BEBERAPA ALASAN MENGAPA ORANG MEROKOK

BEBERAPA ALASAN MENGAPA ORANG MEROKOK

Mengapa Orang Merokok?

Motivasi orang merokok kerapkali sulit dipahami. Lebih-lebih oleh mereka yang tidak merokok. Maka kencederungan yang ada, muncul pertanyaan, “Ngapain mengisap rokok?” atau “Apa sih gunanya merokok? cuma ngabisin duit. Mending ditabung saja duit lu”. Gambar ancaman mengerikan di Bungkus rokok pun rasanya tak terlalu mempan untuk menghentikan orang merokok dari kebiasannya.

orang merokok

Pertanyaan-pertanyaan semacam itulah yang membuat sejumlah peneliti di Universitas Southamptom, di Inggris, mengadakan sebuah kajian tentang sebab-sebab orang merokok. Hasil penelitian tersebut menunjukkan motivasi yang membuat seseorang menjadi perokok, faktor-faktornya sebagai berikut:

1. Mengurangi Tegang Syaraf dan Menghilangkan Rasa Lelah
Alasan ini dikarenakan zat dalam tembakau mampu membuat orang menjadi rileks. Dengan menghisap rokok juga, seorang perokok sebenarnya membuat orang yang tegang dan gelisah, akhirnya mengatur pernapasan. Cara ini memuat organ-organ di dalam tubuh menjadi kendur. Rasa lelah pun tergerus.

2. Mengendurkan Persendian dan Menimbulkan Rasa Lega
Anda tak percaya dengan ini? Ops, tunggu dulu, alasan ini benar adanya. Karena dengan merokok yang mengandung nikotin rupanya membantu otot-otot persendian mempunyai pelumas yang membuat sendi-sendi terjaga. Data ini diperkuat dengan penelitian di University of Adelaide, Australia, yang menemukan bahwa orang yang merokok punya kecenderungan terhindar dari gangguan persendian.

orang merokok

3. Merokok untuk Menyendiri
Sebagian perokok memilih untuk menjauh dari kerumunan dan menyendiri. Hal ini karena sebagian orang merokok menghargai orang yang tidak merokok, dia mengambil tempat yang sepi dan merokok. Di samping itu merokok dalam kesendirian memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengambil jarak dari kerumunan dan berpikir. Kecenderungan mereka menemukan ide yang tak terduga.

4. Merokok karena Ingin Menyertai sesuatu Perbuatan
Anda barangkali sudah tahu, kenikmatan rokok sembari minum kopi atau teh, atau setelah makan, atau ketika lagi buang di toilet. Alasan ini masuk akal, sebab perpaduan antara rokok dan hal-hal tersebut menimbulkan kenikmatan-kenikmatan kecil.

rokok

5. Merokok sebagai Penganti Makanan
Aktivitas merokok juga membuat seseorang bisa mengurangi rasa lapar. Karena itu, seseorang yang lapar akan menyulut lagi rokoknya, agar bisa menahan rasa lapar.

6. Merokok sebagai Sikap Sosial
Di Indonesia rokok erat kaitannya dengan budaya masyarakat. Di sejumlah daerah, terdapat kultur yang menyajikan rokok sebagai undangan, sebagai ungkapan penghormatan kepada tamu, dan dihadirkan dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti kenduri. Sambil berbagai cerita, dan membahas persoalan-persoalan yang sedang dihadapi, mereka secara bersamaan menghisap rokok.

7. Merokok untuk Menumbuhkan Rasa Percaya Diri
Ada pula orang yang apabila ditimpa kecemasan, keruwetan, atau menghadapi masalah, cenderung merokok. Hal ini dikarenakan merokok mampu membuat rileks, dan menghilangkan rasa cemas. Sehingga, setelahnya, bangkit lagi rasa percaya diri.

Foto oleh : Eko Susanto

Advertisements

Merokok Menurunkan Risiko Operasi Sendi Lutut

Merokok Menurunkan Risiko Operasi Sendi Lutut

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Adelaide, Australia menemukan kecenderungan bahwa pria yang mempunyai kebiasaan merokok memiliki risiko lebih kecil untuk menjalani operasi sendi dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

orang merokok

Lho, barangkali Anda akan tak percaya dengan penelitian ini, rokok kok justru memberikan faedah bukannya kematian seperti kabar yang tersebar umum?

Penelitian ilmiah tersebut memberikan penjelasan. Nikotin di dalam tembakau rupanya membantu mencegah kemunduran tulang dan sambungan persendian termasuk lutut.

rokok

Gangguan persendian sendiri biasa dialami oleh orang obesitas yang mempunyai kebiasaan pejogging. Dengan nikotin dari rokok, Anda bisa tetap berolahraga dengan nyaman dan persendian Anda terjaga lebih baik daripada mereka yang tidak merokok.

