Deddy Corbuzier: Kita Harus Mengakui Bahwa Jutaan Orang Bekerja di Pabrik Rokok

Deddy Corbuzier: Kita Harus Mengakui Bahwa Jutaan Orang Bekerja di Pabrik Rokok

Deddy Corbuzier termasuk salah satu publik figur yang punya pendapat berbeda tentang rokok. Daripada melihat rokok dari perspektif kesehatan semata yang akhirnya membuat perdebatan tidak berujung, Deddy justru melihat rokok dengan perspektif lebih luas. Ia menganggap bahwa ada sisi positif yang ditimbulkan dari rokok, salah satunya di antaranya adalah rokok mempererat persahabatan.

deddy corbuzier

Pernyataan itu disampaikan kepada redaksi bintang.com ketika berkembang isu xoax kenaikan harga rokok tahun lalu. Kenaikan harga rokok justru memicu perpecahan masyarakat. Sebab, rokok selama ini menjadi alat untuk mempererat jalinan pertemanan dan persahabatan.

“Karena menaikkan harga rokok bisa menimbulkan perpecahan antar masyarakat,” kata pembawa acara talkshow Hitam Putih ini. “Orang-orang kalau ketemu sama teman pada minta rokok. ‘Mas rokoknya dong’, kalau harga 50 ribu, oh nggak bisa boleh.”

rokok

Menurut Deddy pula, rokok mempunyai andil yang besar pada roda perekonomian rakyat, “Saya rasa bukan jalan yang tepat. Kita harus mengakui bahwa jutaan orang bekerja di pabrik rokok saat ini. Kalau rokok tidak berproduksi. Mereka juga nggak bekerja.” ujarnya.

pabrik-rokok

Dalam kesempatan yang berbeda melalui vlog yang dipublikasikan di Youtube pada pertengahan tahun lalu, Deddy juga membuat kejutan dengan menampilkan dirinya sedang merokok. Ia menyindir wacana menutup Youtube yang sempat muncul karena di sana ada banyak konten negatif.

pabrik-rokok

Tetapi menutup Youtube berarti menutup kesempatan bagi publik untuk mengakses konten positif. Ia membandingkan keberadaan Youtube sama seperti rokok. Karena adanya sisi negatif bukan berarti akhirnya kita meniadakan barang tersebut tanpa melihat sama sekali sisi-sisi positif.

Dalam video yang kontroversial tersebut, ia mengakhiri dengan pertanyaan, “Lalu kapan pabrik rokok ditutup?”

Link berita Di sini dan di sini

Advertisements

3 Manfaat Penggunaan Filter Rokok

3 Manfaat Penggunaan Filter Rokok

Penggunaan filter menjadi kewajiban pada rokok kategori Sigaret Kretek Mesin (SKM). Filter rokok ini mulai digunakan dalam industri rokok sejak tahun 1950-an, sedangkan di Indonesia baru diterapkan satu dekade kemudian.

rokok

Filter yang terbuat dari serat kayu yang diolah sedemikian rupa dan diletakkan di ujung hisap rokok ini mempunyai beberapa kegunaan, di antaranya adalah sebagai berikut:

Mengurangi jumlah asap

Dengan adanya filtrasi di ujung hisap, membuat asap hasil pembakaran rokok menjadi lebih sedikit. Hal ini yang membuat orang yang merokok berfilter jarang sekali tersedak.

orang merokok

Mengurangi tar dan partikel halus selama pembakaran

Berkurangnya asap yang terhirup saat merokok tentu memberi pengaruh pada semakin sedikit kandungan tar dan partikel yang masuk ke tubuh para perokok.

rokok

Menjaga serpihan tembakau dan cengkeh masuk ke mulut

Keberadaan filter juga menjadi penghalang bagi masuknya serpihan tembakau dan cengkeh masuk ke mulut saat merokok.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Kisah Sarwan yang Perokok dan Istrinya Gimah, Dua Sejoli Tertua di Kota Semarang

Kisah Sarwan yang Perokok dan Istrinya Gimah, Dua Sejoli Tertua di Kota Semarang

Menurut data BPS 2016, kota Semarang memiliki angka harapan hidup tertinggi di antara kota-kota lain di Indonesia. Penelusuran akan data tersebut membuat beritagar.id singgah di kediaman Sarwan dan Gimah, yang merupakan pasangan tertua di kota tersebut.

Menariknya, Sarwan justru mempunyai kebiasaan yang selalu dikaitkan dengan penyebab kematian dan bisa memperpendek umur seseorang yakni merokok.

rokok klembak

Kakek berusia 96 tahun ini tinggal bersama istrinya Gimah (85 tahun) di sebuah rumah yang asri di RT 3 RW 4, Kelurahan Jatisari, Kec. Mijon, Kota Semarang. Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun, pasangan ini selalu mengupayakan tidak bergantung kepada keturunannya. Meskipun mereka memiliki tiga anak dan enam orang cucu.

Setiap hari, Sarwan yang masih memiliki pendengaran yang tajam dan dapat berkomunikasi dengan lancar ini tetap menjalankan aktivitas bercocok tanam di kebun yang berada tak jauh dari rumahnya.

sarwan

Di lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi itu dia baru saja memanen pohon sengon dan dijual untuk membantu anaknya yang merenovasi rumah. Dia pun bersiap mengganti tanaman keras lain sebagai gantinya yang akan ditanam ketika datang musim hujan.

Di samping aktivitas berkebun, Sarwan juga mengumpulkan kayu bakar yang digunakan Gimah memasak serta ketika rehat ia menghisap tembakau yang dibelinya dari pasar.

Sedangkan istrinya, ia tetap menjalankan tugas untuk mengurus dapur dan mengendong cucu dari anaknya yang tinggal tak jauh dari rumah.

Ditemani Gimah, istrinya, Sarwan megaku tidak ada rahasia tertentu agar panjang umur. Untuk makanan pun dia lebih banyak mengonsumsi sayuran ketimbang daging. Sarwan sendiri cenderung menolak mengonsumsi daging karena tidak suka.

rokok

Meski panjang umur, bukan berarti Sarwan terlepas dari penyakit. Dia sebenarnya seperti kebanyakan kita juga, pernah sakit. Sarwan sendiri terkena gangguan lambung sejak lepas Sekolah Rakyat dan pernah terserang stroke. Sedangkan istrinya memiliki gangguan pendengaran dan gatal-gatal. Namun kondisi itu tidak dipusingkan oleh Gimah, ia mengatakan jarang memeriksakan diri ke dokter atau puskesmas apabila tidak sakit berat.

Gambar Ilustrasi: Eko Susanto dan Beritagar

Merokok Mampu Membantu Melancarkan Buang Air Besar

Merokok Mampu Membantu Melancarkan Buang Air Besar

Banyak perokok yang bilang bahwa selain setelah makan, waktu lain yang paling nikmat untuk merokok adalah saat buang air besar.

Menurut mereka, dengan merokok buang air besar menjadi lebih nyaman dan semakin lancar. Entah faktor apa yang melandasi hal ini, namun yang jelas, fakta bahwa rokok memang punya chemistri yang baik dengan buang air besar agaknya memang tidak bisa dibilang salah.

rokok

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The De Brief mengungkapkan bahwa ternyata, merokok mampu membantu melancarkan aktivitas buang air besar.

Hal yang mendasari hal ini adalah kandungan nikotin yang ada dalam rokok. Kandungan nikotin ternyata termasuk dalam stimulan yang bisa meningkatkan sistem metabolisme tubuh. Selain itu, nikotin juga mampu membuat pikiran dan otot menjadi lebih tenang, rileks, serta fokus.

orang merokok

Tak disangka, hal ini juga mempengaruhi otot-otot pada bagian organ pencernaan, khususnya usus, dan akhirnya membuatnya terstimulasi untuk berkontraksi dan mengeluarkan kotoran dengan lebih lancar.

rokok

Dengan menghisap rokok saat buang air besar, maka makanan bisa segera dicerna oleh usus. Tak hanya usus halus, nikotin juga mempengaruhi usus besar agar bekerja dengan lebih maksimal, khuusnya dalam hal mendorong sisa makanan menuju ke anus dan akhirnya memicu keinginan buang air besar dengan lancar tanpa perlu mengeluarkan tenaga terlalu banyak.

