Pasuruan Dapat Bagi Hasil Cukai Lebih dari 170 M

Pasuruan Dapat Bagi Hasil Cukai Lebih dari 170 M

“Sementara saat ini penyumbang dana cukai khususnya rokok dipegang Kabupaten Pasuruan, mencapai Rp 40 Triliun yang disumbangkan kepada negara”.

Pernyataan ini diucapkan oleh Bupati Pasuruan, Bapak Irsyad Yusuf dalam acara sosialisasi pemberantasan rokok ilegal di Tosari, Sabtu lalu.

rokok

Ya, Kabupaten Pasuruan memang merupakan penyumbang cukai rokok terbesar di Indonesia.

Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) yang mengalir ke Kabupaten Pasuruan cukup tinggi, berkisar Rp 170-180 miliar tiap tahunnya. Pendapatan ini diperoleh setelah Kabupaten Pasuruan mampu menyumbang cukai sebesar Rp 40 triliun kepada Negara.

bungkus rokok

“Pendapatan Kabupaten Pasuruan dari dana bagi hasil cukai akan bertambah. Masyarakat harus sadar apabila mengkonsumsi barang kena cukai ilegal tak baik dilakukan. Ini akan merugikan hak masyarakat itu sendiri,” ungkap Bupati dalam acara tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP A) Pasuruan, Edi Budi Santoso, mengatakan penerimaan cukai meningkat tiap tahunnya. Bahkan penerimaan cukai ini ditargetkan meningkat sebesar 10% di tahun depan.

rokok

Edi Budi. S juga menyampaikan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam penanganan terhadap barang kena cukai ilegal. Hal paling sederhana yang bisa dilakukan masyarakat luas, yakni dengan tidak membeli rokok ilegal, yang tak berpita dan harganya murah.

Advertisements

Beli Rokok 20 ribu, 13 Ribunya Untuk Negara

Beli Rokok 20 ribu, 13 Ribunya Untuk Negara

Ada banyak cara untuk membantu perekonomian negara, namun tak ada yang menyangka bila merokok merupakan salah satunya.

Boleh percaya atau tidak, tiap tahunnya, produk rokok menyumbang pemasukan yang besar bagi Negara. Masyarakat banyak yang tak tahu besaran pajak cukai rokok yang terdapat pada satu bungkus rokok. Persentase pajak rokok terhadap negara merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan produk-produk lainnya.

orang merokok

Bayangkan, produk rokok pajaknya mencapai 50 persen lebih.

“Kalau bapak beli rokok Rp 1.000, itu Rp 650 untuk negara. Kalau beli rokok yang sebungkus Rp 20 ribu, itu bapak menyumbang Rp 13 ribu untuk negara.” begitu kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Nugroho Wahyu Widodo.

cukai rokok

Ya, rokok memang dikenakan sebesar 65 persen dari harga jual eceran (HJE). Tarif tersebut diperoleh dari cukai dan pajak pertambahan nilai (PPN).

Jumlah yang cukup besar diterima oleh Negara dari satu produk rokok. Kalikan saja dengan banyaknya bungkus rokok yang dikonsumsi oleh masyarakat. Artinya, para perokok adalah penyumbang terbesar bagi pemasukan Negara.

rokok

Dari sini terlihat jelas bahwa produk rokok tak bisa dianggap buruk. Ia mampu memberikan kontribusi nyata bagi Negara dengan cukainya. Dan para perokok adalah masyarakat yang taat membayar pajak dan memberikan kontribusi langsung pada Negara.

Cukai Rokok yang Tinggi Meningkatkan Peredaran Rokok Ilegal

Cukai Rokok yang Tinggi Meningkatkan Peredaran Rokok Ilegal

Rencana Pemerintah untuk membuat tarif cukai rokok naik di tahun 2019 kembali menuai protes. Kali ini protes keras disuarakan oleh Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI).

Ketua GAPPRI, Ismanu Soemiran bersuara keras menolak adanya kenaikan tarif cukai rokok, dan penyederhanaan layer tarif cukai rokok. Kedua poin ini tertulis secara jelas dalam pasal-pasal Peraturan Menteri Keuangan No 146/PMK.010/2017 tentang tarif cukai hasil tembakau. Jika kenaikan tarif dan penyederhanaan layer dilakukan Pemerintah, maka akan terjadi kenaikan ganda. Yakni kenaikan regular tarif cukai  dan kenaikan atas dampak penghapusan layer.

  bungkus rokok

“Perlu diingat kondisi industri rokok saat ini sedang terpuruk dengan menurunnya volume secara drastis. Ada penurunan 1-2 persen selama 4 tahun terakhir. Bahkan hingga April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7 persen. Hal itu sesuai penelitian Nielsen, April 2018,” tegas Ismanu.

