Buruh Rokok Kudus Resmi Mendapatkan Perlindungan Jaminan Sosial


Buruh Rokok Kudus Resmi Mendapatkan Perlindungan Jaminan Sosial


Para buruh rokok sigaret tangan di Kudus rasanya patut bergembira, pasalnya kini mereka mendapatkan kepastian menerima jaminan sosial ketenagakerjaan. Awalnya pemerintah tak memberikan jaminan ini, karena kerja mereka borongan saat bahan baku tersedia, atau sesuai musim. Kini, puluhan buruh SKT di Kabupaten Kudus menerima perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

rokok

Ketua Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP RTMM SPSI), Kudus Suba’an Abdul Rohman disela-sela seminar “Membangun Harmonitas Hubungan Industrial Yang Berkeadilan” mengatakan kepastian penerimaan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk semua buruh SKT di Kabupaten Kudus.

Saat ini jumlah buruh rokok yang tergabung dalam PC FSP RTMM SPSI Kudus mencapai 58.719 orang yang berasal dari 26 pabrik rokok di Kudus. Berdasarkan keputusan Kementerian Tenaga Kerja, seluruh buruh SKT yang berada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kudus akan menerima jaminan perlindungan sosial Ketenagakerjaan. Artinya Buruh rokok mendapatkan bantuan BPJS, yang iuran perbulannya dibantu oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

rokok

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kudus Ishak mengingatkan kepada semua perusahaan di Kudus untuk memberikan perlindungan kepada pekerjanya dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan. “Hal itu merupakan hak setiap pekerja, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran ketika terjadi kecelakaan kerja dan tidak bisa bekerja tidak akan mendapatkan penghasilan,” ujarnya saat dalam seminar tersebut.

rokok

Program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk melindungi setiap warganya yang bekerja dan ketika terjadi kecelakaan kerja.

Advertisements

Tradisi Memberikan Uang Rokok Ternyata Juga Ada di China

Tradisi Memberikan Uang Rokok Ternyata Juga Ada di China

Selama ini, kita mengenal apa yang namanya “Uang rokok”, yang mana merupakan semacam uang yang diberikan pada seseorang yang lain sebagai imbalan atas jasa tertentu.

rokok

Uang rokok ini biasanya menjadi semacam alternatif bila di pemberi jasa menolak untuk mematok semacam tarif tertentu. Uang rokok ini juga bisa diartikan sebagai semacam hadiah atas pertolongan dari seseorang (dengan tingkat pertolongan yang kecil).

Nah, usut punya usut, tradisi memberikan “uang rokok” ini ternyata tidak hanya berlaku di Indonesia, namun juga di China.

orang merokok

Di China, uang rokok menjadi semacam uang angpao dalam tingkatan yang lebih kecil.

Seperti diketahui, di beberapa negara, tradisi saling memberikan hadiah, imbalan, atau pemberian memang merupakan tradisi yang turun-temurun. Nah, penyebutan nama pemberian itu kadang tergantung dengan kondisi sosial daerah tersebut.

rokok

Indonesia yang memang akrab dengan dunia rokok mengenal istilah “uang rokok”. Tak disangka, China pun ternyata juga begitu, mereka juga mengenal istilah “uang rokok”, sebab ternyata budaya merokok di China juga tinggi seperti di Indonesia. China bahkan dikenal sebagai salah satu negara perokok terbesar di dunia.

Serba-Serbi Penggolongan Mutu (Grade) Tembakau

Serba-Serbi Penggolongan Mutu (Grade) Tembakau

Tak banyak yang tahu, jika tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok punya penggolongan mutu atau grade tersendiri. Ada beberapa tingkatan grade tembakau yang dihasilkan oleh para petani tembakau untuk perusahaan rokok, yakni grade A dan B (yang merupakan mutu terendah), kemudian grade C sampai G (mutu sedang), dan grade H dan I (mutu terbaik).

daun tembakau

Perbedaan grade ini menentukan harga tembakau dari para petani. Semakin bagus grade-nya, semakin mahal harganya. Dan perbedaan harga tembakau grade terbaik dengan yang terendah bisa sangat berbeda jauh. Bayangkan, 1 kilogram tembakau kering grade B harganya di angka 25 ribu, sedangkan tembakau pada grade D bisa mendapai 80 ribu. Sedangkan harga tembakau grade H dan I bisa mencapai 600 ribu.

Penggolongan grade tembakau ini tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang, ia hanya bisa dilakukan oleh orang-orang terlatih yang disebut grader.

tembakau

Grader ini mampu menentukan dengan tepat perbedaan antara berbagai jenis dan mutu tembakau.

Tak ada parameter pasti tentang bagaimana tembakau dikatakan punya grade yang bagus. Murni hanya grader yang tahu. Bahkan, pihak Bagian Perdagangan Pemerintah pun tidak bisa ikut camput dalam urusan grade ini. Yang bisa mereka lakukan sebatas memantau pergerakan harga yang ada di pasar.

rokok

Pabrik-pabrik pengolah tembakau milik perusahaan rokok biasanya punya grader-grader terlatih yang siap memberikan penilaian terhadap mutu tembakau yang dijual oleh petani.

Konon, grader-grader ini adalah orang-orang yang memang punya bakat dari lahir untuk bisa menentukan kualitas tembakau hanya dengan melihat, meraba, dan mencium baunya.

Strategi Tentara Membaur Dengan Warga Melalui Rokok

Strategi Tentara Membaur Dengan Warga Melalui Rokok

Sosialisasi dan pelaksanaan progam Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus dilakukan di seluruh daerah di Indonesia. Salah satu yang sedang digiatkan ada di Desa Durenombo. Desa di daerah Batang, Jawa Tengah.

Desa Durenombo terkenal akan produksi Durennya. Punya luasan lahan untuk ditanami apapun, karena kesuburan tanahnya ini, warga desa banyak yang kemudian berprofesi sebagai petani dan pekebun.

Desa Durenombo masuk dalam progam TMMD.

Di desa ini, para tentara menggunakan strategi khusus dalam upaya mendekati warga desa. Mereka para tentara sengaja mendekatkan dan mengakrabkan diri dengan warga desa dengan berbagi rokok, makanan, dan juga kopi kepada warga.

bungkus rokok

rokok

Pendekatan ini cukup berhasil, sebab komunikasi antara tentara dan wraga Desa kemudian berjalan dengan sangat baik dan lancar.

Progam TMMD sendiri dimaksudkan untuk membantu warga menghadapi kesulitan di daerahnya. Misal sebuah Desa membutuhkan akses jalan untuk transportasi keluar-masuk desa, maka tentara akan ikut membantu membuatkan jalan.

rokok

Progam TMMD juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah yang belum tersentuh, juga membantu meningkatkan rasa aman dan nyaman.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Dorong Industri rokok di Rembang

Wakil Gubernur Jawa Tengah Dorong Industri rokok di Rembang

Rembang adalah salah satu kota Jawa Tengah yang memiliki potensi kekayaan alam berupa tembakau yang menjadi bahan baku pilihan pembuatan sigaret. Hal ini pulalah yang membuat para pemimpin daerah mendorong tumbuh kembangnya perindustrian rokok di Rembang.

tembakau

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang juga seorang putra daerah Rembang menyadari betul akan potensi kekayaan alam daerahnya ini, tak heran jika dirinya begitu menjabat sebagai wakil Gubernur Jawa Tengah langsung punya program untuk mendorong bisnis rokok di daerahnya.

taj yasin

“Sebelumnya, sudah ada perusahaan rokok yang hendak berinvestasi di Kabupaten Rembang. Tentunya, perlu ditawarkan kembali untuk berinvestasi di Rembang,” ujar Taj Yasin.

Keinginan Taj Yasin untuk mengembangkan dan mendorong ekosistem bisnis rokok di Rembang agaknya disambut dengan baik oleh pemimpin setempat.

tembakau

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan bahwa masyarakat Rembang merasakan keuntungan setelah menanam tanaman tembakau dibandingkan sebelumnya menanam komoditas lain. Itulah kenapa perlu jalinan komunikasi dan hubungan yang baik antara para petani tembakau di Rembang dengan perusahaan yang menjadi penyuplai bahan baku untuk membuat rokok.

“Harapannya kerja sama yang terjalin tersebut tidak ada pihak yang dirugikan karena sebagai mitra,” ujar Abdul Hafidz.

Alasan Kenapa Perokok Tetap Sehat Menurut dr. Sungadi Santoso

Alasan Kenapa Perokok Tetap Sehat Menurut dr. Sungadi Santoso

Rokok selama ini selalu disebut sebagai biang banyak masalah kesehatan. Banyak penyakit yang oleh orang-orang diyakini murni karena rokok. Padahal pada kenyataanya, tidak ada bukti yang jelas tentang hal tersebut.

dr. Sungadi Santoso atau yang lebih akrab dipanggil sebagai Dokter Sung, seorang dokter muda dengan sangat jelas dan gamblang menerankan hal tentang hal ini dalam sebuah video berjudul “Kenapa Perokok bisa tetap sehat?”

Menurut Dokter Sung, salah satu hal yang harus dipahami dan dimengerti adalah faktor resiko yamg membuat orang sakit. Dan hal ini bisa banyak, dan rokok adalah bukan penyebab utama penyakit.

Salah satu penyebab utama banyak penyakit, menurut Dokter Sung, adalah masalah berat badan, utamanya pola makan yang tidak sehat serta pola tidur yang tidak teratur. Masalah stress juga ternyata adalah resiko penyebab penyakit.

 bungkus rokok

Sebab lain antara lain adalah kurangnya rekreasi atau liburan sehingga banyak orang tertekan dan tidak bisa berpikir jernih yang berpengaruh pada kesehatannya. Polusi udara, juga salah satu penyebab resiko penyakit. Kurang olahraga juga adalah resiko penyebab anda mudah sakit.

orang merokok

Banyak faktor-faktor tersebut menyebabkan banyak orang menderita penyakit. Rata-rata penyakit yang kronis. Misalnya, untuk obesitas berlebih yang punya potensi menyebabkan kanker. Ini adalah fakta nyata yang terjadi. Dan rokok ternyata bukan penyebab utama kanker.

Fakta penting yang menegaskan bahwa perokok bisa tetap sehat dan berumur panjang diungkapkan Dokter Sung dalam video ini. Ia menjelaskan bahwa ada salah seorang temannya perokok aktif, namun ia tetap sehat. Usut punya usut, ia ternyata disiplin dalam menjaga gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga lari. Kawannya yang lain yang juga seorang perokok berat bahkan mampu melakukan olahraga triathlon yang terdiri dari renang, sprint, dan bersepeda.

Dari sini, bisa kita lihat bahwa harus ada pikiran terbuka melihat sesuatu dari banyak sisi. Khususnya melihat produk seperti rokok, dan manusianya; perokok. Bahwa rokok dan perokok adalah bukan hal yang dilarang dan distigmakan negatif alias buruk. Perokok pun bisa tetap sehat dan berumur panjang.

rokok

Menjaga gaya hidup sehat dengan pola makan sehat. Pola tidur yang teratur, dan berolahraga rutin adalah cara-cara yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan. Tak hanya bagi para perokok, non-perokok pun harus melakukannya demi terciptanya masyarakat sehat di Indonesia.

Cerita Soal Pram yang Mendapatkan Pencerahan dari Kopi dan Rokok

Cerita Soal Pram yang Mendapatkan Pencerahan dari Kopi dan Rokok

Pada tanggal 12 September lalu, Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pemuda Olahraga kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Direktorat Jendral Kebudyaan Republik Indonesia, menggelar festival folklor bertajuk Cerita Dari Blora. 

Festival ini mengangkat dan mengekspresikan khasanah seni, budaya dan sastra di daerah Blora, termasuk di dalamnya cerpen Cerita Dari Blora karya Pramoedya Ananta Toer.

Pramoedya Ananta Toer merokok

Acara ini digagas dan diselenggarakan berkat Indonesiana, sebuah platform pendukung kegiatan seni budaya di Indonesia yang bertujuan untuk membantu tata kelola kegiatan seni budaya yang berkelanjutan, berjejaring, dan berkembang.  Indonesiana diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Dalam salah satu rangkaian acara festival ini, digelar bedah buku Pramoedya Ananta Toer yang bertajuk Indonesiana – Cerita Blora. 

Festival Folklor Blora dipilih sebagai bentuk penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tokoh sastra besar dunia kelahiran dari Blora Pramoedya Ananta Toer. Tema ini diambil dari judul kumpulan cerita pendek karya Pramoedya Ananta Toer, yang memberi andil dan membesarkan kota Blora ke tingkat nasional bahkan internasional.

Pramoedya adalah salah satu sastrawan penting di Indonesia. Beliau selalu konsisten bergerak dari bawah, dari masyarakat minoritas yang terpinggirkan dan tak dipedulikan oleh Negara. Banyak dalam cerita-cerita pendeknya di karyanya yang menjelaskan hal tersebut.

Banyak hal yang bisa jadi inspirasinya dalam menulis. Salah satu yang rutin beliau kerjakan sebelum menulis adalah membaca koran, merokok dan minum kopi. Dari sana kemudian ia melamun dan menuliskan apa yang dipikirkan dari aktivitas rutin tersebut.

rokok

Beliau tak bisa lepas dari rokok dan kopi. Kedua benda penting itu selalu menemaninya dalam proses menulis. Dalam menulis karya sastra, ia betul-betul serius menggarapnya. Baginya sastra adalah project sepenuh hati untuk Negara. Ia ingin menyumbangkan gagasan-gagasan pentingnya, berbagi data, pengalaman, dan pengamatan dari lapangan yang belum disentuh oleh Negara.

Ia tak mau menunggu Negara melakukan pembenahan, kepedulian terhadap masyarakatnya. Pram justru bertugas menyampaikan secara jujur kondisi yang ia rasakan sendiri, di dekatnya di sekitarnya. Ia menjadi seorang peramal masa depan yang ulung, berkat kemampuannya membaca data, arsip dan bacaan-bacaan buku, dan juga koran. Apa yang dituliskannya jaman dulu, sebagian besar terjadi di Negara ini.

rokok

Dari kerja produktif inilah beliau mendapatkan banyak penghargaan. Dan di Festival Folkore Blora ini beliau diangkat sebagai salah satu tokoh penting yang ikut mengangkat nama Blora ke kancah dunia. Dan semua itu didapatkannya melalui kerja yang sangat keras, mengarsip, membaca bacaan, dan itu semua dilakukannya dengan merokok kretek dan minum kopi.