Foto oleh : Eko Susanto

Ekonom: Rokok Bukan Penyebab Kemiskinan

Ekonom: Rokok Bukan Penyebab Kemiskinan

Direktur Eksekutif Institute National Development and Financial (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan ada pembiasan terhadap temuan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait tembakau. Seolah rokok menjadi faktor utama sebagai penyebab kemiskinan.

Pernyataan itu disampaikan untuk menanggapi temuan BPS yang melansir rokok sebagai penyumbang angka kemiskinan terbesar di Indonesia.

manfaat rokok

Temuan dari BPS tersebut juga ditanggapi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia berkomentar di saat angka kemiskinan naik dan perusahaan rokok untung besar sehingga merupakan pertanda lampu merah untuk pemerintah melakukan pembatasan perederan rokok.

Padahal faktor utama dari naiknya angka kemiskinan lebih karena ketidakmampuan pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan formal dan juga banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

manfaat rokok

Enny mengatakan stuktur pendapatan masyarakat penghasilan menengah ke bawah, miskin ke rentan miskin memang 70 persen untuk konsumsi makanan dan non-makanan mencapai 30 persen. Artinya, ketika porsi terbesar makanan terjadi kenaikan harga, katakanlah 10 persen 10 persen digunakan untuk membeli rokok, maka bobot pengeluaran kelompok itu jadi tinggi. Namun, itu hanya persentase dan tidak jadi faktor tunggal.

“Jadi rokok bukan penyebab kemiskinan, bahwa terjadi persentasi pengeluaran memang iya sehingga terkesan seolah-olah harga rokok tinggi jadi penyebab kemiskinan. Tetapi analisa BPS tidak lengkap,” terang Enny.

manfaat rokok

Ia mengemukakan, secara umum tingginya persentase kemiskinan itu lebih karena adanya kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, dan terjadi penyempitan lapangan pekerjaan formal. Ini tentu saja akan mendorong kelompok rentan miskin masuk ke kemiskinan. Jadi tidak ada faktor tunggal missal disebabkan rokok semata.

“Ketimbang menyalahkan salah satu pihak di mana ujungnya industri dirugikan akan lebih baik pemerintah fokus menciptakan lapangan pekerjaan di sektor formal. Selama tidak ada ketersediaan lapangan kerja yang memadai, ya pasti akan berdampak ke meningkatnya angka kemiskinan,” terangnya.

Foto oleh : Eko Susanto

Pelajar Bali Temukan Manfaat Tembakau sebagai Anti Rabies

Pelajar Bali Temukan Manfaat Tembakau sebagai Anti Rabies

Manfaat Tembakau – Dua pelajar asal SMAN 1 Singaraja, Andriawan Amri dan Ririn Aknesia, berhasil menemukan obat rabies dari daun tembakau. Atas prestasinya tersebut, kedua peneliti muda ini menyabet juara dalam Lomba Karya Ilmiah Tingkat Nasional di universitas Airlangga (Unair), Jawa Timur 2015.

manfaat tembakau

Cara pembuatan obat rabies ini dengan cara mencampur irisan daun tembakau dengan cairan sel antibody monokonal dan difermentasi selama satu sampai dua bulan. Selanjutnya, daun tembakau tersebut ditanam kembali dan daun tembakau yang sudah dewasa yang terfermentasi itu yang menjadi obat antirabies.

manfaat tembakau

“Daun tembakau pada dasarnya telah mengandung antirabies, namun masih perlu ditambahkan sel anti rabies untuk mendapat kultur absis rabies,” kata Andriawan Amri.

Foto oleh : Eko Susanto

Relaksasi Pernapasan dengan Merokok

Relaksasi Pernapasan dengan Merokok

Manfaat Rokok – Kenyataan ini terkesan kontradiktif dengan pendapat umum yang menyatakan merokok menimbulkan sesak napas. Tapi begitulah kenyataannya, aktivitas merokok memang punya manfaat, salah satunya adalah membuat perokok memiliki cara tersendiri untuk melonggarkan pernapasan. Proses Anda mengisap dan mengeluarkan asap ternyata membantu tubuh merasa rileks dan tenang.

manfaat rokok

Pada seseorang yang mengalami panik dan stres, maka dokter akan menyarankan pasien untuk berlatih penapasan. Metode yang biasa disebut relaksasi penapasan. Cara melakukannya akan diminta untuk menarik napas dalam dan menahannya selama 1-2 detik sebelum kemudian melepaskannya.

manfaat rokok

Proses ini persis sama dengan merokok. Pola bernapas seperti ini akan mempelambat denyut jantung dan mengendorkan otot-otot, khususnya otot leher dan punggung, yang sering tegang pada situasi stres.

Foto oleh : Eko Susanto