Perokok Sumbang Pelayanan Kesehatan bagi Daerah

Perokok Sumbang Pelayanan Kesehatan bagi Daerah

Perokok tak perlu minder karena senantiasa disudutkan di ruangan sosial, dianggap pesakitan, dan bahkan untuk menikmati rokok pun harus selalu dipersulit dengan tidak tersedianya ruang khusus merokok.

bungkus rokok

Para perokok sebenarnya memiliki peran penting bagi pembangunan, misal dari cukai hasil tembakau (CHT) dan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DB-CHT) yang didistribusikan ke daerah-daerah penghasil tembakau.

orang merokok

Lalu, untuk daerah-daerah lain. Perokok juga memberikan pendapatan dalam bentuk pajak rokok yang dipungut dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dengan prosentase sebesar 10% dari cukai hasil tembakau. Pajak rokok tersebut dikumpulkan oleh pemerintah pusat kemudian akan dialirkan ke daerah-daerah. Prosentasenya pembagiannya, untuk provinsi sebesar 30 persen dan 70% sisanya untuk pemerintah kabupaten dan kota.

rokok

Di masing-masing daerah penerima itu, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, diwajibkan minimal 50% dari dana pembagian pajak rokok tersebut untuk digunakan sebagai dana kesehatan. Sisanya untuk pembangunan, pendidikan, juga penegakan hukum, yang salah satu diantaranya adalah memberantas keberadaan rokok ilegal.

rokok

Walaupun menuai kontroversi karena keberadaan pajak rokok membuat perokok menanggung beban pajak ganda, tapi toh kebijakan ini tetap berlanjut dan sudah diberlakukan sejak 2014.

Besaran dana pajak rokok yang dibagikan ke daerah sebagai dana pembangunan pun terus meningkat, dari sebesar Rp244 miliar pada 2014, Rp397 miliar pada 2015, dan tahun lalu dikumpulkan dana pajak rokok sebesar Rp484 miliar.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Advertisements

Ibu yang Mendidik Anak dengan Berjualan Rokok

Ibu yang Mendidik Anak dengan Berjualan Rokok

Mendidik anak untuk mandiri dan mengenalkannya pada hidup yang tidak serba mudah menjadi pilihan bagi ibunda Wan Muhammad. Sedari kecil, Wan Muhammad sudah ditempa dan dididik oleh ibunya untuk tidak bermalas-malasan. Kehidupan ekonomi yang sulit mengharuskan Wan Muhammad harus ikut membantu ibunya mencari penghidupan.

wan muhammad

Terlahir di dalam keluarga yang serba berkekurangan membuat Wan Muhammad dan keluarganya harus cerdik dalam mengatur neraca keuangan keluarga. Ibunya Wan Muhammad hanyalah pedagang sayur mayur dengan keuntungan yang tidak seberapa. Hal ini kemudian mendorong Wan untuk ikut andil dalam mengambil beban ekonomi keluarga. Ia memberanikan diri untuk membantu ibunya mencari uang dengan berdagang menjajakan rokok di bioskop mirbar di dekat rumahnya.

bungkus rokok

Bersama ibunya, ia bergantian modal satu sama lain. Uang hasil penjualan rokok di malam hari ia berikan kepada ibunya sebagai modal berjualan sayur di pagi harinya. Uang hasil penjualan sayur setelah dikurangi biaya hidup, kemudian digunakan kembali sebagai modal Wan Muhammad berjualan rokok di malam hari pada hari berikutnya, dan begitu seterusnya.

Bergelut dengan dunia dagang sedari kecil menjadikan Wan Muhammad sebagai pribadi yang mempunyai bekal dan pijakan kuat untuk menghadapi dunia bisnis. Didikan kuat ibunya untuk selalu tlaten dan rajin pula yang kelak kemudian menjadikannya sebagai salah satu pebisnis yang sukses.

rokok

Pada akhirnya, nasib mempertemukan Wan Muhammad dengan bisnis yang ia geluti sedari kecil: berdagang. Dan ia sukses menjalankannya.

Wan Muhammad tercatat sebagai pebisnis jejaring ritel Idolmart yang jumlah gerainya sudah mencapai puluhan dan terus bertambah.

Tak hanya itu, Wan Muhammad juga tercatat sebagai Founder Asosiasi Masyarakat Ritel Indonesia, yang mana merupakan komunitas para pebisnis yang bergerak di bidang minimarket dan ritel.

idolmart

Kisah sukses Wan Muhammad agaknya cukup menjadi bukti yang sahih, bahwa didikan orangtua perihal hidup susah mampu menjadi bekal bagi seseorang dalam berbisnis.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Kisah Wanita yang Terselamatkan Hidupnya Karena Rokok

Kisah Wanita yang Terselamatkan Hidupnya Karena Rokok

Farida (53 tahun) nyaris putus asa ketika empat tahun lalu, di bagian vitalnya tumbuh benjolan yang membuatnya tubuhnya lemas dan nyaris mengalami pendarahan tiap hari. Penyakitnya itu dimulai saat dia merasakan kesulitan buang air besar. Dia mencoba memeriksakan diri ke rumah sakit tapi tidak ada respons lebih lanjut, terutama mengetahui penyakit yang dideritanya.

Namun seiring waktu benjolan di tubuhnya makin membesar. Nyaris selama 1,5 tahun dia mengalami pendarahan ketika buang air besar. Di rumah sakit selanjutnya, setelah melakukan pemeriksaan intensif, barulah diketahui ternyata penyakit yang mengganggunya selama ini adalah kanker stadium IV a.

Setelah vonis tersebut, dia menyadari, hanya segelintir orang saja yang berhasil pulih setelah divonis kanker. Hidupnya kini tinggal menunggu ajal. Rida memasrahkan diri jika ajal menjemput.

Siapa sangka, jika penyakit mematikan yang ada di dalam tubuhnya ini justru sembuh berkat rokok.

rokok

rokok

Ya, Farida kelak bisa mengembalikan harapan hidupnya. Kanker yang menggerogoti tubuhnya ternyata sembuh tanpa proses operasi atau kemoterapi yang menyiksa. Daya hidupnya kembali dengan terapi rokok yang dijalani di Griya Balur, Kudus, Jawa Tengah.

Di sana, Rida menjalani terapi rokok sekali dalam sepekan yang membuat kondisinya membaik, bahkan ia bisa kembali beraktivitas. Setelah menjalani terapi itu, dia merasakan tubuhnya lebih kuat dan sehat. Proses pendarahan memang masih terjadi, tetapi bisa dikendalikan.

Rokok yang digunakan untuk terapi adalah rokok divine yang telah diberi asam amino sehingga berfungsi mengeluarkan radikal bebas dari dalam tubuh.

rokok divine

Metode pengobatan ini dikembangkan oleh Greta Zahar, seorang ahi kimia radiasi (radikal bebas dan biradikal) bersama Prof. Sutiman Bambang Sumitro, Guru Besar di Universitas Brawijaya.

Dunia medis modern memang tidak menerima metode pengobatan ini dengan mengatakan bahwa apa yang dimulai oleh Dr Greta Zahar tidak ada standarnya. Tetapi, di tengah itu, nyatanya, sejumlah orang yang terselamatkan hidupnya melalui pengobatan ini terus bertambah.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Blokosutho, Produk Rokok Mandiri Tarekat Shiddiqiyyah

Blokosutho, Produk Rokok Mandiri Tarekat Shiddiqiyyah

“Blokosutho adalah Bahasa Jawa yang berarti keterbukaan atau apa adanya. Di dalam rokok ini mengandung obat adapun gambar yang ditampilkan di cover depan tidak ada hubungannya dengan kandungan rokok ini.”

Itulah kalimat yang tertera di bungkus rokok obat Blokosutho produksi Majmaal Bahroin Hubbul Wathon Minal Iman, salah satu Tarekat Shiddiqiyyah di Jombangi.

rokok blokosutho

Rokok obat sebenarnya bukan hal baru, karena sebelumnya ada produk Divine Kretek yang juga menyatakan bekerja secara nanoteknologi sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup penggunannya. Tetapi keberadaan rokok Blokosutho ini diterima oleh masyarakat, khususnya anggota Tarekat Shiddiqiyyah.

rokok

rokok

Menurut Muklis (32) warga Soerudji, Kepanjen, Kabupaten Malang, membeli rokok karya KH Muhammad Muktar Mukti, mursyid Tarekat Shiddiqiyyah, sekaligus bentuk kepeduliaan sosial religinya. “Karena setahu saya hasil penjualan dari rokok maupun rokok lain dari Sehat Tentrem (ST) yang dikelola oleh Tarekat Shiddiqiyyah juga diperuntukkan untuk dana pembangunan rumah layak huni (RHL) masyarakat,” katanya seperti dikutip malangtimes.com.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Orang Merokok Punya Kemungkinan Lebih Kecil Terkena Obesitas

Orang Merokok Punya Kemungkinan Lebih Kecil Terkena Obesitas

Kebiasaan merokok cenderung melahirkan pola makan tertentu pada pengkonsumsinya. Hal ini yang patut diperhatikan apabila kamu berniat berhenti merokok yakni mengontrol pola makan. Sebab, nikotin mempengaruhi kinerja otak yang disebut sebagai hipotalamus, yang berkaitan dengan pola makan seseorang.

bungkus rokok

rokok

Menghentikan kebiasaan merokok secara sekaligus, jika tidak diikuti dengan mengatur pola makan, maka akan membuat seseorang mengalami obesitas, begitu kata penelitian yang dimuat di Jurnal Physicology and Behavior.

rokok

Ilustrasi gambar: Eko Susanto

Merokok Menurunkan Risiko Operasi Sendi Lutut

Merokok Menurunkan Risiko Operasi Sendi Lutut

Keburukan rokok telah banyak diulas, bahkan cenderung dieksploitasi secara berlebihan sehingga seolah tak ada satu pun manfaat dari rokok dari sisi kesehatan.

rokok

Faktanya, dari temuan penelitian yang dilakukan oleh University of Adelaide di Australia menghasilkan sebuah temuan baru dari manfaat rokok. Penelitian ini menemukan bahwa pria yang suka merokok ternyata memiliki risiko lebih kecil operasi penggantian sendi dibanding mereka yang tidak merokok.

orang merokok

Penelitian yang disebarluaskan di Journal Arthritis & Rheumatism mengungkapkan nikotin di dalam tembakau membantu mencegah kemunduran tulang rawan dan sambugan sendi.

rokok

Faedah dari tembakau dan zat yang terkandung di dalamnya, utamanya nikotin ini, yang disinyalir membuat sejumlah perusahaan multinasional farmasi mengkehendaki tembakau tidak dijual bebas. Dengan begitu, mereka mengampanyekan keburukan rokok agar produk tembakau tidak dijual bebas. Target akhirnya ialah, mereka bersiap mengambil alih pasar nikotin.

Gambar Ilustrasi: Eko Susanto

Nikotin Membunuh Kuman Penyebab Tuberculosis (TB)

Nikotin Membunuh Kuman Penyebab Tuberculosis (TB)

Pertempuran dari gerakan antirokok yang makin gencar belakangan ini serta disokong pendanaan dari perusahaan multinasional farmasi selama ini disinyalir tidak hanya berniat mengurangi komsusi rokok oleh masyarakat. Namun ujung dari gerakan ini adalah menghentikan nikotin dijual bebas melalui rokok dan berbagai produk tembakau. Sehingga nilai tambah dari bisnis nikotin hanya bisa dinikmati oleh perusahaan farmasi.

rokok

Hal ini dikarenakan oleh manfaat nikotin yang dinilai bisa dijadikan bahan baku obat, selain untuk mengurangi risiko parkinson seperti yang umum diketahui, nikotin juga mampu menghentikan pertumbuhan kuman TBC.

orang merokok

“Suatu hari, nikotin mungkin menjadi alternatif yang mengejutkan sebagai obat Tubercolosis (TBC) yang susah diobati,” kata Saleh Naser.

rokok

Nikotin terbukti menghentikan pertumbuhan kuman TBC bahkan bila digunakan dalam jumlah kecil saja, terang Saleh Naser, seorang profesor mikrobiologi dan biologi molekuler University of Central Florida.

Gambar Ilustrasi: Eko Susanto