Lika-liku Masa Depan Rokok Kretek di Tengah Gempuran Vape

Lika-liku Masa Depan Rokok Kretek di Tengah Gempuran Vape

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup.

  rokok

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuwan yang membantahnya. Vape lebih buruk dari pada rokok apalagi kretek. Bisa Anda coba googling sendiri soal bahaya Vape.

Anehnya produk impor entah kenapa selalu dinikmati di Indonesia. Padahal Negeri ini punya warisan budaya asli khas Indonesia yakni kretek. Tentu menjadi pertanyaan besar, kenapa warisan budaya asli Indonesia selalu dirasa kuno dan harus ditinggalkan. Ada yang bermain di sini. Tentu saja salah satunya adalah media. Produsen informasi yang membuat kebanyakan masyarakat khususnya remaja berusia 18 tahun ke atas merasa tren menghisap vape lebih baik dari pada menikmati kretek.

rokok kretek

Tren tak selamanya berjalan massal dan bertahan. Vape adalah salah satu bentuk tren sesaat. Banyak yang akhirnya mengetahui bahwa vape adalah produk berbahaya. Ia dianggap salah satu produk pengganti alternatif tembakau. Namun, faktanya di beberapa negara penggunaan vape dilarang.

Di Indonesia, beberapa kafe, rumah makan dan restoran melarang konsumennya menghisap vape. Produk vape sangatlah mengganggu, asapnya oleh banyak orang dianggap sangat banyak dan menganggu.

Dalam keadaan demikian inilah rokok kretek dianggap lebih baik.

Selain itu, kretek juga dianggap lebih pro dengan ketahanan ekonomi nasional, sebab hampir seluruh bahan yang dibuat untuk kretek dari mulai tembakau sampai cengkihnya merupakan tanaman asli Indonesia. Berbeda dengan vape yang secara faktual memang banyak didominasi oleh produk impor.

rokok

Persaingan rokok memang semakin ketat. Tak ada yang bisa menjamin siapa yang bakal memenangi persaingan di masa depan. Apakah vape? Apakah rokok putih? Atau apakah rokok kretek? Entahlah. Tapi yang jelas, jika yang menang ternyata adalah rokok kretek, maka itu adalah kemenangan besar bagi Indonesia.

Advertisements

Pajak Rokok NTB Digunakan Untuk Pendaftaran BPJS Bagi 48 Ribu Warga

Pajak Rokok NTB Digunakan Untuk Pendaftaran BPJS Bagi 48 Ribu Warga

Pada pertengahan tahun 2018 lalu, gempa dan bencana menimpa wilayah NTB khususnya Lombok dan juga Lombok utara.

Kini, sudah beberapa bulan berlalu. Aktivitas pemulihan pasca gempa pun secara perlahan mulai dilakukan. Para warga sudah mulai kembali beraktivitas normal. Kendati demikian, tentu saja masih ada banyak persoalan yang tersisa dari efek gempa. Salah satunya adalah banyaknya warga yang terancam tidak bisa mendapatkan premi BPSJ Kesehatan karena belum membayar premi iuran pasca bencana.

orang merokok

Data-data dan kondisi tersebut ditindaklanjuti dengan cepat tanggap oleh Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat. Awal tahun ini dana tambahan dikucurkan kepada BPJS NTB dari hasil cukai pajak rokok senilai 21 Miliar.

Dana tersebut dialokasikan untuk memasukan warga miskin yang belum terdaftar sebagai peserta program jaminan kesehatan nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

bungkus rokok

Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB) Nurhandini Eka Dewi  menjelaskan, rincian dana tersebut dialokasikan ke provinsi dan juga kabupaten/kota yang ada di NTB. Eka meminta pemerintah kabupaten dan pemerintah kota di NTB untuk berkoordinasi dengan dinas sosial terkait daftar warga yang memenuhi persyaratan tersebut. Untuk yang  ada di provinsi, dana tersebut digunakan untuk membantu iuran premi para peserta BPJS yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara dengan total sebanyak 48 ribu warga Lombok Utara.

rokok

Jumlah dana dari cukai rokok ini membantu warga Lombok untuk tetap mendapatkan jaminan kesehatan dan berobat. Dana ini mampu untuk menambal mereka yang sejak dari pertengahan tahun lalu tak membayar premi iuran BPJS Kesehatan. Saat ini Dinas Kesehatan NTB berupaya keras agar seluruh warga Lombok Utara dapat menikmati jaminan BPJS Kesehatan.

Kisah Unik Mbah Abdul Jalil Mustaqim dan Santri Tentang Merokok

Kisah Unik Mbah Abdul Jalil Mustaqim dan Santri Tentang Merokok

Kisah rokok dan juga kopi di kalangan pesantren memang kerap dibicarakan. Selayaknya kebutuhan pokok, di pesantren, rokok dan kopi merupakan baarang kebutuhan yang harus ada sehari-hari. Kopi membantu para santri untuk tetap berjaga di kala mendaraskan ayat-ayat suci Al-Quran. Sedangkan bagi kiai, kopi merupakan sumber tenaga untuk berbagi dawuh kepada para santri dan masyarakat sekitar. Nah, kalau rokok adalah sumber inspirasi bagi para kiai dan juga santri.

rokok

Rebutan rokok juga menjadi salah satu aktivitas yang dinantikan para santri dan juga masyarakat saat pengajian sedang berlangsung. Mereka percaya, sisa rokok, atau kopi dari kiai mereka merupakan berkah dan harus dinikmati agar berkah tersebut bisa menular kepada si pengambilnya.

Anda boleh percaya ataupun tidak. Kisah-kisah yang terasa ganjil dan gaib ini sudah berlangsung bertahun-tahun di pesantren.

bungkus rokok

Kisah soal rokok juga marak terdengar di daerah-daerah pesantren di Jawa Timur, salah satunya kisah legendaris yang terjadi di daerah Tulungagung. Seorang murid yang juga Kiai di daerah Jombang berkunjung ke gurunya di Tulungagung. Ia dikenal sebagai Kiai Jamaluddin dan gurunya adalah Mbah Kiai Abdul Jalil Mustaqim.

Ketika dalam perjalanan Kiai Jamaluddin dawuh pada santri yang diajaknya berkunjung. “Nak, kamu saya ajak sowan ke Romo Kiai Abdul Jalil. Beliau termasuk bagian dari Wali Allah. Nanti kalau di sana kamu tidak perlu banyak tanya, cukup dengarkan dawuh-dawuhnya.”

Sesampainya di kediaman Mbah Kiai Abdul Jalil Mustaqim, Kiai Jamaluddin berbincang cukup lama saking kangennya. Pada waktu itu pula Mbah Kiai Abdul Jalil menghisap rokok tanpa henti. Habis satu batang disambung lagi dan terus begitu sampai habis berbatang-batang rokok.

rokok

Santri yang diajak Kiai Jamaludin terheran-heran. Dalam hatinya ia berprasangka. “Katanya kiai ini seorang wali. Dari awal saya bertamu sampai sekarang rokoknya kok ngebut, habis satu langsung nyulut habis lagi nyulut lagi tanpa henti. Di mana letak kewaliannya?”

Melihat rasa terheran-heran santri Kiai Jamaludin, Mbah Jalil lalu berujar: “Kiai Jamal, lebih baik merokok tapi selalu ingat Allah, daripada tidak merokok tapi suka ngurusin orang lain yang sedang menikmati rokok tapi hatinya lalai pada Allah.”

“Njih, leres Kiai” (Ya benar, Kiai), jawab Kiai Jamaluddin.

Saat itu pula santri yang diajak Kiai Jamaludin tertunduk malu dan kemudian percaya bahwa prasangka buruk itu lebih berbahaya dan cenderung mengarah ke perilaku yang membuat dosa.

Buruh Rokok Kudus Resmi Mendapatkan Perlindungan Jaminan Sosial


Buruh Rokok Kudus Resmi Mendapatkan Perlindungan Jaminan Sosial


Para buruh rokok sigaret tangan di Kudus rasanya patut bergembira, pasalnya kini mereka mendapatkan kepastian menerima jaminan sosial ketenagakerjaan. Awalnya pemerintah tak memberikan jaminan ini, karena kerja mereka borongan saat bahan baku tersedia, atau sesuai musim. Kini, puluhan buruh SKT di Kabupaten Kudus menerima perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

rokok

Ketua Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP RTMM SPSI), Kudus Suba’an Abdul Rohman disela-sela seminar “Membangun Harmonitas Hubungan Industrial Yang Berkeadilan” mengatakan kepastian penerimaan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk semua buruh SKT di Kabupaten Kudus.

Saat ini jumlah buruh rokok yang tergabung dalam PC FSP RTMM SPSI Kudus mencapai 58.719 orang yang berasal dari 26 pabrik rokok di Kudus. Berdasarkan keputusan Kementerian Tenaga Kerja, seluruh buruh SKT yang berada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kudus akan menerima jaminan perlindungan sosial Ketenagakerjaan. Artinya Buruh rokok mendapatkan bantuan BPJS, yang iuran perbulannya dibantu oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

rokok

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kudus Ishak mengingatkan kepada semua perusahaan di Kudus untuk memberikan perlindungan kepada pekerjanya dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan. “Hal itu merupakan hak setiap pekerja, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran ketika terjadi kecelakaan kerja dan tidak bisa bekerja tidak akan mendapatkan penghasilan,” ujarnya saat dalam seminar tersebut.

rokok

Program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk melindungi setiap warganya yang bekerja dan ketika terjadi kecelakaan kerja.

Tradisi Memberikan Uang Rokok Ternyata Juga Ada di China

Tradisi Memberikan Uang Rokok Ternyata Juga Ada di China

Selama ini, kita mengenal apa yang namanya “Uang rokok”, yang mana merupakan semacam uang yang diberikan pada seseorang yang lain sebagai imbalan atas jasa tertentu.

rokok

Uang rokok ini biasanya menjadi semacam alternatif bila di pemberi jasa menolak untuk mematok semacam tarif tertentu. Uang rokok ini juga bisa diartikan sebagai semacam hadiah atas pertolongan dari seseorang (dengan tingkat pertolongan yang kecil).

Nah, usut punya usut, tradisi memberikan “uang rokok” ini ternyata tidak hanya berlaku di Indonesia, namun juga di China.

orang merokok

Di China, uang rokok menjadi semacam uang angpao dalam tingkatan yang lebih kecil.

Seperti diketahui, di beberapa negara, tradisi saling memberikan hadiah, imbalan, atau pemberian memang merupakan tradisi yang turun-temurun. Nah, penyebutan nama pemberian itu kadang tergantung dengan kondisi sosial daerah tersebut.

rokok

Indonesia yang memang akrab dengan dunia rokok mengenal istilah “uang rokok”. Tak disangka, China pun ternyata juga begitu, mereka juga mengenal istilah “uang rokok”, sebab ternyata budaya merokok di China juga tinggi seperti di Indonesia. China bahkan dikenal sebagai salah satu negara perokok terbesar di dunia.

Serba-Serbi Penggolongan Mutu (Grade) Tembakau

Serba-Serbi Penggolongan Mutu (Grade) Tembakau

Tak banyak yang tahu, jika tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok punya penggolongan mutu atau grade tersendiri. Ada beberapa tingkatan grade tembakau yang dihasilkan oleh para petani tembakau untuk perusahaan rokok, yakni grade A dan B (yang merupakan mutu terendah), kemudian grade C sampai G (mutu sedang), dan grade H dan I (mutu terbaik).

daun tembakau

Perbedaan grade ini menentukan harga tembakau dari para petani. Semakin bagus grade-nya, semakin mahal harganya. Dan perbedaan harga tembakau grade terbaik dengan yang terendah bisa sangat berbeda jauh. Bayangkan, 1 kilogram tembakau kering grade B harganya di angka 25 ribu, sedangkan tembakau pada grade D bisa mendapai 80 ribu. Sedangkan harga tembakau grade H dan I bisa mencapai 600 ribu.

Penggolongan grade tembakau ini tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang, ia hanya bisa dilakukan oleh orang-orang terlatih yang disebut grader.

tembakau

Grader ini mampu menentukan dengan tepat perbedaan antara berbagai jenis dan mutu tembakau.

Tak ada parameter pasti tentang bagaimana tembakau dikatakan punya grade yang bagus. Murni hanya grader yang tahu. Bahkan, pihak Bagian Perdagangan Pemerintah pun tidak bisa ikut camput dalam urusan grade ini. Yang bisa mereka lakukan sebatas memantau pergerakan harga yang ada di pasar.

rokok

Pabrik-pabrik pengolah tembakau milik perusahaan rokok biasanya punya grader-grader terlatih yang siap memberikan penilaian terhadap mutu tembakau yang dijual oleh petani.

Konon, grader-grader ini adalah orang-orang yang memang punya bakat dari lahir untuk bisa menentukan kualitas tembakau hanya dengan melihat, meraba, dan mencium baunya.

Strategi Tentara Membaur Dengan Warga Melalui Rokok

Strategi Tentara Membaur Dengan Warga Melalui Rokok

Sosialisasi dan pelaksanaan progam Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus dilakukan di seluruh daerah di Indonesia. Salah satu yang sedang digiatkan ada di Desa Durenombo. Desa di daerah Batang, Jawa Tengah.

Desa Durenombo terkenal akan produksi Durennya. Punya luasan lahan untuk ditanami apapun, karena kesuburan tanahnya ini, warga desa banyak yang kemudian berprofesi sebagai petani dan pekebun.

Desa Durenombo masuk dalam progam TMMD.

Di desa ini, para tentara menggunakan strategi khusus dalam upaya mendekati warga desa. Mereka para tentara sengaja mendekatkan dan mengakrabkan diri dengan warga desa dengan berbagi rokok, makanan, dan juga kopi kepada warga.

bungkus rokok

rokok

Pendekatan ini cukup berhasil, sebab komunikasi antara tentara dan wraga Desa kemudian berjalan dengan sangat baik dan lancar.

Progam TMMD sendiri dimaksudkan untuk membantu warga menghadapi kesulitan di daerahnya. Misal sebuah Desa membutuhkan akses jalan untuk transportasi keluar-masuk desa, maka tentara akan ikut membantu membuatkan jalan.

rokok

Progam TMMD juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah yang belum tersentuh, juga membantu meningkatkan rasa aman dan nyaman.