Beliau mengharapkan Pemerintah dapat mengkaji kembali rencana penerapan kenaikan cukai dan penyederhanaan layer cukai yang berpotensi akan menimbulkan kerugian bagi industri.

rokok

Seperti laporan Dirjen Pajak, pada semester ini, di bulan July kemarin, cukai rokok menyumbang cukup banyak kepada Negara. Belum lagi jika kita lihat secara keseluruhan, Industri Hasil Tembakau (IHT) selalu menyumbang 70% pendapatannya kepada Negara. Kalau di IHT bisa disebut sebagai Badan Usaha Milik Negara, maka ia termasuk BUMN Swasta penyumbang terbesar kepada Negara setiap tahunnya. Jelas, kebijakan kenaikkan harga cukai rokok yang akan dilakukan 2019 ini, akan berdampak buruk bagi semua. Bagi Industri dan terutama bagi pendapatan Negara.

Gappri menilai salah satu sebab meningkatnya rokok ilegal dan menurunnya produksi rokok adalah karena tingginya harga rokok akibat kenaikan tarif cukai. Perdagangan rokok ilegal, selain mengganggu stabilitas industri rokok, juga mengganggu penerimaan negara.

cukai rokok

Kalau Pemerintah bersikeras menaikkan harga cukai rokok, bukan tidak mungkin akan marak munculnya rokok ilegal. Rokok-rokok yang tidak memakai cukai dan beredar dalam jumlah besar. Hal ini pernah terjadi di negara tetangga Indonesia, yakni di Malaysia. Harga rokok yang mahal di Malaysia, membuat kran penjualan dan persebaran rokok ilegal yang jauh lebih murah dengan kualitas rokok yang setara melambung bebas.

Tahun Ini, Bea Cukai Pasuruan Bisa Raih Penerimaan Hingga 40 Triliun

Tahun Ini, Bea Cukai Pasuruan Bisa Raih Penerimaan Hingga 40 Triliun

Pasuruan menjadi salah satu daerah yang sukses memenuhi target penerimaan bea cukai.

Penerimaan paling besar kami dari pita cukai rokok dan tembakau. Tahun ini ditargetkan bisa meraup 39 triliun. Kami sangat yakin bisa memenuhinya dan jika melihat perkembangan saat ini bisa mencapai 40 triliun,” ujar Kepala KPPBC TMP A Pasuruan, Sugeng Harianto.

cukai rokok

Kesuksesan ini tak lepas dari sumbangsih industri rokok yang ada di Pasuruan.

Dirjen Bea dan Cukai Republik Indonesia memasang target untuk Bea Cukai Tipe A Pasuruan dalam memberikan pemasukan untuk penerimaan negara sebesar 39 triliun pada 2018 ini. Dengan jumlah target yang dibebankan itu Bea Cukai Pasuruan yakin mampu memenuhinya, bahkan bisa tembus hingga 40 triliun.

Cara-cara menempuh target tersebut adalah dengan mendata jumlah perusahaan rokok di Pasuruan. Di Pasuruan ada sekitar 120-an perusahaan, yang terdiri dari pabrik rokok dan industri kecil.

rokok

Dari sekitar 120 perusahaan itu, sekitar 60 perusahaan adalah pabrik rokok, mulai dari PT HM Sampoerna, PT Gudang Garam dan lainnya yang berproduksi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Sedangkan sekitar 60 perusahaan lain yang berada di kawasan industri, seperti di PT PIER, di Wonokoyo Gempol dan di Kecamatan Pandaan.

rokok

Menjalin tali silaturahmi dengan mereka adalah kunci penting untuk bisa mencapai target penerimaan negara. Hal ini penting untuk dilakukan. Penerimaan cukai tipe A Pasuruan memang banyak tersumbang dari hasil cukai pita rokok dan tembakau. Jika ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin target penerimaan Negara tercapai, bahkan terlampaui.

Semester Awal 2018, Rokok Masih Tetap Menjadi Penyumbang Cukai Terbesar

Semester Awal 2018, Rokok Masih Tetap Menjadi Penyumbang Cukai Terbesar

Industri rokok sering dikecam, digempur hebat oleh kebijakan-kebijakan Pemerintah, atas dasar kesehatan, kemiskinan dll, namun begitu, hal tersebut tak membuatnya lemah. Industri ini tetap menguntungkan dan berkontribusi terhadap pembangunan Negara ini.

 rokok

Dari data Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan tercatat penerimaan negara lewat cukai hingga akhir Juni mencapai jumlah Rp50,21 triliun. Jumlah tersebut naik 32,31% dibandingkan tahun sebelumnya.

Fakta tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai DJBC Kementerian Keuangan, Nugroho Wahyu yang mengatakan, dari total Rp50,21 triliun yang didapat, rokok masih menjadi penyumbang terbesar cukai hingga akhir Juni 2018.

Jumlah yang cukup banyak hanya dari satu produk tembakau yakni rokok. Saat ini, untuk cukai dari hasil tembakau sudah mencapai Rp47,76 triliun. 

cukai rokok

Nugroho Wahyu juga memperkirakan pendapatan dari cukai tembakau ini akan naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan sesuai target perkiraan pemerintah, yakni sebesar Rp155,40 triliun. Target ini naik 1,5% dari target penerimaan cukai tahun sebelumnya.

Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah berencana menyeleksi berbagai produk yang akan dikenakan cukai untuk menambah pemasukan Negara. Salah satu yang paling dekat adalah wacana pengenaan tarif cukai produk tembakau alternatif temasuk vape pada 1 Juli 2018 dalam kategori hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL). Nantinya, produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik akan dikenakan tarif sebesar 57%.

Namun, meskipun sudah ditetapkan pihaknya masih akan memberikan keringanan waktu. Artinya, pemberlakukan tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga tanggal 1 Oktober 2018 mendatang.

Kebijakan-kebijakan pengenaan cukai terhadap produk-produk pengolahan tembakau akan terus dikaji dalam sidang keputusan di gedung DPR. Kebijakan pengenaan cukai terhadap produk lain juga akan diterapkan, agar target penerimaan cukai tahun ini tercapai.

rokok

Industri rokok dari tahun ke tahun selalu menjadi penyumbang terbesar kepada Negara. Agak miris, jika melihat jumlah angka tinggi ini tidak dibarengi dengan kebijakan-kebijakan yang ramah bagi industri rokok. Pemerintah harusnya berterima kasih pada industri ini. Salah satu caranya adalah dengan membuat kebijakan tak perlu menaikkan harga cukai rokok. Toh dengan harga cukai rokok saat ini saja mampu menghasilkan pendapatan fantastis pada semester awal tahun ini.

Peruntukan DBH CHT untuk Petani, Konsumen, dan Industri Tidak Boleh Ditinggalkan Pemerintah Daerah

Peruntukan DBH CHT untuk Petani, Konsumen, dan Industri Tidak Boleh Ditinggalkan Pemerintah Daerah

Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) merupakan dana yang terkumpul dari pungutan cukai rokok untuk kemudian dikembalikan kepada pemerintah daerah. Besaran DBH CHT yang didistribusikan ke daerah sebesar 2 persen dari total cukai rokok. Dana yang kecil dari porsi cukai rokok yang berhasil dikumpulkan ke negara.

rokok

Baru-baru ini, DBH CHT yang diterima daerah digunakan untuk menutup defisit BPJS Kesehatan. Secara keseluruhan DBH CHT yang disedot untuk menalangi defisit BPJS Kesehatan yakni sebesar Rp5 triliun.

Penggunaan DBH CHT sendiri seperti yang diamanatkan untuk mendanai 5 kegiatan yaitu peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

cukai rokok

Dengan adanya serapan untuk menalangi defisit BPJS Kesehatan ini, maka akan makin mengurangi peruntukkan bagi petani, industri, dan konsumen (dengan penyediaan ruang merokok).

bungkus rokok

Hal ini tentu harus menjadi perhatian tersendiri bagi Pemda untuk tetap bijak mengelola DBH CHT. Pemerintah Daerah harus bisa lebih maksimal dalam mengelola DBH CHT yang difokuskan untuk para petani, konsumen, dan juga industri. Hal ini semata sebagai bentuk timbal balik yang fair dan adil atas kontribusi yang sudah diberikan oleh Industri rokok.

Gambar Ilustrasi: Eko Susanto

Rokok Sokong Lonjakan Penerimaan Bea dan Cukai

Rokok Sokong Lonjakan Penerimaan Bea dan Cukai

Penerimaan bea dan cukai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mencapai 16,4 triliun di bulan Ramadan ini. Mengalami peningkatan sebesar 20% dibandingkan bulan sebelumnya.

bungkus rokok

Lonjakan ini sudah diperkirakan sebelumnya, karena biasanya pada bulan ini, tingkat konsumsi masyarakat meningkat. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk mengimpor kebutuhan barang sebagai stok selama Ramadan dan lebaran.

cukai rokok

Dalam penerimaan ini, pendapatan cukai dari rokok masih menjadi salah satu yang paling besar kontribusinya bagi peningkatan pendapatan negara melalui Cukai Hasil Tembakau. Hal ini disebabkan faktor kenaikan cukai yang berlaku sejak Januari 2017 lalu yang efeknya baru mulai dirasakan pada kuartal kedua tahun ini.

rokok

Bila dirata-rata, kenaikan cukai rokok yang diterapkan pemerintah mencapai 10,54% dibandingkan tahun lalu. Dari total pemasukan bea dan cukai selama Mei 2017, sekitar 12,5 triliun atau sekitar 76% berasal dari cukai hasil tembakau. Sedangkan dari bea masuk sebesar 3,2 triliun.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto