Musim kemarau tahun ini bagi para petani tembakau di Kabupaten Pangandaran telah memberi kabar yang menggembirakan. Pasalnya, tanaman tembakau yang terbilang tanaman semusim telah menghasilkan panen yang maksimal bagi mereka.

Berbeda dari tahun sebelumnya, tanaman tembakau mereka kali ini tumbuh subur sesuai harapan. Dalam kurun 3 bulan para petani sudah dapat memanen tembakaunya.

42826989565_d1a5883453_k

Menurut Salam Setiawan, petani tembakau asal Desa Paledah, Kabupaten Pangandaran, panen tembakau tahun ini jauh lebih menguntungkan. Pasalnya, proses pengeringan tembakau menjadi lebih maksimal.

Penanaman tembakau yang memakan waktu sekitar 3 bulan tersebut baginya cukup mudah dilakoni. Bahkan, setiap kali panen para petani di daerahnya bisa mendapatkan laba dari Rp 5 juta hingga Rp 6 juta setiap panennya.

30409759584_49511923c2_k

Hitungan jualnya per kwintal dihargai di bandar Rp 1 juta. Setiap kali panen bisa menjual sampai 6 kwintal. Lebih detil lagi berdasar penuturan Sano, Kepala Desa Paledah, ada sebanyak 50 petani tembakau di wilayahnya yang memanfaatkan bantaran Sungai Citanduy untuk menanam tanaman tembakau. Karena kondisi tanahnya sangat subur, dan petani lebih mudah untuk mendapatkan air.

19104829999_dc15f5c22f_k

Setelah tembakau dipanen, lanjut Sano, para petani mengeringkan tembakau yang kemudian dijual ke berbagai pasar di wilayah Ciamis, Banjar, Pangandaran, serta ke Jawa Tengah. Sebagian hasil penjualannya dimanfaatkan untuk pengecoran jalan yang berada di pinggir Sungai Citanduy. Semua itu didedikasikan untuk kemaslahatan bersama.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s