Pemuda Mesir yang Melukis dengan Tembakau

Pemuda Mesir yang Melukis dengan Tembakau

Abdelrahman al-Habrouk, pemuda berusia 23 tahun asal Alexandria, Mesir, membuat lukisan dari bahan baku tembakau. Suatu cara yang tidak umum dalam melukis.

daun tembakau

Ketika menggunakan bahan tembakau, Abdelrahman dengan teliti membuat sebuah potret dengan menaburkan bubuk tembakau di atas kertas. Di atasnya ia menaburkan bubuk mesiu dan membakarnya.

Lalu, apa yang terjadi?

Ya, jelas terbakar. Tetapi bekas bakaran tersebut membentuk potret khusus sehingga menjadi karya seni yang berkelas.

melukis dengan tembakau

Capian teknik tersebut tidak muncul begitu saja. Abdelrahman telah bereksperimen membuat lukisan dari kopi, garam, sampai pasir hingga memutuskan teknik melukis dengan tembakau sebagai pilihannya karena dirasa lebih tahan lama.

kebun tembakau

“Idenya adalah saya mencoba membuat seni hidup lebih lama. Selain itu, saya ingin membuat yang baik dari sesuatu yang dianggap berbahaya,” katanya kepada Reuters.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

PT KAI Harus Belajar dari Jepang tentang Aturan Merokok di Kereta Api

PT KAI Harus Belajar dari Jepang tentang Aturan Merokok di Kereta Api

Aturan larangan merokok di seluruh bagian kereta api yang diberlakukan oleh PT Kereta Api Indonesia tidak terhitung lagi korbannya. Karena mereka yang kedapatan merokok di dalam kereta api diturunkan paksa di stasiun berikutnya. Sejumlah karyawan PT KAI ada pula yang dipecat karena kedapatan merokok di kereta api.

ruang merokok

Aturan yang diberlakukan sejak tahun 2012 tersebut, tidak hanya menghalangi para perokok untuk mendapatkan hak konstitusional. Rokok adalah produk legal yang dijamin oleh undang-undang.

rokok

Tetapi, hak konstitusional perokok itu tidak dipedulikan oleh PT KAI yang bersikukuh menyatakan seluruh bagian dari kereta api termasuk Kawasan Tanpa Rokok (KTR) tanpa mempedulikan hak konsumen rokok yang harusnya disediakan tempat khusus untuk merokok.

gerbong khusus merokok

Ada pelajaran menarik yang pengelolaan kereta api di Jepang yang menyediakan gerbong khusus untuk para perokok. Langkah yang diterapkan oleh Jepang ini lebih solutif, karena baik yang perokok maupun tidak merokok sama-sama diperhatikan. Seorang penumpang yang hendak merokok, bukannya diturunkan malah diantar ke gerbong yang disediakan khusus bagi perokok.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Bekal Rokok Kretek bagi Jamaah Haji Indonesia

Bekal Rokok Kretek bagi Jamaah Haji Indonesia

Bagi Anda yang punya kebiasaan merokok dan punya rencana berangkat Tanah Suci, baik untuk menunaikan ibadah haji atau umroh, tak perlu khawatir tidak bisa menunaikan kegemaran tersebut. Sebab, Anda diperbolehkan untuk merokok asalkan di tempat-tempat yang diperkenankan agar tidak menganggu ibadah jamaah lainnya.

bungkus rokok

Bila Anda termasuk orang yang terbiasa dengan merokok kretek, maka sebaiknya bawalah rokok dari Tanah Air, sebab di sana akan sangat sulit untuk mendapatkan rokok. Aturan yang diberlakukan di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram misalnya, rokok diperkenankan dijual di radius 5 kilometer dari masjid.

Di sana, harga rokok cukup mahal, apalagi untuk rokok jenis kretek, harga satu bungkusnya mencapai 15-20 riyal atau setara Rp55.000 sampai Rp88.000.

orang merokok

Harga mahal rokok di tanah suci inilah yang membuat banyak jamaah haji yang membawa rokok kretek dari tanah air, tentu saja sebagai persediaan selama menunaikan ibadah haji/umroh di sana. Aturan yang diberlakukan, setiap jamaah haji diperbolehkan membawa sebanyak 200 batang rokok atau dua slop rokok.

rokok

Kebiasaan membawa rokok bagi jamaah haji biasanya bukan hanya untuk kebutuhan pribadi saja. Ada juga yang sengaja membawa sebagai bingkisan untuk sanak saudara yang berada di sana. Dan yang khas orang Indonesia adalah sengaja membawa rokok kretek bukan untuk dihisap melainkan dijual kepada sesama jamaah lain.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Casio, dari Pipa Rokok sampai Jam Tangan Digital

Casio, dari Pipa Rokok sampai Jam Tangan Digital

Siapa yang tidak kenal Casio, perusahaan ini dikenal luas di berbagai belahan dunia karena produk-produk yang dihasilkannya. Dari jam tangan G-Shock yang laris manis di pasaran, kalkulator, telepon genggam, kamera digital, hingga alat musik elektronik.

jam tangan casio

Tetapi tahukah kamu? Bahwa perusahaan Casio Computer Co, Ltd (Kashio Keinsanki Kabushiki-gaisha) yang didirikan pada 1946 ini mengeluarkan produk besar pertamanya berupa pipa yubiwa. Pipa ini berbentuk cincin rokok.

