Tempat Khusus Orang Merokok ala Cafe di Kabupaten Kutim

Tempat Khusus Orang Merokok ala Cafe di Kabupaten Kutim

Tempat khusus merokok walaupun diwajibkan untuk disediakan di setiap tempat yang dinyatakan sebagai area terlarang untuk merokok ternyata kerap tidak dipenuhi. Kalaupun ada, banyak tempat khusus merokok yang dibuat secara tidak layak. Tanpa mempedulikan kenyamanan orang yang merokok.

rokok

Namun agaknya, hal ini tidak berlaku di kantor Bupati Kutai Timur. Di sana, Ruang khusus merokok di sana dibikin senyaman mungkin bagi para perokok. Bahkan, boleh dibilang, ruang merokok di kantor Bupati Kutai Timur ini lebih mirip cafe ketimbang ruang merokok.

rokok

Ruang khusus orang merokok yang berada di lantai dua ini tampak mewah dengan dua meja dan sepuluh kursi terbuat dari rotan berwarna cokelat. Tak hanya itu, terdapat juga gazebo berukuran 6×4 meter dan pot-pot cantik di sisi kiri kanannya.

ruang khusus orang merokok

Dulu, Saptol PP diperintahkan untuk menegur siapapun yang kedapatan merokok tidak pada tempatnya di lingkungan kantor Bupati Kutai Timur. Namun sekarang, berkat adanya ruangan merokok yang mewah dan nyaman ini, sekarang mungkin para perokok akan dengan sukarela berpindah tempat ke ruang merokok tanpa harus ditegur terlebih dahulu.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Advertisements

Simalakama Reklame Rokok: Terlarang Namun Menguntungkan

Simalakama Reklame Rokok: Terlarang Namun Menguntungkan

Reklame dari produsen rokok diberi batasan sejak terbitnya PP 109 Tahun 2012. Peraturan tersebut melarang reklame iklan rokok diletakkan di jalan utama atau protokol dan harus diletakkan sejajar dengan bahu jalan dan tidak boleh memotong jalan atau melintang.

rokok

Atas kebijakan tersebut, pemerintah daerah menjadi tidak serta merta bisa memberikan keleluasaan ijin bagi perusahaan rokok yang hendak mengajukan pemasangan reklame walaupun sebenarnya keberadaan reklame rokok memberikan sumbangan besar bagi pendapatan daerah. Sebagai contoh di Lampung, sumbangsih pajak reklame perusahaan rokok bahkan mencapai 50% dari total seluruh pendapatan pajak reklame.

orang merokok

Tetapi, peraturan yang tidak jelas dengan kategori jalan utama ini membuat sejumlah pihak dengan mudah melihat pemasangan reklame rokok dianggap melanggar peraturan. Padahal ijin telah diperoleh dari pemerintah daerah.

rokok

Hal ini tentu patut menjadi perhatian, sebab bagaimanapun, rokok adalah produk legal, perusahaan rokok mempunyai hak penuh untuk mengiklankan produknya. Hak ini dilindungi oleh undang-undang. Demikianlah yang ditegaskan oleh Mahkamah Konstitusi ketika memberikan argumentasi kenapa perusahaan rokok tetap diberikan hak untuk beriklan.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Jadilah Perokok Bijak: Jangan Merokok Sambil Berkendara

Jadilah Perokok Bijak: Jangan Merokok Sambil Berkendara

Merokok sambil berkendara kata sebagian orang mampu mengatasi rasa bosan saat macet. Sebagian orang lagi beranggapan bahwa merokok bisa menyingkirkan rasa kantuk. Tapi apa pun alasannya, bila kamu termasuk perokok bijak, maka jangan sekali-kali merokok sambil berkendara.

Merokok sambil berkendara bisa membahayakan karena menurunkan konsentrasi ketika mengemudi. Sebab fokus otak saat mengemudi akan berkurang akibat terbagi pada aktivitas merokok. Itulah sebabnya anda perlu menahan rasa bosan selagi menghadapi kemacetan lalu lintas. Nah, jika tak tahan, mulut kecut dan sebagainya, maka menepilah dan merokoklah di ruang terbuka dan syukur-syukur kalau di bawah pohon yang sejuk.

rokok

Apabila anda terserang kantuk selagi berkendara sudah barang tentu merokok bukan pilihan yang tepat untuk menyingkirkan rasa kantuk. Terlebih bila anda sedang mengemudi. Kenapa? Karena daya konsentrasi anda bisa anjlok. Maka pilihan yang terbaik adalah menepi dan sedikit goyang-goyangkan badan. Nah di saat itu pula adalah saat-saat yang tepat untuk merokok dengan relaks.

orang merokok

Tetapi argumentasi paling kuat mengapa merokok sambil berkendara tak cocok dilakukan adalah karena di jalan tidak ada asbak atau tempat sampah. Sebagai perokok yang peduli dengan kebersihan maka sudah barang tentu aktivitas merokok sambil berkendara sama sekali tidak perlu dilakukan. Anda cukup bersabar saja untuk mencapai tujuan dan mencari tempat khusus merokok, kemudian nikmati sebatang atau dua batang rokok dengan santai.

rokok

Selain itu, juga demi kenyamanan pengguna jalan yang lain, sebab, tak sedikit orang yang bisa terkena resiko kecelakaan karena matanya terkena sapuan bara api rokok yang terbang tertiup angin.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Pemerintah Pertimbangkan Gunakan Dana Cukai Rokok untuk Menutup Defisit BPJS Kesehatan

Pemerintah Pertimbangkan Gunakan Dana Cukai Rokok untuk Menutup Defisit BPJS Kesehatan

Pemerintah tengah mencari solusi tepat untuk mengendalikan defisit yang dialami BPJS Kesehatan setiap tahunnya. Rapat koordinasi (RAKOR) tingkat menteri yang dipimpin Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani Kamis (30/3) lalu membahas 27 skenario untuk mengatasi defisit tersebut. Salah satu skenario yang direncanakan adalah pertimbangan penggunaan dana cukai rokok untuk menutup defisit BPJS kesehatan.

cukai rokok

Berdasarkan peraturan, pemerintah memang wajib menyediakan dana talangan untuk menutup defisit yang dialami BPJS Kesehatan setiap tahunnya apabila sumber pemasukan dari iuran peserta tidak cukup untuk membayar klaim manfaat dan operasional.

rokok

Tetapi, bicara defisit tentu tak cukup sekadar menutup defisit cash flow BPJS Kesehatan, namun juga mempersiapkan dana cadangan teknis untuk berjaga-jaga sewaktu-waktu APBN tidak cukup membiayai dana talangan tersebut.

Dari 27 skenario yang masuk di antaranya adalah menggunakan dana bagi hasil cukai ke daerah. Dana bagi hasil cukai yang tidak terserap optimal untuk khususnya untuk pembinaan industri dan perbaiki kualitas bahan baku akan dialihkan untuk menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan.

Selain dari cukai rokok, skenario lain adalah penyesuaian atau kenaikan iuran peserta.

bungkus rokok

Sesuai dengan hitungan aktuaria oleh DJNS iuran yang dibebankan masyarakat masih di bawah standar. Sebagai contoh iuran untuk segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) ditetapkan sebesar Rp23.000 dari seharusnya Rp36.000, artinya minus Rp13.000. Sedangkan peserta mandiri kelas III seharusnya Rp53.000 dari iuran yang ditarik sekarang sebesar Rp25.500, artinya minus Rp27,500. Untuk kelas II juga mengalami minus sebesar Rp12.000. Hanya tarif kelas I saja yang sesuai dengan hitungan akturia yakni Rp80.000.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto