Perkenalan Orang Jawa dengan Tembakau

Perkenalan Orang Jawa dengan Tembakau

Tembakau bukanlah tanaman asli dari Indonesia. Hal ini diyakini betul oleh sinology Prof. G. Schlegel. Keyakinan tersebut berdasarkan kunjungannya ke berbagai daerah di Indonesia yang mana ia menemukan bahwa kata tembakau merujuk pada perkataan orang Portugis yakni Tabaco atau tumbaco. 

petani tembakau

Pernyataan tersebut sukar dinalar, apa lagi jika kita melihat tahun berapakah tembakau diperkenalkan atau masuk pada masyarakat Jawa. Secara mudahnya, untuk menelusuri sejarah akan hal ini bisa dimulai dengan mengumpulkan data dari orang-orang lanjut usia di Jawa. Dimulai dari mengumpulkan cerita-cerita, orang-orang tersebut, atau bisa kita sebut sebagai sejarah lisan. Hal ini yang coba dilakukan oleh Rumphius dalam bukunya soal rempah-rempah di Indonesia.

Ia menemukan bahwa sekitar tahun 1496 di tanah Jawa telah diketemukan tembakau. Tahun ini adalah tahun sebelum adanya orang-orang Portugis. Saat itu tembakau sudah digunakan oleh masyarakat Jawa untuk penyembuhan. Belum digunakan sebagai rokok.

Artinya ada kemungkinan bahwa orang-orang Portugis hanya memperkenalkan tembakau sebagai rokok pada masyarakat Jawa.  Namun ada juga pendapat lain, bahwa yang memperkenalkan tembakau sebagai rokok adalah bangsa Belanda. Hal ini berdasarkan keterangan dari karya Thomas Stamford Raffles dalam bukunya yang berjudul The History of Java jilid I. Menurut buku tersebut, tembakau diperkenalkan sebagai rokok dalam adat Jawa sejak tahun 1601.

petani tembakau

Pendapat dari hasil karya Thomas Stamford Raffles ini jika kita telusuri lagi pada buku-buku rujukan hasil karya peneliti Belanda, maka akan didapatkan data bahwa tembakau dan pemakaiannya sebagai rokok telah ada di Jawa pada awal abad ke XVII atau pada tahun 1600-an. Hal ini sesuai dengan naskah Jawa Babad Ing Sangkala yang menyebutkan tembakau telah dimasukkan ke Pulau Jawa bersamaan dengan meninggalnya Panembahan Senapati, ayah Sultan Agung Banten. Ada syair terkenal dari peristiwa ini yaitu:

“Kala seda Panembahan syargi ing Kajenar pan anunggal warsa purwa sata sawiyose milaning wong ngudud.”

Artinya: “Waktu mendiang Panembahan meninggal di Gedung Kuning adalah bersamaan tahunnya dengan mulai munculnya tembakau setelah itu mulailah orang merokok.”

tembakau

Dari catatan Babad Ing Sangkala ini kita bisa mengetahui pada tahun 1600-an masyarakat Jawa telah mengenal tembakau untuk diperuntukkan sebagai rokok. Sayangnya dalam naskah tersebut, tidak tercantum secara jelas tentang siapa yang pertama kali memasukkan tembakau ke Pulau Jawa.

Advertisements

Fredie Blom, Manusia Tertua Asal Afrika yang Tetap Sehat Walau Merokok

Fredie Blom, Manusia Tertua Asal Afrika yang Tetap Sehat Walau Merokok

Umur manusia siapa yang tahu, hanya Tuhan yang tahu. Kadang tak disangka-sangka, orang sehat pun tiba-tiba mati di usia masih terlampau muda. Kadang ada pula orang berumur tua, yang gaya hidupnya jauh dari kata sehat namun masih segar bugar dan tetap hidup sampai saat ini. Logika rasional kita memandang umur manusia biasanya tak lepas dari apa yang dikonsumsi, gaya hidup serta kondisi lingkungan si manusianya. Apakah baik untuk tempat hidup, berkembang biak dan menjalani aktivitas rutin hingga ajal tiba. Namun, logika rasional tersebut tak selamanya bisa kita pegang sebagai bukti nyata untuk mampu bertahan hidup di dunia ini.

orang merokok

Fredie Blum. Lelaki asal Cape Town, Afrika Selatan menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai buruh di sebuah peternakan dan di industri konstruksi di Afrika Selatan. Ia adalah seorang bekas pekerja pertanian, yang kini berusia 114 tahun pada 8 Mei 2018 lalu. Meskipun ini belum diverifikasi oleh Guinness World of Records, saat ini Fredie tercatat sebagai orang tertua yang masih hidup hingga saat ini.

fredie blom

Di usianya yang 114 tahun itu, Fredie Blum masih aktif merokok. Ia sangat sulit sekali melepaskan kebiasaan merokoknya hingga saat ini. Dalam sehari ia menghabiskan dua hingga tiga batang rokok. Rokok yang dihisapnya bukanlah rokok regular dalam kemasan. Melainkan ia melinting sendiri tembakau. Di kampung halamannya, lintingan tembakau ini disebut dengan pil. Susah baginya untuk tidak membakar pil setiap harinya. Keinginan untuk berhenti merokok begitu kuat, namun keinginan untuk mendapatkan embusan temmbakau di dadanya juga sama kuat.

Anehnya, dengan kebiasaan merokok pil di tiap harinya, Fredie justru tidak merasakan efek samping apa pun. Ia merasa sehat bugar dan mampu beraktivitas seperti biasa. Hanya penyakit pada kakinya saja yang terus dirasakannya hingga saat ini. Penyakit yang didapatkan dari tahun lalu, salah satu lututnya bermasalah. Penyakit pada lututnya ini, biasa dianggap sebagai penyakit bagi orang yang berusia lanjut. Freddie Blum masih sanggup berjalan, namun sangat pelan.

fredie blom

Di kampung halamannya, Cape Town, Ia dianggap salah satu orang terkenal, karena umur yang begitu tua, masih tetap sehat dan hidup hingga saat ini. Beberapa media dan masyarakat luar banyak yang meragukan umur Freddie Blum. Namun, semua itu terjawab setelah West Cape Dept of Social Development, mengeluarkan dokumen identitas yang mencatat tanggal lahirnya pada 8 Mei 1904. Bukti ini semakin menguatkan bahwa Fredie Blum adalah manusia sehat yang masih tetap hidup yang berusia 114 tahun.

melinting rokok

Tak ada rahasia, atau resep bagaimana bisa hidup hingga usia ratusan tahun seperti itu. Fredie Blum hanya hidup biasa, tak ada yang spesial nan istimewa. Makanan yang dikonsumsi masih tetap sama, ia suka sekali dengan sayuran. Ia juga sudah berhenti meminum minuman keras beberapa tahun lalu. Ia juga masih tetap melinting dan merokok setiap harinya. Ia juga masih sanggup untuk mencuci pakaiannya sendiri.

Jika kita kembali menggunakan logika rasional bahwa untuk mendapatkan umur hidup yang panjang harus dengan gaya hidup sehat, maka ini terbantahkan dengan adanya Freddie Blum. Ia masih sehat, bugar, mampu beraktivitas seperti biasa, masih merokok hingga saat ini, dan masih tetap hidup di usia 114 tahun. Tetap hidup dan terus melinting tembakau, Fredie!

Merokok Dapat Membuat Pertahanan bagi Jantung, Liver, dan Ginjal

Merokok Dapat Membuat Pertahanan bagi Jantung, Liver, dan Ginjal

“Tembakau memiliki khasiat yang luar biasa bagi tubuh. Tembakau disebarkan oleh para dokter ke seluruh dunia. Merokok dapat membuat pertahanan bagi jantung, liver, dan ginjal.”

tembakau

Pendapat tak umum ini disampaikan lulusan Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, Tomy Aditama seperti yang dilansir kabarbangsa.com.