Nah, jadi, mulai besok, sebelum cebok saat buang air besar, bisa lho sebat dulu. Hehehe

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Tak Ada Buku Catatan, Bungkus Rokok pun Jadi

Tak Ada Buku Catatan, Bungkus Rokok pun Jadi

Salah satu hal unik yang dapat kita lihat di warung-warung kelontong kecil hingga warung pemasok skala besar adalah kebiasaan para pedagang memanfaatkan bungkus rokok untuk mencatat. Ketika berangkat kulakan, pedagang warung rumahan menggunakan bungkus rokok untuk mencatat daftar barang apa saja yang akan dibeli. Di toko kulakan langganan, barang beserta totalan harga yang harus ia bayarkan pun dicatatkan pada bungkus rokok. Bisa dibilang, bungkus rokok menggantikan peran kertas nota atau tagihan.

rokok

Bungkus rokok yang biasa dimanfaatkan untuk aktivitas catat-mencatat daftar belanja ini adalah kertas bungkus rokok yang dibongkar susunannya, kertas grenjeng atas kertas warna emas yang biasa digunakan sebagai lapisan dalam produk rokok agar kualitas rokok tidak berkurang, juga bungkus “krat” rokok yang cukup besar dan lebar.

bungkus rokok

Para pedagang ini juga punya metode “rekap” sendiri, lho. Jika kertas nota biasa disimpan dalam dompet atau dilampirkan dalam buku-buku administrasi, maka nota bungkus-bungkus rokok itu akan disatukan dengan cara dilubangi memakai “jeglokan” untuk digantung di kawat atau dicobloskan ke semacam besi tipis hingga berbentuk tumpukan rapi.

rokok

Kadang-kadang, fenomena bungkus rokok sebagai media catat serbaguna juga muncul di jalanan atau terminal, oleh para sopir bis dan truk, sales, juga para kuli bangunan. Yah, namanya juga di jalanan. Barang apa yang ada di sekitar, itulah yang paling praktis untuk dimanfaatkan. Bapak-bapak ini pun akhirnya menyambar saja bungkus rokok atau kertas grenjeng rokok untuk memindahkan data nomor telepon, alamat rumah seseorang, bahkan peruntungan nomor judi togel.

Nah, tak perlu khawatir lagi jika anda lupa membawa buku atau batere ponsel sedang lemah di jalan, anda tetap bisa mencatat dengan menyambar bungkus-bungkus rokok yang tergeletak di sekitar anda.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Alasan Kenapa Sebaiknya Tidak Merokok Sambil Berkendara

Alasan Kenapa Sebaiknya Tidak Merokok Sambil Berkendara

Merokok sambil berkendara acapkali masih sering ditemui di jalanan. Hal ini padahal sangat berbahaya. Di grup Info Cegatan Jogja, salah satu grup lokal yang fokus pada info lalu lintas, misalnya, sering didapati laporan anggota yang matanya terkena bara rokok yang tersapu angin dari pengendara di depannya.

bungkus rokok

Nah, jika kalian termasuk perokok yang mempunyai kebiasaan buruk tersebut, berikut adalah alasan yang membuat kalian mulai besok perlu menghentikan kebiasaan merokok sambil berkendara.

1. Mengurangi Konsentrasi Mengemudi

Merokok sambil mengemudi membuat tingkat konsentrasi menurun. Sebab, otak manusia dirancang hanya ada satu, itu artinya kerja pengendali tubuh ini hanya bisa maksimal bila melakukan satu hal. Bila lebih dari itu, maka tingkat konsentrasi menurun. Hal ini yang membuat tindakan merokok sambil berkendara sebaiknya dihentikan.

rokok

2. Tidak Tersedia Asbak

Bila kalian merokok sambil berkendara, di manakah kalian akan membuat abu dan puntung rokok? Hsssss, tidak perlu berlagak berpikir karena tidak ada asbak di jalan raya, apalagi kalian mengendari roda dua. Puntung rokok yang masih menyala itu jelas membahayakan orang lain. Tidak hanya para pengendara di belakang kita, tetapi juga para pejalan kaki.

orang merokok

3. Tidak Bisa Menikmati Rokok Secara Sempurna

Merokok sambil berkendara bukan saja mengurangi tingkat konsentrasi, tetapi juga membuat kenikmatan merokok menjadi berkurang. Kenikmatan merokok secara lebih baik bisa diperoleh apabila dilakukan tanpa tergesa-gesa atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi. Itulah sebabnya, sangat disarankan kalian merokok hanya selagi tidak berkendara. Lebih-lebih di tempat rindang sambil menikmati kopi dan bercengkerama bersama kawan.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

92 Persen Masyarakat Miskin Menganggap Merokok sebagai Aktivitas Rekreasi

92 Persen Masyarakat Miskin Menganggap Merokok sebagai Aktivitas Rekreasi

Menjadikan masyarakat miskin sebagai salah satu alasan menaikkan harga rokok seperti yang dideklarasikan oleh Jaringan Pengendalian Tembakau Indonesia pada 9 Oktober 2017 lalu, bukan saja merupakan tindakan yang tidak tepat, namun juga merampas hak masyarakat yang masuk dalam kategori miskin untuk menentukan pilihan atas hidupnya.

bungkus rokok

Masyarakat miskin sekalipun mempunyai perspektif atas pilihannya untuk merokok atau tidak. Data tersebut terungkap dalam survei yang dilakukan oleh Komite Nasional Pengendalian Tembakau (KNPK) pada 2017, dan melibatkan sejumlah 400 sampel yang tersebar tiga di kecamatan di Gunung Kidul. Survei ini mengungkap bahwa 92% masyarakat miskin menganggap merokok sebagai aktivitas relaksasi dan rekreasi.

Mereka beranggapan rokok sebagai aktivitas rekreasi murah dan mudah dijangkau, sama seperti halnya makan permen, minum teh, atau minum kopi. Pilihan untuk menjadikan rokok sebagai sarana rekreasi adalah pilihan yang lebih masuk akal bagi warga miskin dibandingkan bertandang ke mal atau menonton film di bioskop.

orang merokok

Survei ini juga menyajikan fakta bahwa aktivitas merokok dilakukan paling banyak di luar jam kerja, ketika istirahat (26%), bersosialisasi (21%), di sela kerja (21%), nonton tv/pertunjukkan (7%), menjalankan hobi seperti mancing dan lain sebagainya (4%), jalan-jalan (1%), lainnya (7%), dan sambil bekerja (13%).

Masyarakat miskin ini kecenderungannya mampu menyesuaikan antara kemampuan finansial dengan aktivitas merokoknya, baik itu dari jumlah rokok yang dihisap maupun harga rokok yang dibeli. Penyesuaian itu dengan mudah dilakukan oleh perokok di kalangan miskin sebab di pasaran harga rokok yang dijual memang beragam, dari harga tinggi sampai murah. Mereka juga punya kebebasan untuk membeli bahan baku rokok berupa tembakau, cengkeh, papier, dan kemudian melinting sendiri.

rokok

Hal ini dapat diketahui dengan beragamnya pengeluaran perokok yang masuk kategori miskin dalam sehari. Sejumlah 33% responden mengeluarkan uang sebesar di atas Rp15 ribu untuk rokok, sejumlah 40% responden mengeluarkan uang untuk membeli rokok di kisaran Rp10 – Rp15 ribu, 20% responden mengeluarkan sekitar Rp5 – Rp10 ribu, sedangkan 7% responden mengeluarkan uang di bawah Rp2 ribu.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto