Rokok dalam budaya Indian kuno

Merokok merupakan salah sebuah aspek kebudayaan masyarakat Indian yang telah sangat tua usianya. Ketinggian usia ini bisa dikata dari penemuan ratusan pipa di situs-situs pedesaan dan darah anak-anak perbukitan di sebelah timur Amerika Serikar dan berasal dari masa sebelum kedatangan Columbus.

Sekalipun peninggalan-peninggalan sejarah ini tidak bisa ditemukan asal-usul tarikhnya, namun menurut pendapat Ralph Linton, beberapa bagian di anatarnya pastilah berasal dari suatu kurun masa yang telah sangat berlalu.

Pembuktian lain terjumpai dari kalangan masyarakat Indian “the Basket Makers” di sebelah barat daya Amerika Serikat, suatu golongan penduduk Indian kuno yang sisa-sisa peninggalannya terjumpai di bawah situs prasejarah “cliff dwellers” (para penghuni gua).

Berdasarkan beberapa bukti bisa dinyatakan, orang-orang Indian ini telah hidup di daerah tersebut pada awal masa Masehi dan kemudian didesak keluar dari tempat kediaman mereka pada tahun 1000 Masehi.

Dari mereka kita menemukan sejumlah pipa untuk keperluan merokok, yang merupakan pipa-pipa paling tua untuk keperluan merokok.

Sumber: Rokok Kretek Lintasan Sejarah dan Artinya bagi Pembangunan Bangsa dan Negara, Amen Budiman dan Onghokham.

foto: eko susanto

sumber: rokokindonesia.com

Advertisements

Tanggapan atas Penistaan Pembela Kretek di Hari Anti Tembakau Sedunia

Nashir Haq, orang yang bertahun-tahun tinggal di tengah puluhan ribu buruh kretek, merasa disudutkan sebagai pendukung kretek oleh kampanye Anti Rokok. Dan seolah tak pernah diberi kesempatan untuk membela diri.

Pada 31 Mei, bertepatan dengan Hari Anti Tembakau Sedunia, di mana kampanye menghentikan segala aktivitas yang berkaitan dengan tembakau sedang gencar-gencarnya, Nashir Haq bersuara:

“Untuk para lebay antirokok yang menuduh setiap acara dukungan terhadap kretek didanai oleh korporasi kretek: Sebagai orang yang berasal dari Kudus, sebuah kabupaten yang tak segan memasang predikat “Kota Kretek”, sebuah kabupaten tempat berdirinya berbagai macam industri kretek, dukungan saya terhadap kretek mungkin akan kalian tafsirkan sebagai pembelaan saya terhadap korporasi besar produsen kretek. Terserah kalau kalian beranggapan seperti itu, toh itu hak kalian.

Tapi, sejujurnya, saya sama sekali tidak punya kepentingan langsung terhadap korporasi kretek. Saya bukanlah penerima beasiswa dari perusahaan rokok, Saya pun merasa tidak pernah mendapat apapun dari perusahaan kretek. Ketika pendukung kretek makin lama makin kalian nistakan, sesungguhnya yang terpikir di benak saya hanya tetangga-tetangga saya yang bekerja sebagai buruh kretek, orangtua teman-teman saya yang bisa menyekolahkan anaknya sampai jenjang pendidikan tinggi, dan 45% penduduk kota saya yang menggantungkan hidupnya dapa komoditas kretek.”

Sumber: Rokok Indonesia
Foto: Eko Susanto (flickr)