pipa rokok yubiwa

Ketika Perang Dunia II, orang-orang di berbagai negara kesulitan untuk merokok, sebab banyak pabrik rokok yang kemudian diubah menjadi pabrik senjata. Selain itu, peperangan juga membuat kacau banyak lahan pertanian, tentu saja tak terkecuali lahan tembakau.

rokok

Masyarakat Jepang sendiri di masa PD II mengalami kesulitan ekonomi sehingga rokok terbilang mahal dan berharga. Karena itulah, produk keluaran Casio yakni pipa yubiwa laris manis. Sebab, karena dengan produk ini, masyarakat Jepang bisa menghisap rokok sampai habis. Tanpa keberhasilan itu, kita bisa jadi tidak menemukan keberhasilan-keberhasilan selanjutnya yang dilakukan perusahaan ini.

Mihaya Melawan Mitos Penyakit Akibat Rokok

Mihaya Melawan Mitos Penyakit Akibat Rokok

Mihaya punya kebiasaan merokok melebihi orang kebanyakan. Dalam sehari ia bisa menghabiskan 30 batang rokok tingwe (linting dewe). Tetapi, meski demikian tubuhnya terlihat bugar. Ia pun masih tetap menjalankan aktivitas keseharian.

orang merokok

Lelaki berusia 85 tahun mengaku tidak ada penyakit akibat merokok sebagaimana yang ditampilkan di televisi. Ia pun hirau dengan peringatan kesehatan tersebut.

rokok tingwe

Sesekali keluhan yang datang kepadanya ialah darah rendah dan rematik. Dan pusing. Untuk yang terakhir itu pertolongan pertama yang diminta Mihaya hanyalah sebatang rokok.

orang merokok

Istri dan anaknya hanya bisa maklum dengan kebiasaan Mihaya. Sebab, Mihaya justru terlihat lemas dan tidak bergairah menjalankan aktivitas keseharian bila tidak dibarengi dengan merokok.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Nikmatnya Nasi Goreng Tembakau Khas Temanggung

Nikmatnya Nasi Goreng Tembakau Khas Temanggung

Temanggung dikenal sebagai salah satu sentra penghasil tembakau. Tembakau ini tidak hanya menjadi bahan baku rokok semata, namun berhasil dikreasikan menjadi bahan baku makanan.

Hal itulah yang dilakukan Rumah Makan Temanggung Bersenyum yang terletak di Jalan MT Haryono, Temanggung, Jawa Tengah.

tembakau

Rumah makan ini merupakan satu-satunya yang memanfaatkan tembakau sebagai bahan baku makanan.

Mereka memanfaatkan tembakau sebagai campuran menu nasi goreng. “Seperti namanya, ada unsur tembakau dalam menu ini. Tapi, bukan daunnya yang digunakan melainkan bijinya,” terang Faris, pelayan Rumah Makan Temanggung Bersenyum.

tembakau

Cara pembuatan nasi goreng tembakau pun tak ribet. Biji tembakau digoreng sangan atau tanpa minyak selama 15 menit. Selanjutnya, dicampur bumbu nasi goreng.

nasi goreng tembakau

Begitu nasi goreng siap disantap aroma tembakau bisa tercium bahkan terasa dilidah saat disantap. Meski terasa agak pahit, namun lama-lama bakal nikmat di lidah.

Nasi goreng unik ini dijual dengan harga yang cukup terjangkau, satu porsinya dibanderol dengan harga hanya Rp14 ribu. Bagaimana? Tertarik mencobanya?

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Dongeng Tembakau, Pohon Penyembuh Duka di Korea

Dongeng Tembakau, Pohon Penyembuh Duka di Korea

Tak hanya Indonesia yang mempunyai dongeng tentang tembakau yang konon dinamakan dari bahasa jawa Tambaku (obatku) dari kisah Ki Ageng Makukuhan. Masyarakat dari negara lain pun ternyata punya dongeng tersendiri tentang tanaman ini. Korea, salah satunya. Negara yang terkenal dengan ginsengnya ini ternyata mempunyai dongeng menarik mengenai asal-usul tembakau di negerinya. Hal itu seperti yang tersebar dalam cerita rakyat yang beredar di Korea, barangkali sebagai dongeng sebelum tidur anak-anak di Korea.

tembakau

Konon kabarnya, salah seorang raja mereka kehilangan permaisuri yang sangat disayanginya. Pasca kematian permaisuri tersebut, raja tak henti-hentinya dirudung duka.

Sampai pada suatu hari, Baginda Raja bermimpi didatangi buah hatinya ini. Katanya, “Sri Baginda, di atas makam hamba paduka akan menemukan daun penyembuh yang disebut tembakau. Silakan paduka mengumpulkan daun penyembuh ini. Keringkan di atas api. Silakan menghisap asapnya. Semua ini akan bisa menghilangkan duka cita paduka.”

tembakau

kebun tembakau

Di atas makam permaisuri memang terdapat daun penyembuh. Daun-daun tersebut kemudian diambil dan dihisap mengikuti petunjuk permaisurinya. Di samping itu, Sang Raja juga menyebarkan bibit tanaman tersebut ke seluruh penjuru kerajaan.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto