Rokok Sokong Lonjakan Penerimaan Bea dan Cukai

Rokok Sokong Lonjakan Penerimaan Bea dan Cukai

Penerimaan bea dan cukai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mencapai 16,4 triliun di bulan Ramadan ini. Mengalami peningkatan sebesar 20% dibandingkan bulan sebelumnya.

bungkus rokok

Lonjakan ini sudah diperkirakan sebelumnya, karena biasanya pada bulan ini, tingkat konsumsi masyarakat meningkat. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk mengimpor kebutuhan barang sebagai stok selama Ramadan dan lebaran.

cukai rokok

Dalam penerimaan ini, pendapatan cukai dari rokok masih menjadi salah satu yang paling besar kontribusinya bagi peningkatan pendapatan negara melalui Cukai Hasil Tembakau. Hal ini disebabkan faktor kenaikan cukai yang berlaku sejak Januari 2017 lalu yang efeknya baru mulai dirasakan pada kuartal kedua tahun ini.

rokok

Bila dirata-rata, kenaikan cukai rokok yang diterapkan pemerintah mencapai 10,54% dibandingkan tahun lalu. Dari total pemasukan bea dan cukai selama Mei 2017, sekitar 12,5 triliun atau sekitar 76% berasal dari cukai hasil tembakau. Sedangkan dari bea masuk sebesar 3,2 triliun.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Advertisements

Pemerintah Pertimbangkan Gunakan Dana Cukai Rokok untuk Menutup Defisit BPJS Kesehatan

Pemerintah Pertimbangkan Gunakan Dana Cukai Rokok untuk Menutup Defisit BPJS Kesehatan

Pemerintah tengah mencari solusi tepat untuk mengendalikan defisit yang dialami BPJS Kesehatan setiap tahunnya. Rapat koordinasi (RAKOR) tingkat menteri yang dipimpin Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani Kamis (30/3) lalu membahas 27 skenario untuk mengatasi defisit tersebut. Salah satu skenario yang direncanakan adalah pertimbangan penggunaan dana cukai rokok untuk menutup defisit BPJS kesehatan.

cukai rokok

Berdasarkan peraturan, pemerintah memang wajib menyediakan dana talangan untuk menutup defisit yang dialami BPJS Kesehatan setiap tahunnya apabila sumber pemasukan dari iuran peserta tidak cukup untuk membayar klaim manfaat dan operasional.

rokok

Tetapi, bicara defisit tentu tak cukup sekadar menutup defisit cash flow BPJS Kesehatan, namun juga mempersiapkan dana cadangan teknis untuk berjaga-jaga sewaktu-waktu APBN tidak cukup membiayai dana talangan tersebut.

Dari 27 skenario yang masuk di antaranya adalah menggunakan dana bagi hasil cukai ke daerah. Dana bagi hasil cukai yang tidak terserap optimal untuk khususnya untuk pembinaan industri dan perbaiki kualitas bahan baku akan dialihkan untuk menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan.

Selain dari cukai rokok, skenario lain adalah penyesuaian atau kenaikan iuran peserta.

bungkus rokok

Sesuai dengan hitungan aktuaria oleh DJNS iuran yang dibebankan masyarakat masih di bawah standar. Sebagai contoh iuran untuk segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) ditetapkan sebesar Rp23.000 dari seharusnya Rp36.000, artinya minus Rp13.000. Sedangkan peserta mandiri kelas III seharusnya Rp53.000 dari iuran yang ditarik sekarang sebesar Rp25.500, artinya minus Rp27,500. Untuk kelas II juga mengalami minus sebesar Rp12.000. Hanya tarif kelas I saja yang sesuai dengan hitungan akturia yakni Rp80.000.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto Ungkap Peranan Industri Rokok dalam Perekonomian Nasional

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto Ungkap Peranan Industri Rokok dalam Perekonomian Nasional

Industri Hasil Tembakau memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Sumbangan sektor ini meliputi penyerapan tenaga kerja, pendapatan negara, serta menjadi komoditas penting bagi petani.

Kementerian Perindustrian mencatat, pendapatan negara dari industri hasil tembakau yang berasal dari cukai dan pajak mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kontribusi cukai bagi kas negara tahun lalu saja mencapai Rp138,69 triliun atau 96,65% dari total pendapatan cukai. Sementara serapan tenaga kerja di sektor manufaktur dan distribusi mencapai 4,28 juta orang. Sedangkan di sektor perkebunan sebanyak 1,7 juta orang.

bungkus rokok

Menurut Airlangga, industri ini telah menjadi bagian sejarah dan budaya masyarakat kita, khususnya rokok kretek yang merupakan komoditas tembakau dan cengkeh yang sangat Indonesia. Di Jawa Timur industri ini menjadi unggulan. “Fasilitas KUD di sini juga luar biasa serta telah melakukan bentuk kemitraan perusahaan dengan koperasi,” katanya.

rokok

Berbagai aturan yang memberi berbagai batasan dalam produksi rokok kretek memang telah menurunkan jumlah unit usaha. Data 2014, terdapat 700 perusahaan dengan kemampuan produksi 346,3 miliar batang. Sementara pada 2015 hanya tersisa 600 pabrik rokok tetapi produksi meningkat menjadi 348,1 miliar batang. Sedangkan tahun 2016 mampu memproduksi 350,03 miliar batang.

bungkus rokok

Menurutnya, selama lima tahun ke belakang memang terjadi penurunan sebesar 3,5% atas jumlah pekerja sektor manufaktur rokok dan pada perkebunan tembakau turun 4,7%. Alasannya, pangsa pasar industri hasil tembakau mulai berubah karena dipengaruhi gaya hidup masyarakat perokok yang memilih rokok dengan kandungan tar dan nikotin rendah.

rokok

Saat ini masyarakat perokok mengarah ke sigaret kretek mesin (SKM), baik jenis reguler maupun mild. Data pangsa pasar dari jenis rokok pada 2016, SKM sebesar 72,07%, Sigaret kretek tangan (SKT) sebesar 20,23%, dan sigaret putih mesin (SPM) sebesar 5,43%. Sisanya sebesar 2,27% untuk klobot dan klembak.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto