Tips Membersihkan Kaca Mobil dengan Rokok

Tips Membersihkan Kaca Mobil dengan Rokok

Supir-supir truk dan alat transportasi barang jaman dulu punya cara unik untuk membersihkan kaca kendaraan mereka. Durasi mengemudi yang lama serta medan dan lintasan yang ditempuh dengan cuaca dan debu yang tak bisa ditebak, membuat kaca kendaraan rentan kotor.

rokok

Menyiasati hal ini, supir-supir tersebut menggunakan rokok sebagai pembersih kaca mobil mereka. Rokok yang digunakan pun bukan rokok putih, melainkan kretek. Aneh tapi nyata, kretek yang berbahan baku tembakau ini ternyata memiliki khasiat untuk membuat pandangan kaca depan mobil jadi bersih cemerlang.

Suwarto, salah satu sopir veteran yang berusia 70 tahun berbagi pengalamannya menggunakan kretek sebagai bahan pembersih kaca mobil. Rokok sudah digunakannya bertahun-tahun dan terbukti manjur untuk membuat pandangan kaca depan lebih jernih. Air hujan tidak mudah menempel di permukaan kaca dan akan segera luruh sehingga pandangan ke depan menjadi lebih jelas.

rokok kretek

Caranya pun sangat sederhana. Begini tipsnya, Anda cukup merendam 2 hingga 3 batang kretek ke dalam air bersih dan biarkan hingga air berubah warna menjadi coklat. Kemudian air coklat tersebut gosokkan ke permukaan kaca hingga rata, tunggu beberapa waktu hingga airnya mengering. Ulangi beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Cara ini yang akan membuat kaca mobil kendaraan yang anda tumpangi menjadi bersih dan cemerlang. Hanya rokok kretek saja yang bisa digunakkan sebagai pembersih kaca mobil. Kandungan bahan dalam rokok kretek yang murni ditengarai mampu membuat kaca mobil tampak bersih. Sedangkan bahan di dalam rokok putih, tidak bisa digunakan sebagai pembersih kaca mobil. Tips ini di dapatkan dari rekan-tekan supir Suwarto yang lebih tua.

bungkus rokok

Hingga saat ini, cara membersihkan kaca mobil dengan menggunakan kretek masih terus digunakan Suwarto. Kretek ternyata berdaya guna tinggi, dan tak bisa dipandang semata-mata produk yang membuat sakit si pemakainya. Kretek adalah warisan asli Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

Advertisements

Revisi Perda KTR Kota Bogor Bakal Bikin Omzet Pedagang Pasar Berkurang

Revisi Perda KTR Kota Bogor Bakal Bikin Omzet Pedagang Pasar Berkurang

Pemerintah Kota Bogor berencana akan merevisi Perda Kota Bogor Nomor 12/2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Aturan-aturan dalam Perda tersebut akan direvisi guna menyempitkan dan mengendalikan peredaran rokok di Kota Bogor.

rokok

Aturan-aturan yang akan ditambahkan dan direvisi, banyak menuai polemik, karena menabrak aturan-aturan-aturan yang sudah ada. Salah satu yang jelas tercantum dalam PP No 109/2012 yakni tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan, UU Perlindungan Konsumen, hingga UU Penyiaran.

Salah satu poin revisi Perda KTR Kota Bogor yang menuai polemik adalah tentang pelarang memajang bungkus rokok pada etalase dan display toko. Aturan yang kemudian diperluas penerapannya ke dalam pasar-pasar tradisional Kota Bogor. Penerapan Perda KTR di wilayah pasar tradisional tidak tepat, karena di sana banyak pedagang kecil dan kelontong yang menjajakan rokok.

penjual rokok

penjual tembakau

Jika diterapkan di pasar tradisional tentu akan mengurangi omset para pedagang tersebut. Keberatan hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Litbang Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPP-APPSI), Bapak Sjukrianto.

Beliau juga menegaskan bahwa, Jika revisi Perda itu juga berlaku pelarangan di tujuh pasar di Kota Bogor, maka dapat dibayangkan, berapa jumlah pedagang yang merugi atas aturan tersebut. Lebih baik menertibkan di wilayah yang sudah ada terlebih dahulu daripada diperluas ke pasar tradisional. Harusnya Pemkot Bogor memaksimalkan wilayah yang sudah ada pada Perda KTR saat ini, seperti rumah sakit, tempat pendidikan, tempat-tempat ibadah, hingga lembaga pemerintahan.

rokok

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah mengatakan, Revisi Perda Kota Bogor tidak boleh menabrak aturan dan poin-poin dalam PP maupun UU yang sudah ada terlebih dahulu.

rokok

Kebijakan soal revisi Perda Kawasan Tanpa Rokok oleh Pemerintah Kota Bogor harus dikaji ulang dan dipikirkan betul. Jangan sampai, kebijakan yang dibuat menentang peraturan pemerintah, dan undang-undang yang sudah ada dan berlaku. Akan sangat tidak baik jika kebijakan tersebut disahkan dan dilaksanakan.

Merokok Dapat Membuat Pertahanan bagi Jantung, Liver, dan Ginjal

Merokok Dapat Membuat Pertahanan bagi Jantung, Liver, dan Ginjal

“Tembakau memiliki khasiat yang luar biasa bagi tubuh. Tembakau disebarkan oleh para dokter ke seluruh dunia. Merokok dapat membuat pertahanan bagi jantung, liver, dan ginjal.”

tembakau

Pendapat tak umum ini disampaikan lulusan Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, Tomy Aditama seperti yang dilansir kabarbangsa.com.

Selain itu ia juga menyarankan agar tidak merokok rokok putih yang diduganya memanfaatkan tembakau sintetis. Sebab tembakau sintetis dibuat dari bahan kertas. Itulah sebabnya rokok putih berbahaya bagi kesehatan.

rokok

Dalam analisanya, ada kekuatan global di belakang para dokter yang mengatakan bahwa “merokok membunuhmu”. Kekuatan itu mencengkram visi tembakau di Asia. Dibandingkan dengan rokok, menurutnya, justru penyedap bahkan segala makanan instan dapat membahayakan bagi pertahanan tubuh.

bungkus rokok

Dalam praktiknya, ilmu kesehatan barat digunakannya untuk mendiagnosa pasien yang membutuhkan penjelasan lebih jauh tentang situasi dan kondisi tubuh berdasarkan ilmu kedokteran umum. Tetapi, dalam polarisasi menyembuhkan penyakit ia menggunakan ilmu kesehatan timur melalui cara mengurai berbagai fungsi pengobatan.

Memanfaatkan Puntung Rokok sebagai Bahan Pembuat Batu Bata Berongga

Memanfaatkan Puntung Rokok sebagai Bahan Pembuat Batu Bata Berongga

Pusat Ekologi Metropolitan Otonomi Teluk (SMBA) Filipina yang mempunyai peran untuk mengolah barang atau sampah tak berguna menjadi produk dengan nilai guna sedang melakukan kajian untuk memberi nilai manfaat pada puntung rokok.

bungkus rokok

Puntung rokok yang berbahan serat kayu yang diolah sedemikian rupa sehingga mampu menjaring asap ini akan terurai dengan sendirinya. Hanya saja dibutuhkan waktu 12 tahun agar terurai dengan sempurna.

rokok

Kajian yang dilakukan oleh Pusat Ekologi tersebut sedang menilai penggunaan puntung rokok untuk dimanfaatkan membuat batu bata atau blok berongga.

rokok dan kopi

Jika penelitian ini berhasil dan benar-benar bisa diterapkan maka konsumen rokok bisa menawarkan puntung rokok kepada Pusat Ekologi SBMA, di Gedung Regulasi Labitan St CBD, Subic Bay Freeport Zone, Kota Olongapo, Filipina.

Hal ini tentu cukup menarik bagi konsumen rokok mengingat SMBA bersedia membayar dengan harga yang lumayan untuk para konsumen yang bisa menyediakan bahan baku putung rokok.

Merokok Mampu Membantu Melancarkan Buang Air Besar

Merokok Mampu Membantu Melancarkan Buang Air Besar

Banyak perokok yang bilang bahwa selain setelah makan, waktu lain yang paling nikmat untuk merokok adalah saat buang air besar.

Menurut mereka, dengan merokok buang air besar menjadi lebih nyaman dan semakin lancar. Entah faktor apa yang melandasi hal ini, namun yang jelas, fakta bahwa rokok memang punya chemistri yang baik dengan buang air besar agaknya memang tidak bisa dibilang salah.

rokok

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The De Brief mengungkapkan bahwa ternyata, merokok mampu membantu melancarkan aktivitas buang air besar.

Hal yang mendasari hal ini adalah kandungan nikotin yang ada dalam rokok. Kandungan nikotin ternyata termasuk dalam stimulan yang bisa meningkatkan sistem metabolisme tubuh. Selain itu, nikotin juga mampu membuat pikiran dan otot menjadi lebih tenang, rileks, serta fokus.

orang merokok

Tak disangka, hal ini juga mempengaruhi otot-otot pada bagian organ pencernaan, khususnya usus, dan akhirnya membuatnya terstimulasi untuk berkontraksi dan mengeluarkan kotoran dengan lebih lancar.

rokok

Dengan menghisap rokok saat buang air besar, maka makanan bisa segera dicerna oleh usus. Tak hanya usus halus, nikotin juga mempengaruhi usus besar agar bekerja dengan lebih maksimal, khuusnya dalam hal mendorong sisa makanan menuju ke anus dan akhirnya memicu keinginan buang air besar dengan lancar tanpa perlu mengeluarkan tenaga terlalu banyak.

Nah, jadi, mulai besok, sebelum cebok saat buang air besar, bisa lho sebat dulu. Hehehe

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Perokok Sumbang Pelayanan Kesehatan bagi Daerah

Perokok Sumbang Pelayanan Kesehatan bagi Daerah

Perokok tak perlu minder karena senantiasa disudutkan di ruangan sosial, dianggap pesakitan, dan bahkan untuk menikmati rokok pun harus selalu dipersulit dengan tidak tersedianya ruang khusus merokok.

bungkus rokok

Para perokok sebenarnya memiliki peran penting bagi pembangunan, misal dari cukai hasil tembakau (CHT) dan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DB-CHT) yang didistribusikan ke daerah-daerah penghasil tembakau.

orang merokok

Lalu, untuk daerah-daerah lain. Perokok juga memberikan pendapatan dalam bentuk pajak rokok yang dipungut dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dengan prosentase sebesar 10% dari cukai hasil tembakau. Pajak rokok tersebut dikumpulkan oleh pemerintah pusat kemudian akan dialirkan ke daerah-daerah. Prosentasenya pembagiannya, untuk provinsi sebesar 30 persen dan 70% sisanya untuk pemerintah kabupaten dan kota.

rokok

Di masing-masing daerah penerima itu, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, diwajibkan minimal 50% dari dana pembagian pajak rokok tersebut untuk digunakan sebagai dana kesehatan. Sisanya untuk pembangunan, pendidikan, juga penegakan hukum, yang salah satu diantaranya adalah memberantas keberadaan rokok ilegal.

rokok

Walaupun menuai kontroversi karena keberadaan pajak rokok membuat perokok menanggung beban pajak ganda, tapi toh kebijakan ini tetap berlanjut dan sudah diberlakukan sejak 2014.

Besaran dana pajak rokok yang dibagikan ke daerah sebagai dana pembangunan pun terus meningkat, dari sebesar Rp244 miliar pada 2014, Rp397 miliar pada 2015, dan tahun lalu dikumpulkan dana pajak rokok sebesar Rp484 miliar.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Ibu yang Mendidik Anak dengan Berjualan Rokok

Ibu yang Mendidik Anak dengan Berjualan Rokok

Mendidik anak untuk mandiri dan mengenalkannya pada hidup yang tidak serba mudah menjadi pilihan bagi ibunda Wan Muhammad. Sedari kecil, Wan Muhammad sudah ditempa dan dididik oleh ibunya untuk tidak bermalas-malasan. Kehidupan ekonomi yang sulit mengharuskan Wan Muhammad harus ikut membantu ibunya mencari penghidupan.

wan muhammad

Terlahir di dalam keluarga yang serba berkekurangan membuat Wan Muhammad dan keluarganya harus cerdik dalam mengatur neraca keuangan keluarga. Ibunya Wan Muhammad hanyalah pedagang sayur mayur dengan keuntungan yang tidak seberapa. Hal ini kemudian mendorong Wan untuk ikut andil dalam mengambil beban ekonomi keluarga. Ia memberanikan diri untuk membantu ibunya mencari uang dengan berdagang menjajakan rokok di bioskop mirbar di dekat rumahnya.

bungkus rokok

Bersama ibunya, ia bergantian modal satu sama lain. Uang hasil penjualan rokok di malam hari ia berikan kepada ibunya sebagai modal berjualan sayur di pagi harinya. Uang hasil penjualan sayur setelah dikurangi biaya hidup, kemudian digunakan kembali sebagai modal Wan Muhammad berjualan rokok di malam hari pada hari berikutnya, dan begitu seterusnya.

Bergelut dengan dunia dagang sedari kecil menjadikan Wan Muhammad sebagai pribadi yang mempunyai bekal dan pijakan kuat untuk menghadapi dunia bisnis. Didikan kuat ibunya untuk selalu tlaten dan rajin pula yang kelak kemudian menjadikannya sebagai salah satu pebisnis yang sukses.

rokok

Pada akhirnya, nasib mempertemukan Wan Muhammad dengan bisnis yang ia geluti sedari kecil: berdagang. Dan ia sukses menjalankannya.

Wan Muhammad tercatat sebagai pebisnis jejaring ritel Idolmart yang jumlah gerainya sudah mencapai puluhan dan terus bertambah.

Tak hanya itu, Wan Muhammad juga tercatat sebagai Founder Asosiasi Masyarakat Ritel Indonesia, yang mana merupakan komunitas para pebisnis yang bergerak di bidang minimarket dan ritel.

idolmart

Kisah sukses Wan Muhammad agaknya cukup menjadi bukti yang sahih, bahwa didikan orangtua perihal hidup susah mampu menjadi bekal bagi seseorang dalam berbisnis.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto