasi pajak rokok tahun 2018 mencapai jumlah sekitar Rp 85 miliar.

Pajak ini memberikan sumbangsih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Barat. Penerimaan besar pajak ini juga akan disalurkan ke Kabupaten melalui Dana Bagi Hasil pajak rokok.

bungkus rokok

Porsi Kabupaten akan mendapat DBH Rp 58,8 miliar. Ini akan dibagikan sesuai jumlah penduduknya. Bagi hasil pajak daerah kepada kabupaten: Mamuju mendapatkan Rp11.705.441.785, Majene Rp8.062.631.065, Polewali Mandar Rp16.821.103.927. Mamasa Rp7.664.045.5565, Pasangkayu Rp7.924.671.938 dan Mamuju Tengah Rp6.678.560.333.

rokok

Dengan pertimbangan realisasi ini, maka di tahun 2019 target penerimaan Pajak untuk Sulawesi Barat akan dinaikkan sebesar 91 miliar. Meningkat 6 miliar dibandingkan tahun 2018.

Advertisements

Cukai Rokok Mendominasi Perolehan Bea dan Cukai Kediri

Cukai Rokok Mendominasi Perolehan Bea dan Cukai Kediri

Cukai tembakau mendominasi raihan bea dan cukai Kediri selama 2018. Angkanya mencapai 96 persen dari total target raihan sebesar Rp 17,9 triliun.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kediri, Bapak Suryana.

bungkus rokok

“Capaian target melebihi tahun lalu yaitu sebesar 16,9 triliun,”

Menurut Suryana, hasil pencapaian ini dipengaruhi oleh 28 pabrik cukai hasil tembakau, tujuh kawasan dan satu gudang untuk wilayah KPPBC Kediri.

Kepala Seksi Layanan dan Informasi KPPBC Kediri, Adiek Marga Raharja menambahkan; “Pencapaian target cukai tembakau berasal dari pabean dan cukai. Untuk cukai sumbangsihnya besar. Sebesar 96 persen lebih dari 103,01 persen berasal dari Industri Gudang Garam untuk Kediri.”

cukai rokok

Sekitar 96 persen lebih didapatkan dari cukai hasil tembakau berupa rokok. Hal ini karena meningkatnya produksi yang dilakukan pabrik rokok, di sisi lain juga menunjukkan semakin bertambahnya jumlah perokok yang berada di Kediri. Dan juga faktor rutinnya tindak pemberantasan rokok ilegal di Kediri.

rokok

Sementara itu, Ellyn T. Brahmana, kepala BPS Kota Kediri menilai meningkatnya jumlah perokok meningkatkan perolehan cukai secara signifikan.

“Rokok memang tidak selalu naik harga, tapi andilnya berasal dari meningkatnya jumlah perokok di Kediri, akhirnya penjualan rokok meningkat,” ujar Ellyn.

Cukai Rokok Sumbang Pemasukan Negara 153 Triliun

Cukai Rokok Sumbang Pemasukan Negara 153 Triliun

Penerimaan Bea Cukai pada 2018 kemarin berhasil memenuhi target APBN 2018. Realisasinya luar biasa, mencapai Rp 205,5 triliun atau tumbuh sebanyak 6,7% dibandingkan pada tahun 2017. Realisasi penerimaan Bea Cukai itu mencapai 106% dari target yang disepakati pemerintah dan DPR di APBN 2018 yang sebesar Rp 194 triliun.

rokok

cukai rokok

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi saat ditanyai di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Penerimaan terbesar Bea Cukai pada 2018 disumbang oleh cukai rokok. Total pendapatan dari cukai itu mencapai Rp159,7 triliun, yang terdiri dari cukai rokok Rp 153 triliun, minuman (beralkohol) Rp 6,4 triliun dan etil alkohol Rp 0,1 triliun, serta cukai lainnya Rp 0,1 triliun.

rokok

Pendapatan besar dari cukai rokok tersebut juga telah dialokasikan untuk menambal biaya defisit BPJS Kesehatan seluruh warga negara Indonesia.

Hal ini telah diputuskan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada pertengahan tahun 2018 lalu. Keputusan tersebut banyak menuai kontroversi, terlebih lagi bagi para pembenci rokok. Namun, manfaat dari keputusan tersebut mampu menambal kekurangan biaya Jaminan Kesehatan seluruh warga negara Indonesia. Artinya para perokok mensubsidi seluruhnya, baik itu perokok, dan non-perokok.

orang merokok

Pemasukan besar dari cukai rokok di tahun 2018 menjadi tolok ukur untuk target penerimaan pajak di tahun 2019 ini. Tentu targetnya akan lebih meningkat. Seluruh stakeholders Industri Tembakau akan berusaha menyumbangkan lebih banyak lagi, mengingat tahun ini pajak cukai rokok tak dinaikkan harganya untuk dibebankan ke konsumen. Artinya kinerja Bea Cukai harus ekstra keras, karena tak dinaikkan pajak cukai rokok berarti butuh langkah strategis mendapatkan penerimaan cukai rokok agar sesuai target. Salah satu yang dikerjakan Bea Cukai saat ini adalah melakukan inspeksi rutin mencegah peredaran rokok-rokok ilegal yang tak bercukai.

rokok

Sebagai konsumen, perokok tentu punya peran besar untuk membantu Negara. Salah satunya adalah dengan cerdas membeli produk-produk asli Indonesia yang bercukai resmi. Hal ini nantinya akan berimbas pada penerimaan cukai di tahun 2019.

Pasuruan Dapat Bagi Hasil Cukai Lebih dari 170 M

Pasuruan Dapat Bagi Hasil Cukai Lebih dari 170 M

“Sementara saat ini penyumbang dana cukai khususnya rokok dipegang Kabupaten Pasuruan, mencapai Rp 40 Triliun yang disumbangkan kepada negara”.

Pernyataan ini diucapkan oleh Bupati Pasuruan, Bapak Irsyad Yusuf dalam acara sosialisasi pemberantasan rokok ilegal di Tosari, Sabtu lalu.

rokok

Ya, Kabupaten Pasuruan memang merupakan penyumbang cukai rokok terbesar di Indonesia.

Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) yang mengalir ke Kabupaten Pasuruan cukup tinggi, berkisar Rp 170-180 miliar tiap tahunnya. Pendapatan ini diperoleh setelah Kabupaten Pasuruan mampu menyumbang cukai sebesar Rp 40 triliun kepada Negara.

bungkus rokok

“Pendapatan Kabupaten Pasuruan dari dana bagi hasil cukai akan bertambah. Masyarakat harus sadar apabila mengkonsumsi barang kena cukai ilegal tak baik dilakukan. Ini akan merugikan hak masyarakat itu sendiri,” ungkap Bupati dalam acara tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP A) Pasuruan, Edi Budi Santoso, mengatakan penerimaan cukai meningkat tiap tahunnya. Bahkan penerimaan cukai ini ditargetkan meningkat sebesar 10% di tahun depan.

rokok

Edi Budi. S juga menyampaikan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam penanganan terhadap barang kena cukai ilegal. Hal paling sederhana yang bisa dilakukan masyarakat luas, yakni dengan tidak membeli rokok ilegal, yang tak berpita dan harganya murah.

Beli Rokok 20 ribu, 13 Ribunya Untuk Negara

Beli Rokok 20 ribu, 13 Ribunya Untuk Negara

Ada banyak cara untuk membantu perekonomian negara, namun tak ada yang menyangka bila merokok merupakan salah satunya.

Boleh percaya atau tidak, tiap tahunnya, produk rokok menyumbang pemasukan yang besar bagi Negara. Masyarakat banyak yang tak tahu besaran pajak cukai rokok yang terdapat pada satu bungkus rokok. Persentase pajak rokok terhadap negara merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan produk-produk lainnya.

orang merokok

Bayangkan, produk rokok pajaknya mencapai 50 persen lebih.

“Kalau bapak beli rokok Rp 1.000, itu Rp 650 untuk negara. Kalau beli rokok yang sebungkus Rp 20 ribu, itu bapak menyumbang Rp 13 ribu untuk negara.” begitu kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Nugroho Wahyu Widodo.

cukai rokok

Ya, rokok memang dikenakan sebesar 65 persen dari harga jual eceran (HJE). Tarif tersebut diperoleh dari cukai dan pajak pertambahan nilai (PPN).

Jumlah yang cukup besar diterima oleh Negara dari satu produk rokok. Kalikan saja dengan banyaknya bungkus rokok yang dikonsumsi oleh masyarakat. Artinya, para perokok adalah penyumbang terbesar bagi pemasukan Negara.

rokok

Dari sini terlihat jelas bahwa produk rokok tak bisa dianggap buruk. Ia mampu memberikan kontribusi nyata bagi Negara dengan cukainya. Dan para perokok adalah masyarakat yang taat membayar pajak dan memberikan kontribusi langsung pada Negara.

Cukai Rokok yang Tinggi Meningkatkan Peredaran Rokok Ilegal

Cukai Rokok yang Tinggi Meningkatkan Peredaran Rokok Ilegal

Rencana Pemerintah untuk membuat tarif cukai rokok naik di tahun 2019 kembali menuai protes. Kali ini protes keras disuarakan oleh Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI).

