Pemerintah Peroleh Pendapatan Terbesar dari Bisnis Rokok

Pemerintah Peroleh Pendapatan Terbesar dari Bisnis Rokok

Dari setiap bungkus yang anda beli, ternyata pemerintah yang memperoleh porsi pendapatan terbesar. Ini dikarenakan selain cukai, pemerintah masih mengambil Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRB).

rokok

Soal tarif cukai, ditetapkan oleh Kementerian Keuangan berdasarkan golongan produk. Untuk jenis Sigaret Kretek Mesin golongan 1, tarif yang dikenakan sebesar Rp530 perbatang. Jika anda membeli sebungkus rokok isi 16 batang, maka cukai yang anda bayarkan sebesar Rp8.480.

bungkus rokok

Berikutnya, anda mesti membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang tarifnya sebesar 9,1% dari harga jual eceran (HJE). HJE per batang rokok golongan 1 adalah Rp1.120, maka per batang anda mesti membayar Rp102. Jadi untuk sebungkus yang isi 16 tadi maka PPN yang anda setorkan menjadi Rp1.632.

rokok

Dan terakhir, kebijakan terbaru pemerintah dengan memberi kewajiban membayar PDRB. Pengutan ini dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mendapatakan pendapatan. Besarnya 10% dari tarif cukai. Jika tarif cukainya Rp530 perbatang, maka akan ditambah pungutan lagi sebesar Rp53. Bila sebungkus rokok, maka PDRB yang disetorkan menjadi Rp848.

rokok

Secara keseluruhan pembagian porsi pendapatan yang diterima oleh pemerintah sebesar Rp10.960. Sedangkan perusahaan rokok sebesar Rp7.040 per bungkusnya. Itu pun perusahaan harus membeli bahan baku, membayar pekerja, belanja iklan, dan membayar cukai di muka setiap tahunnya.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Tempat Khusus Orang Merokok ala Cafe di Kabupaten Kutim

Tempat Khusus Orang Merokok ala Cafe di Kabupaten Kutim

Tempat khusus merokok walaupun diwajibkan untuk disediakan di setiap tempat yang dinyatakan sebagai area terlarang untuk merokok ternyata kerap tidak dipenuhi. Kalaupun ada, banyak tempat khusus merokok yang dibuat secara tidak layak. Tanpa mempedulikan kenyamanan orang yang merokok.

rokok

Namun agaknya, hal ini tidak berlaku di kantor Bupati Kutai Timur. Di sana, Ruang khusus merokok di sana dibikin senyaman mungkin bagi para perokok. Bahkan, boleh dibilang, ruang merokok di kantor Bupati Kutai Timur ini lebih mirip cafe ketimbang ruang merokok.

rokok

Ruang khusus orang merokok yang berada di lantai dua ini tampak mewah dengan dua meja dan sepuluh kursi terbuat dari rotan berwarna cokelat. Tak hanya itu, terdapat juga gazebo berukuran 6×4 meter dan pot-pot cantik di sisi kiri kanannya.

ruang khusus orang merokok

Dulu, Saptol PP diperintahkan untuk menegur siapapun yang kedapatan merokok tidak pada tempatnya di lingkungan kantor Bupati Kutai Timur. Namun sekarang, berkat adanya ruangan merokok yang mewah dan nyaman ini, sekarang mungkin para perokok akan dengan sukarela berpindah tempat ke ruang merokok tanpa harus ditegur terlebih dahulu.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Jadilah Perokok Bijak: Jangan Merokok Sambil Berkendara

Jadilah Perokok Bijak: Jangan Merokok Sambil Berkendara

Merokok sambil berkendara kata sebagian orang mampu mengatasi rasa bosan saat macet. Sebagian orang lagi beranggapan bahwa merokok bisa menyingkirkan rasa kantuk. Tapi apa pun alasannya, bila kamu termasuk perokok bijak, maka jangan sekali-kali merokok sambil berkendara.

Merokok sambil berkendara bisa membahayakan karena menurunkan konsentrasi ketika mengemudi. Sebab fokus otak saat mengemudi akan berkurang akibat terbagi pada aktivitas merokok. Itulah sebabnya anda perlu menahan rasa bosan selagi menghadapi kemacetan lalu lintas. Nah, jika tak tahan, mulut kecut dan sebagainya, maka menepilah dan merokoklah di ruang terbuka dan syukur-syukur kalau di bawah pohon yang sejuk.

rokok

Apabila anda terserang kantuk selagi berkendara sudah barang tentu merokok bukan pilihan yang tepat untuk menyingkirkan rasa kantuk. Terlebih bila anda sedang mengemudi. Kenapa? Karena daya konsentrasi anda bisa anjlok. Maka pilihan yang terbaik adalah menepi dan sedikit goyang-goyangkan badan. Nah di saat itu pula adalah saat-saat yang tepat untuk merokok dengan relaks.

orang merokok

Tetapi argumentasi paling kuat mengapa merokok sambil berkendara tak cocok dilakukan adalah karena di jalan tidak ada asbak atau tempat sampah. Sebagai perokok yang peduli dengan kebersihan maka sudah barang tentu aktivitas merokok sambil berkendara sama sekali tidak perlu dilakukan. Anda cukup bersabar saja untuk mencapai tujuan dan mencari tempat khusus merokok, kemudian nikmati sebatang atau dua batang rokok dengan santai.

rokok

Selain itu, juga demi kenyamanan pengguna jalan yang lain, sebab, tak sedikit orang yang bisa terkena resiko kecelakaan karena matanya terkena sapuan bara api rokok yang terbang tertiup angin.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Warung Spesial Sambal dan Keramahannya Terhadap Orang Merokok

Warung Spesial Sambal dan Keramahannya Terhadap Orang Merokok

Di rumah makan, pembagian ruang menjadi sangat penting. Jika Anda tidak memperhatikan kebutuhan ruang untuk merokok, maka siap-siap saja untuk ditinggal para pelanggan yang perokok. Demikian sebaliknya.

rokok

Membagi ruang antara perokok dan yang tidak merokok ini menjadi salah satu kebijakan yang dilakukan oleh Warung Spesial Sambal (SS) di setiap gerai yang dimikilinya.

warung Spesial sambal

warung Spesial sambal

“Keluhuran budi perilaku seseorang tercermin dari rasa pengertian terhadap orang lain. Dengan saling menghargai, akan tercipta kenyamanan dimana pun Anda berada. Begitu pun yang Mister coba di semua cabang Waroeng SS. Dengan memberikan ruang bagi Big Bos Penggemar Rokok dan Big Boss non-perokok, Waroeng SS berusaha memberikan kenyamanan di setiap kunjungan Big Boss di Waroeng SS,” demikian tulis pengumuman Warung SS.

bungkus rokok

Manajemen rumah makan yang terkenal dengan aneka menu sambalnya ini menyadari betul, bahwa banyak di antara pelanggan yang tidak tahan untuk merokok setelah makan, seperti lazimnya kebanyakan orang merokok yang memang menjadikan waktu setelah makan sebagai salah satu waktu terbaik untuk menghisap rokoknya. Hal tersebut juga yang menjadi salah satu pertimbangan kenapa Spesial Sambalnya memberlakukan pembagian ruangan khusus untuk meja smooking dan non smooking.

rokok

Nah, karenanya jangan heran jika suatu saat anda makan di warung makan ini, anda akna ditanya oleh pelayan untuk memilih ingin makan di ruangan mana, ruangan perokok atau non perokok.

“Semoga Big Boss (sebutan untuk pelanggan warung makan SS) menikmati setiap momen bersantap pedas di tengah dua perbedaan di Waroeng SS.” begitu pemberitahuan yang tertulis di semua gerai warung makan Spesial Sambal.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto dan Website Spesial Sambal

Benyamin Sueb, Rokok, dan Karya-Karyanya

Benyamin Sueb, Rokok, dan Karya-Karyanya

“Rokok teman yang setia, dibawa kemana-mana melebihi pacar yang setia.”

Kalimat tersebut adalah penggalan lirik ‘rokok’ yang digubah oleh Benyamin Sueb (Bang Bens). Lagu yang popoler di tahun 80-an itu berkisah tentang bagaimana keberadaan dan manfaat rokok bagi seseorang. Utamanya, bagi orang terpinggirkan yang kalah dalam pertarungan melawan laju pembangunan.

benyamin sueb

Sehingga menurutnya, rokok menjadi semacam ‘teman melamun, teman berpikir.” Bahkan pada titik tertentu, rokok yang pendek sekalipun bisa menjadi sangat berharga, sebab sekali lagi, ia adalah teman.

rokok

“Di sedot-sedot diisep isep ngebul
itu yang namannya rokok
itu yang namanya rokok
isep rokok memang seger udah pendek semakin leker
mantabs, mantabs
abus abis”

Tak cuma dalam lagu. Bang Bens juga membawa rokok sebagai kebisaan masyarakat ke dalam film. Lihat saja film Bang Bens yang berjudul “Musuh Bebuyutan” dimana Bang Bens berperan sebagai kenek truk karena tak kunjung dapat pekerjaan yang baik.

rokok

Di atas truk, saat perjalanan menuju gudang tepung, bersama kenek angkut lainnya, Bang Bens merokok bareng sambil bernyanyi “syalala lala yang penting kerja, yang penting bisa ngudud.”

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Spaletti Memberi Izin Nainggolan Merokok Asal Bermain Baik

Spaletti Memberi Izin Nainggolan Merokok Asal Bermain Baik

Kaitan merokok dengan perilaku buruk dan kesehatan membuat sejumlah orang lantas dengan mudahnya memberi cap buruk kepada seorang atlit yang merokok. Pemain AS Roma yang memiliki darah Indonesia, Radja Nainggolan, termasuk yang kerap menjadi sorotan publik akan hal ini. Apalagi beberapa waktu lalu kebiasaan merokok itu terlihat dalam sebuah video wawancara Nainggolan dengan Corriere dello Sport.

Radja Nainggolan

Namun menanggapi kebiasan anak buahnya, pelatih AS Roma justru menanggapi dengan enteng. Dia tetap mengizinkan Nainggolan menikmati tembakau asalkan performa di lapangan tidak terganggu.

bungkus rokok

Syarat tersebut dipenuhi Nainggolan dengan mencetak delapan gol dan dua assist dalam 32 pertandingan yang dijalani Roma pada musim 2016-2017.

rokok

“Tidak ada masalah. Nainggolan menjalani kehidupan normal dan beristirahat pada malam hari. Dia menemukan keseimbangan dalam hidupnya,” kata Spaletti.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Kisah Habib Abdullah bin Muchsin: Adab Membaca Kitab Setelah Merokok

Kisah Habib Abdullah bin Muchsin: Adab Membaca Kitab Setelah Merokok

Habib Keramat Bogor, Habib Abdullah bin Muchsin dikenal sebagai perokok. Menurut keterangan Abdurahman bin Ahmad Assegaf yang pernah berlajar kepadanya, “Habib Abdullah bin Muchsin itu merokok. Dan rokoknya adalah rokok kawung.”

rokok

Pernah sutau kali muridnya datang dari Kwitang mengunjunginya, setelah ia mendapatkan rokok mahal dari pembesar Belanda. Melihat kedatangan muridnya yang bernama Habib Ali itu, Habib Abdullah senang dan memberinya hadiah, “Ya Habib Ali, ini rokok mahal buat engkau.”

orang merokok

Karena tidak mau menerima dan ditaruh kantong saja karena tidak merokok, Habib Abdurahman berkata,: Ya Habib, mata ini kalau tidak karena rokok melihat manusia akan apa adanya. Mungkin kalau tidak merokok akan jadi susah manusia menemuiku. Supaya mereka bisa bertemu saya, ya saya begini (merokok).”

rokok

Di antara para Auliya memang ada yang merokok. Namun selesai merokok mereka akan cuci tangan dan memakai wangi-wangian, lebih-lebih kalau ingin buka kitab mereka sampai menempelkan minyak wangi di bibir mereka.

Ilustrasi gambar: Eko Susanto