Cerita Soal Pram yang Mendapatkan Pencerahan dari Kopi dan Rokok

Cerita Soal Pram yang Mendapatkan Pencerahan dari Kopi dan Rokok

Pada tanggal 12 September lalu, Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pemuda Olahraga kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Direktorat Jendral Kebudyaan Republik Indonesia, menggelar festival folklor bertajuk Cerita Dari Blora. 

Festival ini mengangkat dan mengekspresikan khasanah seni, budaya dan sastra di daerah Blora, termasuk di dalamnya cerpen Cerita Dari Blora karya Pramoedya Ananta Toer.

Pramoedya Ananta Toer merokok

Acara ini digagas dan diselenggarakan berkat Indonesiana, sebuah platform pendukung kegiatan seni budaya di Indonesia yang bertujuan untuk membantu tata kelola kegiatan seni budaya yang berkelanjutan, berjejaring, dan berkembang.  Indonesiana diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Dalam salah satu rangkaian acara festival ini, digelar bedah buku Pramoedya Ananta Toer yang bertajuk Indonesiana – Cerita Blora. 

Festival Folklor Blora dipilih sebagai bentuk penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tokoh sastra besar dunia kelahiran dari Blora Pramoedya Ananta Toer. Tema ini diambil dari judul kumpulan cerita pendek karya Pramoedya Ananta Toer, yang memberi andil dan membesarkan kota Blora ke tingkat nasional bahkan internasional.

Pramoedya adalah salah satu sastrawan penting di Indonesia. Beliau selalu konsisten bergerak dari bawah, dari masyarakat minoritas yang terpinggirkan dan tak dipedulikan oleh Negara. Banyak dalam cerita-cerita pendeknya di karyanya yang menjelaskan hal tersebut.

Banyak hal yang bisa jadi inspirasinya dalam menulis. Salah satu yang rutin beliau kerjakan sebelum menulis adalah membaca koran, merokok dan minum kopi. Dari sana kemudian ia melamun dan menuliskan apa yang dipikirkan dari aktivitas rutin tersebut.

rokok

Beliau tak bisa lepas dari rokok dan kopi. Kedua benda penting itu selalu menemaninya dalam proses menulis. Dalam menulis karya sastra, ia betul-betul serius menggarapnya. Baginya sastra adalah project sepenuh hati untuk Negara. Ia ingin menyumbangkan gagasan-gagasan pentingnya, berbagi data, pengalaman, dan pengamatan dari lapangan yang belum disentuh oleh Negara.

Ia tak mau menunggu Negara melakukan pembenahan, kepedulian terhadap masyarakatnya. Pram justru bertugas menyampaikan secara jujur kondisi yang ia rasakan sendiri, di dekatnya di sekitarnya. Ia menjadi seorang peramal masa depan yang ulung, berkat kemampuannya membaca data, arsip dan bacaan-bacaan buku, dan juga koran. Apa yang dituliskannya jaman dulu, sebagian besar terjadi di Negara ini.

rokok

Dari kerja produktif inilah beliau mendapatkan banyak penghargaan. Dan di Festival Folkore Blora ini beliau diangkat sebagai salah satu tokoh penting yang ikut mengangkat nama Blora ke kancah dunia. Dan semua itu didapatkannya melalui kerja yang sangat keras, mengarsip, membaca bacaan, dan itu semua dilakukannya dengan merokok kretek dan minum kopi.

Advertisements

Beli Rokok 20 ribu, 13 Ribunya Untuk Negara

Beli Rokok 20 ribu, 13 Ribunya Untuk Negara

Ada banyak cara untuk membantu perekonomian negara, namun tak ada yang menyangka bila merokok merupakan salah satunya.

Boleh percaya atau tidak, tiap tahunnya, produk rokok menyumbang pemasukan yang besar bagi Negara. Masyarakat banyak yang tak tahu besaran pajak cukai rokok yang terdapat pada satu bungkus rokok. Persentase pajak rokok terhadap negara merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan produk-produk lainnya.

orang merokok

Bayangkan, produk rokok pajaknya mencapai 50 persen lebih.

“Kalau bapak beli rokok Rp 1.000, itu Rp 650 untuk negara. Kalau beli rokok yang sebungkus Rp 20 ribu, itu bapak menyumbang Rp 13 ribu untuk negara.” begitu kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Nugroho Wahyu Widodo.

cukai rokok

Ya, rokok memang dikenakan sebesar 65 persen dari harga jual eceran (HJE). Tarif tersebut diperoleh dari cukai dan pajak pertambahan nilai (PPN).

Jumlah yang cukup besar diterima oleh Negara dari satu produk rokok. Kalikan saja dengan banyaknya bungkus rokok yang dikonsumsi oleh masyarakat. Artinya, para perokok adalah penyumbang terbesar bagi pemasukan Negara.

rokok

Dari sini terlihat jelas bahwa produk rokok tak bisa dianggap buruk. Ia mampu memberikan kontribusi nyata bagi Negara dengan cukainya. Dan para perokok adalah masyarakat yang taat membayar pajak dan memberikan kontribusi langsung pada Negara.

Perkenalan Orang Jawa dengan Tembakau

Perkenalan Orang Jawa dengan Tembakau

Tembakau bukanlah tanaman asli dari Indonesia. Hal ini diyakini betul oleh sinology Prof. G. Schlegel. Keyakinan tersebut berdasarkan kunjungannya ke berbagai daerah di Indonesia yang mana ia menemukan bahwa kata tembakau merujuk pada perkataan orang Portugis yakni Tabaco atau tumbaco. 

petani tembakau

Pernyataan tersebut sukar dinalar, apa lagi jika kita melihat tahun berapakah tembakau diperkenalkan atau masuk pada masyarakat Jawa. Secara mudahnya, untuk menelusuri sejarah akan hal ini bisa dimulai dengan mengumpulkan data dari orang-orang lanjut usia di Jawa. Dimulai dari mengumpulkan cerita-cerita, orang-orang tersebut, atau bisa kita sebut sebagai sejarah lisan. Hal ini yang coba dilakukan oleh Rumphius dalam bukunya soal rempah-rempah di Indonesia.

Ia menemukan bahwa sekitar tahun 1496 di tanah Jawa telah diketemukan tembakau. Tahun ini adalah tahun sebelum adanya orang-orang Portugis. Saat itu tembakau sudah digunakan oleh masyarakat Jawa untuk penyembuhan. Belum digunakan sebagai rokok.

Artinya ada kemungkinan bahwa orang-orang Portugis hanya memperkenalkan tembakau sebagai rokok pada masyarakat Jawa.  Namun ada juga pendapat lain, bahwa yang memperkenalkan tembakau sebagai rokok adalah bangsa Belanda. Hal ini berdasarkan keterangan dari karya Thomas Stamford Raffles dalam bukunya yang berjudul The History of Java jilid I. Menurut buku tersebut, tembakau diperkenalkan sebagai rokok dalam adat Jawa sejak tahun 1601.

petani tembakau

Pendapat dari hasil karya Thomas Stamford Raffles ini jika kita telusuri lagi pada buku-buku rujukan hasil karya peneliti Belanda, maka akan didapatkan data bahwa tembakau dan pemakaiannya sebagai rokok telah ada di Jawa pada awal abad ke XVII atau pada tahun 1600-an. Hal ini sesuai dengan naskah Jawa Babad Ing Sangkala yang menyebutkan tembakau telah dimasukkan ke Pulau Jawa bersamaan dengan meninggalnya Panembahan Senapati, ayah Sultan Agung Banten. Ada syair terkenal dari peristiwa ini yaitu:

“Kala seda Panembahan syargi ing Kajenar pan anunggal warsa purwa sata sawiyose milaning wong ngudud.”

Artinya: “Waktu mendiang Panembahan meninggal di Gedung Kuning adalah bersamaan tahunnya dengan mulai munculnya tembakau setelah itu mulailah orang merokok.”

tembakau

Dari catatan Babad Ing Sangkala ini kita bisa mengetahui pada tahun 1600-an masyarakat Jawa telah mengenal tembakau untuk diperuntukkan sebagai rokok. Sayangnya dalam naskah tersebut, tidak tercantum secara jelas tentang siapa yang pertama kali memasukkan tembakau ke Pulau Jawa.

Tahun Ini, Bea Cukai Pasuruan Bisa Raih Penerimaan Hingga 40 Triliun

Tahun Ini, Bea Cukai Pasuruan Bisa Raih Penerimaan Hingga 40 Triliun

Pasuruan menjadi salah satu daerah yang sukses memenuhi target penerimaan bea cukai.

Penerimaan paling besar kami dari pita cukai rokok dan tembakau. Tahun ini ditargetkan bisa meraup 39 triliun. Kami sangat yakin bisa memenuhinya dan jika melihat perkembangan saat ini bisa mencapai 40 triliun,” ujar Kepala KPPBC TMP A Pasuruan, Sugeng Harianto.

cukai rokok

Kesuksesan ini tak lepas dari sumbangsih industri rokok yang ada di Pasuruan.

Dirjen Bea dan Cukai Republik Indonesia memasang target untuk Bea Cukai Tipe A Pasuruan dalam memberikan pemasukan untuk penerimaan negara sebesar 39 triliun pada 2018 ini. Dengan jumlah target yang dibebankan itu Bea Cukai Pasuruan yakin mampu memenuhinya, bahkan bisa tembus hingga 40 triliun.

Cara-cara menempuh target tersebut adalah dengan mendata jumlah perusahaan rokok di Pasuruan. Di Pasuruan ada sekitar 120-an perusahaan, yang terdiri dari pabrik rokok dan industri kecil.

rokok

Dari sekitar 120 perusahaan itu, sekitar 60 perusahaan adalah pabrik rokok, mulai dari PT HM Sampoerna, PT Gudang Garam dan lainnya yang berproduksi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Sedangkan sekitar 60 perusahaan lain yang berada di kawasan industri, seperti di PT PIER, di Wonokoyo Gempol dan di Kecamatan Pandaan.

rokok

Menjalin tali silaturahmi dengan mereka adalah kunci penting untuk bisa mencapai target penerimaan negara. Hal ini penting untuk dilakukan. Penerimaan cukai tipe A Pasuruan memang banyak tersumbang dari hasil cukai pita rokok dan tembakau. Jika ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin target penerimaan Negara tercapai, bahkan terlampaui.

Semester Awal 2018, Rokok Masih Tetap Menjadi Penyumbang Cukai Terbesar

Semester Awal 2018, Rokok Masih Tetap Menjadi Penyumbang Cukai Terbesar

Industri rokok sering dikecam, digempur hebat oleh kebijakan-kebijakan Pemerintah, atas dasar kesehatan, kemiskinan dll, namun begitu, hal tersebut tak membuatnya lemah. Industri ini tetap menguntungkan dan berkontribusi terhadap pembangunan Negara ini.

 rokok

Dari data Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan tercatat penerimaan negara lewat cukai hingga akhir Juni mencapai jumlah Rp50,21 triliun. Jumlah tersebut naik 32,31% dibandingkan tahun sebelumnya.

Fakta tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai DJBC Kementerian Keuangan, Nugroho Wahyu yang mengatakan, dari total Rp50,21 triliun yang didapat, rokok masih menjadi penyumbang terbesar cukai hingga akhir Juni 2018.

Jumlah yang cukup banyak hanya dari satu produk tembakau yakni rokok. Saat ini, untuk cukai dari hasil tembakau sudah mencapai Rp47,76 triliun. 

cukai rokok

Nugroho Wahyu juga memperkirakan pendapatan dari cukai tembakau ini akan naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan sesuai target perkiraan pemerintah, yakni sebesar Rp155,40 triliun. Target ini naik 1,5% dari target penerimaan cukai tahun sebelumnya.

Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah berencana menyeleksi berbagai produk yang akan dikenakan cukai untuk menambah pemasukan Negara. Salah satu yang paling dekat adalah wacana pengenaan tarif cukai produk tembakau alternatif temasuk vape pada 1 Juli 2018 dalam kategori hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL). Nantinya, produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik akan dikenakan tarif sebesar 57%.

Namun, meskipun sudah ditetapkan pihaknya masih akan memberikan keringanan waktu. Artinya, pemberlakukan tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga tanggal 1 Oktober 2018 mendatang.

Kebijakan-kebijakan pengenaan cukai terhadap produk-produk pengolahan tembakau akan terus dikaji dalam sidang keputusan di gedung DPR. Kebijakan pengenaan cukai terhadap produk lain juga akan diterapkan, agar target penerimaan cukai tahun ini tercapai.

rokok

Industri rokok dari tahun ke tahun selalu menjadi penyumbang terbesar kepada Negara. Agak miris, jika melihat jumlah angka tinggi ini tidak dibarengi dengan kebijakan-kebijakan yang ramah bagi industri rokok. Pemerintah harusnya berterima kasih pada industri ini. Salah satu caranya adalah dengan membuat kebijakan tak perlu menaikkan harga cukai rokok. Toh dengan harga cukai rokok saat ini saja mampu menghasilkan pendapatan fantastis pada semester awal tahun ini.

Tips Ampuh Menghilangkan Bau Rokok di Dalam Mobil

Tips Ampuh Menghilangkan Bau Rokok di Dalam Mobil

Ada kalanya, Anda harus bepergian menggunakan mobil bersama seorang kawan yang memang perokok berat. Ia tak bisa menahan untuk tidak merokok sepanjang perjalanan, sehingga ia tak segan-segan menyulut rokok dan menghisapnya. Anda mungkin tak akan punya masalah, namun kadang, keluarga Anda yang kemudian mencak-mencak karena mobilnya jadi bau rokok begitu sampai rumah.

rokok

Nah, sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengakali bau rokok di dalam mobil.

Salah satu yang paling mudah tentu saja adalah dengan pewangi mobil.

Ada dua bahan pewangi atau penghilang bau tak sedap yang bisa anda gunakan: Bahan kimia dan bahan alami. Bahan-bahan kimia bisa anda temukan di minimarket, swalayan dan toko kelontong. Biasanya ia berbentuk parfum cair, dan beberapa lagi ada yang berbentuk padatan seperti kapur barus.

Namun begitu, ternyata ada beberapa orang tak terlalu menyukai pewangi mobil dari bahan kimia. Ada yang sering merasa pusing sebab baunya kadang terlalu menyengat di hidung. Belum lagi pewangi bahan kimia, durasi kerjanya cukup singkat, tak terlampau tahan lama. Tentu akan sangat berpengaruh pada pengeluaran anda.

kalau sudah begini, maka bahan-bahan alami bisa anda gunakan sebagai pewangi mobil. Kopi misalnya, ia salah satu bahan yang bisa digunakan untuk mengharumkan mobil anda dan menyerap bau-bau tak sedap, utamanya bau rokok.

orang merokok

Kopi cukup dibungkus di dalam kain berpori dan ditempatkan di sudut-sudut mobil anda. Kopi yang baik sebagai pewangi mobil anda sebaiknya kopi yang segar dan dalam bentuk biji kopi yang telah disangrai. Bubuk kopi juga bisa digunakan jika anda kesulitan mendapatkan biji kopi sangrai. Kopi punya aroma sedap yang mampu mengusir bau menyengat di dalam mobil anda.

Bahan-bahan alami lainnya yang bisa anda gunakan adalah kulit jeruk. Jeruknya bisa anda makan, dan kulitnya anda potong dan sebarkan di setiap sudut dalam mobil anda. Aromanya tak kalah wangi dengan pewangi bahan kimia. Fungsinya juga sama, kulit jeruk mampu mengeluarkan bau sedap menyegarkan ketika anda berkendara.

rokok

Bahan lain yang cukup mudah didapatkan adalah daun pandan. Caranya juga hampir sama dengan kulit jeruk. Pandan segar anda potong dan taruh di dalam setiap sudut mobil anda. Pandan punya aroma khas nan alami sehingga bisa membuat aroma mobil anda lebih wangi.

Cara-cara sederhana ini bisa anda terapkan, tak perlu lagi bingung dan mengeluarkan uang untuk pewangi mobil anda. Kasus teman anda yang bau karena jarang mandi, perokok, dan lain sebagainya dapat dengan mudah teratasi.

Fredie Blom, Manusia Tertua Asal Afrika yang Tetap Sehat Walau Merokok

Fredie Blom, Manusia Tertua Asal Afrika yang Tetap Sehat Walau Merokok

Umur manusia siapa yang tahu, hanya Tuhan yang tahu. Kadang tak disangka-sangka, orang sehat pun tiba-tiba mati di usia masih terlampau muda. Kadang ada pula orang berumur tua, yang gaya hidupnya jauh dari kata sehat namun masih segar bugar dan tetap hidup sampai saat ini. Logika rasional kita memandang umur manusia biasanya tak lepas dari apa yang dikonsumsi, gaya hidup serta kondisi lingkungan si manusianya. Apakah baik untuk tempat hidup, berkembang biak dan menjalani aktivitas rutin hingga ajal tiba. Namun, logika rasional tersebut tak selamanya bisa kita pegang sebagai bukti nyata untuk mampu bertahan hidup di dunia ini.

orang merokok

Fredie Blum. Lelaki asal Cape Town, Afrika Selatan menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai buruh di sebuah peternakan dan di industri konstruksi di Afrika Selatan. Ia adalah seorang bekas pekerja pertanian, yang kini berusia 114 tahun pada 8 Mei 2018 lalu. Meskipun ini belum diverifikasi oleh Guinness World of Records, saat ini Fredie tercatat sebagai orang tertua yang masih hidup hingga saat ini.

fredie blom

Di usianya yang 114 tahun itu, Fredie Blum masih aktif merokok. Ia sangat sulit sekali melepaskan kebiasaan merokoknya hingga saat ini. Dalam sehari ia menghabiskan dua hingga tiga batang rokok. Rokok yang dihisapnya bukanlah rokok regular dalam kemasan. Melainkan ia melinting sendiri tembakau. Di kampung halamannya, lintingan tembakau ini disebut dengan pil. Susah baginya untuk tidak membakar pil setiap harinya. Keinginan untuk berhenti merokok begitu kuat, namun keinginan untuk mendapatkan embusan temmbakau di dadanya juga sama kuat.

Anehnya, dengan kebiasaan merokok pil di tiap harinya, Fredie justru tidak merasakan efek samping apa pun. Ia merasa sehat bugar dan mampu beraktivitas seperti biasa. Hanya penyakit pada kakinya saja yang terus dirasakannya hingga saat ini. Penyakit yang didapatkan dari tahun lalu, salah satu lututnya bermasalah. Penyakit pada lututnya ini, biasa dianggap sebagai penyakit bagi orang yang berusia lanjut. Freddie Blum masih sanggup berjalan, namun sangat pelan.

fredie blom

Di kampung halamannya, Cape Town, Ia dianggap salah satu orang terkenal, karena umur yang begitu tua, masih tetap sehat dan hidup hingga saat ini. Beberapa media dan masyarakat luar banyak yang meragukan umur Freddie Blum. Namun, semua itu terjawab setelah West Cape Dept of Social Development, mengeluarkan dokumen identitas yang mencatat tanggal lahirnya pada 8 Mei 1904. Bukti ini semakin menguatkan bahwa Fredie Blum adalah manusia sehat yang masih tetap hidup yang berusia 114 tahun.

melinting rokok

Tak ada rahasia, atau resep bagaimana bisa hidup hingga usia ratusan tahun seperti itu. Fredie Blum hanya hidup biasa, tak ada yang spesial nan istimewa. Makanan yang dikonsumsi masih tetap sama, ia suka sekali dengan sayuran. Ia juga sudah berhenti meminum minuman keras beberapa tahun lalu. Ia juga masih tetap melinting dan merokok setiap harinya. Ia juga masih sanggup untuk mencuci pakaiannya sendiri.

Jika kita kembali menggunakan logika rasional bahwa untuk mendapatkan umur hidup yang panjang harus dengan gaya hidup sehat, maka ini terbantahkan dengan adanya Freddie Blum. Ia masih sehat, bugar, mampu beraktivitas seperti biasa, masih merokok hingga saat ini, dan masih tetap hidup di usia 114 tahun. Tetap hidup dan terus melinting tembakau, Fredie!