Pajak Rokok NTB Digunakan Untuk Pendaftaran BPJS Bagi 48 Ribu Warga

Pajak Rokok NTB Digunakan Untuk Pendaftaran BPJS Bagi 48 Ribu Warga

Pada pertengahan tahun 2018 lalu, gempa dan bencana menimpa wilayah NTB khususnya Lombok dan juga Lombok utara.

Kini, sudah beberapa bulan berlalu. Aktivitas pemulihan pasca gempa pun secara perlahan mulai dilakukan. Para warga sudah mulai kembali beraktivitas normal. Kendati demikian, tentu saja masih ada banyak persoalan yang tersisa dari efek gempa. Salah satunya adalah banyaknya warga yang terancam tidak bisa mendapatkan premi BPSJ Kesehatan karena belum membayar premi iuran pasca bencana.

orang merokok

Data-data dan kondisi tersebut ditindaklanjuti dengan cepat tanggap oleh Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat. Awal tahun ini dana tambahan dikucurkan kepada BPJS NTB dari hasil cukai pajak rokok senilai 21 Miliar.

Dana tersebut dialokasikan untuk memasukan warga miskin yang belum terdaftar sebagai peserta program jaminan kesehatan nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

bungkus rokok

Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB) Nurhandini Eka Dewi  menjelaskan, rincian dana tersebut dialokasikan ke provinsi dan juga kabupaten/kota yang ada di NTB. Eka meminta pemerintah kabupaten dan pemerintah kota di NTB untuk berkoordinasi dengan dinas sosial terkait daftar warga yang memenuhi persyaratan tersebut. Untuk yang  ada di provinsi, dana tersebut digunakan untuk membantu iuran premi para peserta BPJS yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara dengan total sebanyak 48 ribu warga Lombok Utara.

rokok

Jumlah dana dari cukai rokok ini membantu warga Lombok untuk tetap mendapatkan jaminan kesehatan dan berobat. Dana ini mampu untuk menambal mereka yang sejak dari pertengahan tahun lalu tak membayar premi iuran BPJS Kesehatan. Saat ini Dinas Kesehatan NTB berupaya keras agar seluruh warga Lombok Utara dapat menikmati jaminan BPJS Kesehatan.

Advertisements

Cukai Rokok Sumbang Pemasukan Negara 153 Triliun

Cukai Rokok Sumbang Pemasukan Negara 153 Triliun

Penerimaan Bea Cukai pada 2018 kemarin berhasil memenuhi target APBN 2018. Realisasinya luar biasa, mencapai Rp 205,5 triliun atau tumbuh sebanyak 6,7% dibandingkan pada tahun 2017. Realisasi penerimaan Bea Cukai itu mencapai 106% dari target yang disepakati pemerintah dan DPR di APBN 2018 yang sebesar Rp 194 triliun.

rokok

cukai rokok

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi saat ditanyai di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Penerimaan terbesar Bea Cukai pada 2018 disumbang oleh cukai rokok. Total pendapatan dari cukai itu mencapai Rp159,7 triliun, yang terdiri dari cukai rokok Rp 153 triliun, minuman (beralkohol) Rp 6,4 triliun dan etil alkohol Rp 0,1 triliun, serta cukai lainnya Rp 0,1 triliun.

rokok

Pendapatan besar dari cukai rokok tersebut juga telah dialokasikan untuk menambal biaya defisit BPJS Kesehatan seluruh warga negara Indonesia.

Hal ini telah diputuskan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada pertengahan tahun 2018 lalu. Keputusan tersebut banyak menuai kontroversi, terlebih lagi bagi para pembenci rokok. Namun, manfaat dari keputusan tersebut mampu menambal kekurangan biaya Jaminan Kesehatan seluruh warga negara Indonesia. Artinya para perokok mensubsidi seluruhnya, baik itu perokok, dan non-perokok.