Ketua GAPPRI, Ismanu Soemiran bersuara keras menolak adanya kenaikan tarif cukai rokok, dan penyederhanaan layer tarif cukai rokok. Kedua poin ini tertulis secara jelas dalam pasal-pasal Peraturan Menteri Keuangan No 146/PMK.010/2017 tentang tarif cukai hasil tembakau. Jika kenaikan tarif dan penyederhanaan layer dilakukan Pemerintah, maka akan terjadi kenaikan ganda. Yakni kenaikan regular tarif cukai  dan kenaikan atas dampak penghapusan layer.

  bungkus rokok

“Perlu diingat kondisi industri rokok saat ini sedang terpuruk dengan menurunnya volume secara drastis. Ada penurunan 1-2 persen selama 4 tahun terakhir. Bahkan hingga April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7 persen. Hal itu sesuai penelitian Nielsen, April 2018,” tegas Ismanu.

Beliau mengharapkan Pemerintah dapat mengkaji kembali rencana penerapan kenaikan cukai dan penyederhanaan layer cukai yang berpotensi akan menimbulkan kerugian bagi industri.

rokok

Seperti laporan Dirjen Pajak, pada semester ini, di bulan July kemarin, cukai rokok menyumbang cukup banyak kepada Negara. Belum lagi jika kita lihat secara keseluruhan, Industri Hasil Tembakau (IHT) selalu menyumbang 70% pendapatannya kepada Negara. Kalau di IHT bisa disebut sebagai Badan Usaha Milik Negara, maka ia termasuk BUMN Swasta penyumbang terbesar kepada Negara setiap tahunnya. Jelas, kebijakan kenaikkan harga cukai rokok yang akan dilakukan 2019 ini, akan berdampak buruk bagi semua. Bagi Industri dan terutama bagi pendapatan Negara.

Gappri menilai salah satu sebab meningkatnya rokok ilegal dan menurunnya produksi rokok adalah karena tingginya harga rokok akibat kenaikan tarif cukai. Perdagangan rokok ilegal, selain mengganggu stabilitas industri rokok, juga mengganggu penerimaan negara.

cukai rokok

Kalau Pemerintah bersikeras menaikkan harga cukai rokok, bukan tidak mungkin akan marak munculnya rokok ilegal. Rokok-rokok yang tidak memakai cukai dan beredar dalam jumlah besar. Hal ini pernah terjadi di negara tetangga Indonesia, yakni di Malaysia. Harga rokok yang mahal di Malaysia, membuat kran penjualan dan persebaran rokok ilegal yang jauh lebih murah dengan kualitas rokok yang setara melambung bebas.

Tahun Ini, Bea Cukai Pasuruan Bisa Raih Penerimaan Hingga 40 Triliun

Tahun Ini, Bea Cukai Pasuruan Bisa Raih Penerimaan Hingga 40 Triliun

Pasuruan menjadi salah satu daerah yang sukses memenuhi target penerimaan bea cukai.

Penerimaan paling besar kami dari pita cukai rokok dan tembakau. Tahun ini ditargetkan bisa meraup 39 triliun. Kami sangat yakin bisa memenuhinya dan jika melihat perkembangan saat ini bisa mencapai 40 triliun,” ujar Kepala KPPBC TMP A Pasuruan, Sugeng Harianto.

cukai rokok

Kesuksesan ini tak lepas dari sumbangsih industri rokok yang ada di Pasuruan.

Dirjen Bea dan Cukai Republik Indonesia memasang target untuk Bea Cukai Tipe A Pasuruan dalam memberikan pemasukan untuk penerimaan negara sebesar 39 triliun pada 2018 ini. Dengan jumlah target yang dibebankan itu Bea Cukai Pasuruan yakin mampu memenuhinya, bahkan bisa tembus hingga 40 triliun.

Cara-cara menempuh target tersebut adalah dengan mendata jumlah perusahaan rokok di Pasuruan. Di Pasuruan ada sekitar 120-an perusahaan, yang terdiri dari pabrik rokok dan industri kecil.

rokok

Dari sekitar 120 perusahaan itu, sekitar 60 perusahaan adalah pabrik rokok, mulai dari PT HM Sampoerna, PT Gudang Garam dan lainnya yang berproduksi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Sedangkan sekitar 60 perusahaan lain yang berada di kawasan industri, seperti di PT PIER, di Wonokoyo Gempol dan di Kecamatan Pandaan.

rokok

Menjalin tali silaturahmi dengan mereka adalah kunci penting untuk bisa mencapai target penerimaan negara. Hal ini penting untuk dilakukan. Penerimaan cukai tipe A Pasuruan memang banyak tersumbang dari hasil cukai pita rokok dan tembakau. Jika ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin target penerimaan Negara tercapai, bahkan terlampaui.