DPR Menilai Industri Rokok Perlu Mendapatkan Insentif Karena Mampu Serap Banyak Tenaga Kerja

DPR Menilai Industri Rokok Perlu Mendapatkan Insentif Karena Mampu Serap Banyak Tenaga Kerja

Salah satu fenomena terheboh tahun ini adalah dana cukai rokok digunakan Pemerintah untuk menambal BPJS Kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Artinya, industri rokok di Indonesia adalah salah satu Industri yang paling menghasilkan dan mampu berkontribusi penting untuk negara ini.

Tak hanya itu, industri rokok, khususnya Industri Sigaret Kretek Tangan atau SKT tak bisa dimungkiri juga punya andil yang besar dalam menyerap sumber daya manusia dalam jumlah besar. Dari mulai tenaga petani tembakau dan cengkeh, sampai tenaga pelinting.

petani cengkeh

Serapan besar tenaga kerja Industri ini paling banyak adalah mereka dari golongan masyakat kelas bawah. Masyarakat yang tak punya ijazah pendidikan, tak punya banyak pengalaman kerja, dan skill. Merekalah yang menjadi tulang punggung Industri SKT di Indonesia.

Atas dasar itulah, salah satu anggota Komisi XI DPR-RI, Mukhamad Misbakhun menyarankan pada pemerintah untuk meulai berfikir serius dalam menjaga keberlangsung industri yang satu ini.

pabrik rokok

Menurut Misbakhun, agar Industri Sigaret Kretek Tangan tetap bertahan dan terus ada, pemerintah perlu memberikan insentif kepada industri SKT, terutama golongan kecil dan menengah. pemberian insentif ini untuk meningkatkan produksi bagi industri yang dapat meningkatkan penerimaan cukai bagi negara.

rokok

Misbakhun menambahkan, Pemerintah juga perlu untuk melonggarkan batasan jumlah produksi rokok bagi Industri SKT golongan menengah dan kecil, sebab menurutnya, industri rokok sigaret kretek tangan, utamanya yang kelas industri kecil dan menengan, punya potensi untuk ikut membantu pemerintah mengurangi peredaran rokok ilegal dengan memberikan kebebasan dan kelonggaran jumlah produksi.

Advertisements

Wakil Gubernur Jawa Tengah Dorong Industri rokok di Rembang

Wakil Gubernur Jawa Tengah Dorong Industri rokok di Rembang

Rembang adalah salah satu kota Jawa Tengah yang memiliki potensi kekayaan alam berupa tembakau yang menjadi bahan baku pilihan pembuatan sigaret. Hal ini pulalah yang membuat para pemimpin daerah mendorong tumbuh kembangnya perindustrian rokok di Rembang.

tembakau

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang juga seorang putra daerah Rembang menyadari betul akan potensi kekayaan alam daerahnya ini, tak heran jika dirinya begitu menjabat sebagai wakil Gubernur Jawa Tengah langsung punya program untuk mendorong bisnis rokok di daerahnya.

taj yasin

“Sebelumnya, sudah ada perusahaan rokok yang hendak berinvestasi di Kabupaten Rembang. Tentunya, perlu ditawarkan kembali untuk berinvestasi di Rembang,” ujar Taj Yasin.

Keinginan Taj Yasin untuk mengembangkan dan mendorong ekosistem bisnis rokok di Rembang agaknya disambut dengan baik oleh pemimpin setempat.

tembakau

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan bahwa masyarakat Rembang merasakan keuntungan setelah menanam tanaman tembakau dibandingkan sebelumnya menanam komoditas lain. Itulah kenapa perlu jalinan komunikasi dan hubungan yang baik antara para petani tembakau di Rembang dengan perusahaan yang menjadi penyuplai bahan baku untuk membuat rokok.

“Harapannya kerja sama yang terjalin tersebut tidak ada pihak yang dirugikan karena sebagai mitra,” ujar Abdul Hafidz.

Tiga Fungsi Rokok Dilihat dari Aspek Psikologi, Ekonomi, dan Sosial Budaya

Tiga Fungsi Rokok Dilihat dari Aspek Psikologi, Ekonomi, dan Sosial Budaya

Dalam beberapa waktu terakhir, Tedi Kholiludin, sosiolog Universitas Wahid Hasyim Semarang melakukan riset  bersama Prof Sumanto Al Qurtuby. Mereka menemukan fakta bahwa: efek (negatif) medis dari rokok itu banyak digaungkan oleh mereka yang bukan perokok. Sementara, kalangan perokok, meski menyadari ada dampak medis bagi orang lain dan dirinya, mereka tetap merokok karena merasa mendapatkan manfaat dari rokok. Setidaknya manfaat secara non medis.

rokok

Rokok bagi banyak perokok dianggap mempunyai fungsi-fungsi multidimensi dalam kehidupan bermasyarakat. Setidaknya ada tiga manfaat rokok yang bisa digali.

Fungsi pertama adalah fungsi yang sangat personal, yakni meningkatkan konsentrasi mendorong keadaan diri untuk rileks, tenang, dan “damai”. Ada kandungan nikotin dalam rokok yang mampu menyebabkan hal tenang, rileks dan damai tersebut.

Orang yang merokok cenderung bisa rileks dengan stress yang minim karena memang dalam rokok ada kandungan nikotin yang punya fungsi untuk membuat otot dan syaraf rileks.

orang merokok

Fungsi Kedua adalah Fungsi Ekonomi. Dari hasil riset dan penelitian yang dilakukan dengan mewawancarai banyak orang ditemukan bahwa aktivitas merokok adalah cara untuk membantu petani tembakau.

Para petani tembakau di Jawa Tengah, misalnya, banyak menggantungkan hidup pada keberhasilan sirkulasi dan distribusi rokok di pasaran. Nasib mereka ada pada keberhasilan memasarkan pelbagai jenis produk rokok. Selain itu, ada banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada industri tembakau ini seperti pedagang kelontong, buruh petik tembakau, buruh linting dan toko-toko ritel di seluruh Indonesia.

Fungsi ketiga adalah fungsi yang bersifat sosial. Aktivitas merokok kerap menjadi langkah pertama untuk membuka obrolan dalam percakapan dengan anggota kelompok sekaligus sebagai ungkapan rasa setia kawan dengan perokok lain.

Dari sudut sosiologis, rokok kerap hadir dalam interaksi antarmasyarakat yang akrab dan hangat. Rokok bisa menjelma menjadi “simbol sosialisasi” dan keakraban dalam masyarakat komunal atau “masyarakat kolektif” sekaligus menjadi bagian dari “kebudayaan Nusantara”.

rokok

Dalam berbagai kegiatan sosial kebudayaan di masyarakat Jawa dan Indonesia pada umumnya seperti slametan, kenduren, tirakatan, muludan, mantenan, sunatan, tahlilan, dan sebagainya, hampir selalu disertai rokok. Tanpa rokok, aktivitas sosial-kultural- keagamaan itu pun terasa hambar.

Ada nilai yang terkandung di dalamnya dan kerap bertaut dengan simbol serta identitas kultural bagi individu atau masyarakat. Hal-hal itulah yang tak bisa dihilangkan dari masyarakat Indonesia

Alasan Kenapa Perokok Tetap Sehat Menurut dr. Sungadi Santoso

Alasan Kenapa Perokok Tetap Sehat Menurut dr. Sungadi Santoso

Rokok selama ini selalu disebut sebagai biang banyak masalah kesehatan. Banyak penyakit yang oleh orang-orang diyakini murni karena rokok. Padahal pada kenyataanya, tidak ada bukti yang jelas tentang hal tersebut.

dr. Sungadi Santoso atau yang lebih akrab dipanggil sebagai Dokter Sung, seorang dokter muda dengan sangat jelas dan gamblang menerankan hal tentang hal ini dalam sebuah video berjudul “Kenapa Perokok bisa tetap sehat?”

Menurut Dokter Sung, salah satu hal yang harus dipahami dan dimengerti adalah faktor resiko yamg membuat orang sakit. Dan hal ini bisa banyak, dan rokok adalah bukan penyebab utama penyakit.

Salah satu penyebab utama banyak penyakit, menurut Dokter Sung, adalah masalah berat badan, utamanya pola makan yang tidak sehat serta pola tidur yang tidak teratur. Masalah stress juga ternyata adalah resiko penyebab penyakit.

 bungkus rokok

Sebab lain antara lain adalah kurangnya rekreasi atau liburan sehingga banyak orang tertekan dan tidak bisa berpikir jernih yang berpengaruh pada kesehatannya. Polusi udara, juga salah satu penyebab resiko penyakit. Kurang olahraga juga adalah resiko penyebab anda mudah sakit.

orang merokok

Banyak faktor-faktor tersebut menyebabkan banyak orang menderita penyakit. Rata-rata penyakit yang kronis. Misalnya, untuk obesitas berlebih yang punya potensi menyebabkan kanker. Ini adalah fakta nyata yang terjadi. Dan rokok ternyata bukan penyebab utama kanker.

Fakta penting yang menegaskan bahwa perokok bisa tetap sehat dan berumur panjang diungkapkan Dokter Sung dalam video ini. Ia menjelaskan bahwa ada salah seorang temannya perokok aktif, namun ia tetap sehat. Usut punya usut, ia ternyata disiplin dalam menjaga gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga lari. Kawannya yang lain yang juga seorang perokok berat bahkan mampu melakukan olahraga triathlon yang terdiri dari renang, sprint, dan bersepeda.

Dari sini, bisa kita lihat bahwa harus ada pikiran terbuka melihat sesuatu dari banyak sisi. Khususnya melihat produk seperti rokok, dan manusianya; perokok. Bahwa rokok dan perokok adalah bukan hal yang dilarang dan distigmakan negatif alias buruk. Perokok pun bisa tetap sehat dan berumur panjang.

rokok

Menjaga gaya hidup sehat dengan pola makan sehat. Pola tidur yang teratur, dan berolahraga rutin adalah cara-cara yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan. Tak hanya bagi para perokok, non-perokok pun harus melakukannya demi terciptanya masyarakat sehat di Indonesia.