orang merokok

Pemasukan besar dari cukai rokok di tahun 2018 menjadi tolok ukur untuk target penerimaan pajak di tahun 2019 ini. Tentu targetnya akan lebih meningkat. Seluruh stakeholders Industri Tembakau akan berusaha menyumbangkan lebih banyak lagi, mengingat tahun ini pajak cukai rokok tak dinaikkan harganya untuk dibebankan ke konsumen. Artinya kinerja Bea Cukai harus ekstra keras, karena tak dinaikkan pajak cukai rokok berarti butuh langkah strategis mendapatkan penerimaan cukai rokok agar sesuai target. Salah satu yang dikerjakan Bea Cukai saat ini adalah melakukan inspeksi rutin mencegah peredaran rokok-rokok ilegal yang tak bercukai.

rokok

Sebagai konsumen, perokok tentu punya peran besar untuk membantu Negara. Salah satunya adalah dengan cerdas membeli produk-produk asli Indonesia yang bercukai resmi. Hal ini nantinya akan berimbas pada penerimaan cukai di tahun 2019.

Pembagian Pajak Rokok: Jabar, Jatim, dan Jateng Dapat Porsi Terbesar

Pembagian Pajak Rokok: Jabar, Jatim, dan Jateng Dapat Porsi Terbesar

Tahun 2018 lalu menjadi salah satu tahun terbaik bagi perusahaan rokok. Dana hasil pajak rokok mampu digunakan untuk menambal biaya defisit BPJS kesehatan seluruh masyarakat Indonesia. Atas pencapaian tersebut, Pemerintah pusat melalui Presiden Republik Indonesia mentepakan tidak akan menaikkan harga pajak cukai rokok di tahun 2019. Kebijakan ini memberi angin segar bagi para pelaku industri tembakau, khususnya kalangan menengah dan kecil.

bungkus rokok

Tidak dinaikkannya tarif pajak untuk rokok ini ternyata tak membuat target penerimaan pemerintah dari rokok di tahun 2019 turun. Angkanya justru cenderung naik.

cukai rokok

Baru-baru ini Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), menerbitkan Keputusan KEP- 47/2018. Di mana keputusan ini menjelaskan soal besaran setoran pajak rokok ke rekening kas umum daerah untuk tiap proponsi tahun 2019. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2019.

Estimasi besaran pajak rokok terhadap 34 propinsi di Indonesia berbeda-beda. Tiga propinsi yang mendapatkan pajak rokok paling besar adalah Jawa Barat 2,6 Triliun, lalu Jawa Timur sebesar 2,3 Triliun, dan Jawa Tengah sebesar 2,1 triliun. Estimasi pajak rokok paling rendah adalah dari Kalimatan Utara yakni sebesar 37,9 Miliar. Total dari 34 Propinsi tersebut pajak rokok yang dibagikan senilai 15,56 Triliun.

rokok

Penentuan proporsi atau besaran pajak rokok yang diterima daerah berasal dari total penerimaan pajak rokok, yang merupakan 10% dari Cukai Hasil Tembakau, dibagi dengan jumlah penduduk yang dijadikan dasar pengitungan Dana Alokasi Umum (DAU) 2019.

Pajak rokok sendiri merupakan pungutan atas cukai rokok yang dipungut oleh pemerintah daerah yang berwenang bersamaan dengan pemungutan cukai rokok. Besaran pajak rokok adalah 10% dari total penerimaan cukai rokok.

Kisah Unik Mbah Abdul Jalil Mustaqim dan Santri Tentang Merokok

Kisah Unik Mbah Abdul Jalil Mustaqim dan Santri Tentang Merokok

Kisah rokok dan juga kopi di kalangan pesantren memang kerap dibicarakan. Selayaknya kebutuhan pokok, di pesantren, rokok dan kopi merupakan baarang kebutuhan yang harus ada sehari-hari. Kopi membantu para santri untuk tetap berjaga di kala mendaraskan ayat-ayat suci Al-Quran. Sedangkan bagi kiai, kopi merupakan sumber tenaga untuk berbagi dawuh kepada para santri dan masyarakat sekitar. Nah, kalau rokok adalah sumber inspirasi bagi para kiai dan juga santri.

rokok

Rebutan rokok juga menjadi salah satu aktivitas yang dinantikan para santri dan juga masyarakat saat pengajian sedang berlangsung. Mereka percaya, sisa rokok, atau kopi dari kiai mereka merupakan berkah dan harus dinikmati agar berkah tersebut bisa menular kepada si pengambilnya.

Anda boleh percaya ataupun tidak. Kisah-kisah yang terasa ganjil dan gaib ini sudah berlangsung bertahun-tahun di pesantren.

bungkus rokok

Kisah soal rokok juga marak terdengar di daerah-daerah pesantren di Jawa Timur, salah satunya kisah legendaris yang terjadi di daerah Tulungagung. Seorang murid yang juga Kiai di daerah Jombang berkunjung ke gurunya di Tulungagung. Ia dikenal sebagai Kiai Jamaluddin dan gurunya adalah Mbah Kiai Abdul Jalil Mustaqim.

Ketika dalam perjalanan Kiai Jamaluddin dawuh pada santri yang diajaknya berkunjung. “Nak, kamu saya ajak sowan ke Romo Kiai Abdul Jalil. Beliau termasuk bagian dari Wali Allah. Nanti kalau di sana kamu tidak perlu banyak tanya, cukup dengarkan dawuh-dawuhnya.”

Sesampainya di kediaman Mbah Kiai Abdul Jalil Mustaqim, Kiai Jamaluddin berbincang cukup lama saking kangennya. Pada waktu itu pula Mbah Kiai Abdul Jalil menghisap rokok tanpa henti. Habis satu batang disambung lagi dan terus begitu sampai habis berbatang-batang rokok.

rokok

Santri yang diajak Kiai Jamaludin terheran-heran. Dalam hatinya ia berprasangka. “Katanya kiai ini seorang wali. Dari awal saya bertamu sampai sekarang rokoknya kok ngebut, habis satu langsung nyulut habis lagi nyulut lagi tanpa henti. Di mana letak kewaliannya?”

Melihat rasa terheran-heran santri Kiai Jamaludin, Mbah Jalil lalu berujar: “Kiai Jamal, lebih baik merokok tapi selalu ingat Allah, daripada tidak merokok tapi suka ngurusin orang lain yang sedang menikmati rokok tapi hatinya lalai pada Allah.”

“Njih, leres Kiai” (Ya benar, Kiai), jawab Kiai Jamaluddin.

Saat itu pula santri yang diajak Kiai Jamaludin tertunduk malu dan kemudian percaya bahwa prasangka buruk itu lebih berbahaya dan cenderung mengarah ke perilaku yang membuat dosa.

Tembakau Bisa Menghasilkan Protein Anti Kanker

Tembakau Bisa Menghasilkan Protein Anti Kanker

Tembakau tidak selalu berkonotasi negatif sebagai penyebab kanker, karena ternyata tanaman tersebut ternyata justru dapat menghasilkan protein anti-kanker yang berguna bagi penderita kanker. Hal ini disampaikan oleh peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), DR Arief Budi Witarto M.Eng.

daun tembakau

Proposal penelitian tembakau inilah yang membawa Doktor Bioteknologi dari Fakultas Teknik, Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang itu meraih penghargaan dari Badan riset Jerman DAAD dan Fraunhofer di Jakarta.

Dalam risetnya itu, Arief mencoba untuk memproduksi protein penting “Growth Colony Stimulating Factor” (GCSF) dengan menggunakan tanaman tembakau (Nicotiana spp, L.) lokal dari varietas yang paling sesuai “Genjah Kenongo” dari 18 varietas lokal tembakau yang telah ditelitinya.

daun tembakau

Tanaman tembakau ini diambil untuk dimanfaatkan sebagai reaktor penghasil protein GCSF, suatu hormon yang menstimulasi produksi darah.

“Protein dibuat oleh DNA dari tubuh kita, kita masukkan DNA yang dimaksud itu ke tembakau melalui bakteri, begitu masuk, tumbuhan ini akan membuat protein sesuai DNA yang dimasukkan. Kalau tumbuhan itu panen, kita dapat cairannya berupa protein.”

Selain untuk protein anti-kanker GSCF, tembakau sebagai reaktor tersebut ternyata bisa juga untuk menstimulasi perbanyakan sel tunas (stemcell) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang sudah rusak.

ladang tembakau

DR Arief Budi Witarto M.Eng. adalah pakar di bidang rekayasa protein dan telah banyak menerima penghargaan. Antara lain, Paramadina Award 2005 untuk bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari Universitas Paramadina dan PII Engineering Award 2005 untuk kategori Adhicipta Rekayasa atau Best Creation in Engineering dari PII/Persatuan Insinyur Indonesia.

Sebelumnya ia juga telah menerima penghargaan lain yaitu Science and Technology Award 2003 dari Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) dan Peneliti Muda Terbaik Indonesia 2002 untuk bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa dari LIPI.

Ia juga pernah terpilih sebagai peraih nilai tertinggi untuk mewakili Indonesia bersama empat peneliti muda Indonesia untuk menghadiri Pertemuan Para Penerima Hadiah Nobel di kota Lindau Jerman.

Jadi, masih berpikiran negatif soal tembakau? Coba dipikir dan dicek lagi kebenarannya.

Pasuruan Dapat Bagi Hasil Cukai Lebih dari 170 M

Pasuruan Dapat Bagi Hasil Cukai Lebih dari 170 M

“Sementara saat ini penyumbang dana cukai khususnya rokok dipegang Kabupaten Pasuruan, mencapai Rp 40 Triliun yang disumbangkan kepada negara”.

Pernyataan ini diucapkan oleh Bupati Pasuruan, Bapak Irsyad Yusuf dalam acara sosialisasi pemberantasan rokok ilegal di Tosari, Sabtu lalu.

rokok

Ya, Kabupaten Pasuruan memang merupakan penyumbang cukai rokok terbesar di Indonesia.

Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) yang mengalir ke Kabupaten Pasuruan cukup tinggi, berkisar Rp 170-180 miliar tiap tahunnya. Pendapatan ini diperoleh setelah Kabupaten Pasuruan mampu menyumbang cukai sebesar Rp 40 triliun kepada Negara.

bungkus rokok

“Pendapatan Kabupaten Pasuruan dari dana bagi hasil cukai akan bertambah. Masyarakat harus sadar apabila mengkonsumsi barang kena cukai ilegal tak baik dilakukan. Ini akan merugikan hak masyarakat itu sendiri,” ungkap Bupati dalam acara tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP A) Pasuruan, Edi Budi Santoso, mengatakan penerimaan cukai meningkat tiap tahunnya. Bahkan penerimaan cukai ini ditargetkan meningkat sebesar 10% di tahun depan.

rokok

Edi Budi. S juga menyampaikan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam penanganan terhadap barang kena cukai ilegal. Hal paling sederhana yang bisa dilakukan masyarakat luas, yakni dengan tidak membeli rokok ilegal, yang tak berpita dan harganya murah.

Buruh Rokok Kudus Resmi Mendapatkan Perlindungan Jaminan Sosial


Buruh Rokok Kudus Resmi Mendapatkan Perlindungan Jaminan Sosial


Para buruh rokok sigaret tangan di Kudus rasanya patut bergembira, pasalnya kini mereka mendapatkan kepastian menerima jaminan sosial ketenagakerjaan. Awalnya pemerintah tak memberikan jaminan ini, karena kerja mereka borongan saat bahan baku tersedia, atau sesuai musim. Kini, puluhan buruh SKT di Kabupaten Kudus menerima perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

rokok

Ketua Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP RTMM SPSI), Kudus Suba’an Abdul Rohman disela-sela seminar “Membangun Harmonitas Hubungan Industrial Yang Berkeadilan” mengatakan kepastian penerimaan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk semua buruh SKT di Kabupaten Kudus.

Saat ini jumlah buruh rokok yang tergabung dalam PC FSP RTMM SPSI Kudus mencapai 58.719 orang yang berasal dari 26 pabrik rokok di Kudus. Berdasarkan keputusan Kementerian Tenaga Kerja, seluruh buruh SKT yang berada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kudus akan menerima jaminan perlindungan sosial Ketenagakerjaan. Artinya Buruh rokok mendapatkan bantuan BPJS, yang iuran perbulannya dibantu oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

rokok

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kudus Ishak mengingatkan kepada semua perusahaan di Kudus untuk memberikan perlindungan kepada pekerjanya dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan. “Hal itu merupakan hak setiap pekerja, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran ketika terjadi kecelakaan kerja dan tidak bisa bekerja tidak akan mendapatkan penghasilan,” ujarnya saat dalam seminar tersebut.

rokok

Program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk melindungi setiap warganya yang bekerja dan ketika terjadi kecelakaan kerja.