Selain itu ia juga menyarankan agar tidak merokok rokok putih yang diduganya memanfaatkan tembakau sintetis. Sebab tembakau sintetis dibuat dari bahan kertas. Itulah sebabnya rokok putih berbahaya bagi kesehatan.

rokok

Dalam analisanya, ada kekuatan global di belakang para dokter yang mengatakan bahwa “merokok membunuhmu”. Kekuatan itu mencengkram visi tembakau di Asia. Dibandingkan dengan rokok, menurutnya, justru penyedap bahkan segala makanan instan dapat membahayakan bagi pertahanan tubuh.

bungkus rokok

Dalam praktiknya, ilmu kesehatan barat digunakannya untuk mendiagnosa pasien yang membutuhkan penjelasan lebih jauh tentang situasi dan kondisi tubuh berdasarkan ilmu kedokteran umum. Tetapi, dalam polarisasi menyembuhkan penyakit ia menggunakan ilmu kesehatan timur melalui cara mengurai berbagai fungsi pengobatan.

Universitas Jember Melawan Stigma Negatif Tembakau dengan Penelitian

Universitas Jember Melawan Stigma Negatif Tembakau dengan Penelitian

Selama ini, banyak orang yang menganggap tembakau sebagai tanaman yang buruk. Angapan ini muncul karena tembakau merupakan bahan baku utama rokok, produk yang oleh banyak orang dianggap sebagai produk yang buruk.

rokok

Nah, bila tembakau selalu diidentikkan dengan berbagai hal negatif, maka Universitas Jember justru menunjukkan sebaliknya.

Berbagai penelitian yang melibatkan sejumlah mahasiswa dan peneliti di universitas berlambang daun tembakau ini justru menemukan kemanfaatan lain tembakau. Beberapa di antara manfaat tembakau ini mulai dari obat luka bagi penderita diabetes, soft candy sebagai pengganti rokok, bahan penghilang jamur pada perabot kayu, asap cair organik, bahan parfum, hingga potensi tembakau sebagai obat HIV/AIDS.

tembakau

Temuan itu dikemukakan oleh Kelompok Riset AgriEcom yang fokus untuk melakukan penelitian dan pengembangan di bidang ilmu ekonomi pertanian dan agribisnis.

“Untuk pertama kalinya sengaja kami memilih tembakau sebagai tujuan utama, mengingat keberadaan tembakau saat ini menjadi kontroversi, kata Prof. Rudi Wibowo, Ketua Kelompok Riset AgriEcon, saat peluncuran buku Agribisnis Tembakau pada 30/4/2018.

tembakau

Sebagai informasi, Jember sendiri memang salah satu daerah yang banyak menghasilkan tembakau. Bahkan tembakau dari Jember merupakan salah satu tembakau terbaik di Indonesia.

Ternyata Nikotin Justru Membunuh Kuman Penyebab TBC

Ternyata Nikotin Justru Membunuh Kuman Penyebab TBC

Selama ini, banyak orang yang selalu meyakini bahwa merokok adalah salah satu penyebab Tuberculosis (TBC). Kepercayaan akan hal ini diamini oleh banyak orang dan bahkan bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama.

rokok

Usut punya usut, ternyata kepercayaan ini ternyata justru bertentangan dengan logika kesehatan yang ada. Sebab faktanya, nikotin yang terdapat dalam tembakau, selain mengurangi risiko parkinson, ternyata juga mampu menghentikan pertumbuhan kuman TBC.

tembakau

Nikotin terbukti menghentikan pertumbuhan kuman TBC meskipun bila digunakan dalam jumlah kecil saja, Terang Saleh Naser, seorang profesor mikrobiologi dan biologi molekuler dari University of Central Florida.

“Senyawa dari nikotin menghentikan pertumbuhan kuman TBC dalam sebuah tes laboratorium, bahkan bila digunakan dalam jumlah kecil saja, kata Saleh Naser, seorang profesor dari mikrobiologi dan molokuler dari UFC.” kata Saleh Naser.

rokok

Peneliti ini juga mengatakan bahwa tak mustahil bila tembakau kelak akan digunakan sebagai obat TBC

“Suatu hari, nikotin mungkin menjadi alternatif yang mengejutkan sebagai obat Tubercolosis (TBC) yang susah diobati,” kata Saleh Naser.

Kalau Rokok Haram, Lewat Jalan Raya Juga Bisa Haram

Kalau Rokok Haram, Lewat Jalan Raya Juga Bisa Haram

“Orang yang mengharamkan rokok, haram kalau lewat jalan”, begitu kata Gus Muwafiq (KH. Ahmad Muwafiq) dalam salah satu video pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Beberapa waktu yang lalu.

gus muwafiq

Kiai Jogja yang terkenal dengan ceramahnya yang jenaka itu membahas soal Keindonesiaan. Betapa Indonesia dengan Pancasila adalah Negara yang hebat.

Dalam ceramahnya tersebut, selain membahas soal Hizbut Tahrir, ia juga membahas kedaulatan Indonesia yang salah satunya bisa dilihat dari urusan rokok. Betapa mengharamkan rokok adalah perkara yang bahaya bagi Indonesia.

pabrik rokok

“Lha wong sudah tahu sini ini daerah penghasil tembakau kok malah mengharamkan rokok,” ujarnya.

“Dunia sekarang sulit menghadapi Indonesia, karena obat stress susah masuk ke Indonesia, kenapa? Karena orang Indonesia bisa menghisap nikotin dari tembakau secara langsung. Agar obat stress bisa masuk ke Indonesia, maka lewat Farmasi Internasional, maka rokok kemudian diharamkan.”

tembakau

Gus Muwafiq menjelaskan bahwa di Indonesia, rokok adalah salah satu obat stress yang manjur. Selain itu, rokok juga ikut berkontribusi dalam pembangunan Indonesia melalui sumbangan APBN.

rokok

“Kalau rokok diharamkan, hati-hati, ini fiqih jadi masalah. Yang jualan tembakau dosa, yang cium aroma rokok ya haram, padahal 53 triliun masuk APBN, berarti APBN Indonesia ini haram. Untuk membangun jalan, jalannya haram. Makanya orang yang mengharamkan rokok, haram kalau lewat jalan (yang dibangun lewat APBN)”

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Pemuda Mesir yang Melukis dengan Tembakau

Pemuda Mesir yang Melukis dengan Tembakau

Abdelrahman al-Habrouk, pemuda berusia 23 tahun asal Alexandria, Mesir, membuat lukisan dari bahan baku tembakau. Suatu cara yang tidak umum dalam melukis.

daun tembakau

Ketika menggunakan bahan tembakau, Abdelrahman dengan teliti membuat sebuah potret dengan menaburkan bubuk tembakau di atas kertas. Di atasnya ia menaburkan bubuk mesiu dan membakarnya.

Lalu, apa yang terjadi?

Ya, jelas terbakar. Tetapi bekas bakaran tersebut membentuk potret khusus sehingga menjadi karya seni yang berkelas.

melukis dengan tembakau

Capian teknik tersebut tidak muncul begitu saja. Abdelrahman telah bereksperimen membuat lukisan dari kopi, garam, sampai pasir hingga memutuskan teknik melukis dengan tembakau sebagai pilihannya karena dirasa lebih tahan lama.

kebun tembakau

“Idenya adalah saya mencoba membuat seni hidup lebih lama. Selain itu, saya ingin membuat yang baik dari sesuatu yang dianggap berbahaya,” katanya kepada Reuters.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto