Kemajuan jaman tentu saja berhubungan dengan inovasi teknologi. Inovasi terus berkembang di berbagai sektor. Mulai dari media digital seperti gajet, kendaraan bermotor hingga hal-hal kebutuhan mendasar rumah tangga dalam kehidupan manusia modern. Tidak ketinggalan juga aktivitas merokok yang disasar oleh kemajuan inovasi teknologi.

Selain rokok konvensional seperti kretek dan rokok putih, kini muncul inovasi baru yang menyasar kehidupan para perokok. Produk-produk hasil kreasi teknologi bermunculan dengan label lebih baik dibandingkan rokok kretek antara lain rokok nonasap seperti nikotin tempel seperti koyo, tembakau kunyah, nikotin permen, dan tentu saja yang sedang populer saat ini yakni rokok elektrik atau vape.orang merokok

Vape dikampanyekan dengan sangat gencar dan dikatakan, inilah produk alternatif paling baik dibandingkan dengan rokok kretek. Produk hasil inovasi teknologi ini terus disebarluaskan dan ditunggangi oleh kampanye antirokok bahwa aktivitas merokok konvensional lebih berbahaya dibandingkan rokok elektrik.

Rokok elektrik dikampanyekan sebagai produk alternatif dan lebih menyehatkan. Tapi benarkah vape lebih menyehatkan dibandingkan rokok konvensional?

Sekarang mari kita lihat bersama apa saja sih bahan baku dari rokok kretek dan rokok elektrik atau Vape.

Rokok Kretek

Rokok kretek mempunyai dua bahan baku utama yaitu tembakau dan cengkeh. Kedua bahan itu tentu saja bahan alami dari tumbuhan yang ditanam oleh petani di berbagai wilayah di Indonesia. Selain kedua bahan tersebut, tentu saja tiap pabrikan rokok kretek mempunyai saus atau racikan sendiri untuk menunjukkan citarasa yang khas dibandingkan dengan pabrik rokok kretek lainnya.

Jika para penggemar tembakau linting biasanya menggunakan campuran cengkeh, wur, klembak, dan kemenyan dalam tiap lintingan tembakaunya. Maka pabrikan rokok kretek juga mempunyai racikan campurannya sendiri yakni saus atau perisa yang bahan bakunya dari campuran berbagai rempah Indonesia.

Bahan rempah seperti kapulaga, daun sirih, kayu manis, kemukus, klembak, dan jinten, merupakan salah satu bahan saus dari pabrikan rokok kretek. Sedangkan bahan baku kertas pelinting rokok kretek, yang biasa disebut sigaret, merupakan selulosa asetat. Selulosa ini berasal dari serat tanaman. Serat ini diolah menjadi bubur pulp terlebih dahulu kemudian diproses sedemikian rupa menjadi kertas lalu diberi perekat Sideseam.Orang Merokok

Penggunaan perekat ini merupakan bagian terkecil dari komposisi bahan baku kretek. Karena pada dasarnya kertas rokok kretek atau sigaret ini mempunyai lubang-lubang berukuran mikro yang gunanya untuk menyedot udara luar agar kadar tar dan nikotin di dalam tiap batangan rokok menjadi turun. Sehingga penggunaan perekat hanya untuk menyatukan tepian kertas sigaret menjadi batangan rokok kretek.

Rokok kretek terbagi menjadi dua jenis. Kretek SKT atau Sigaret Kretek tangan yang diproduksi tidak memakai filter dan SKM atau Sigaret Kretek Mesin yang menggunakan filter. Bahan busa filter pada rokok kretek berasal dari aseto, tumbuhan jenis padi-padian yang banyak tumbuh di wilayah Eropa pasca musim dingin. Filter pada rokok kretek terbagi dari empat bagian, tow (rangkaian selulose asetat sebagai badan filter), plasticizer (zat pelunak untuk mengikat filter), plug wrap (kertas pembungkus fiber filter) dan pelekat (sebagai pelekat plug wrap).

Melihat komposisi bahan baku rokok kretek di atas kita jadi tahu bahwa bahan baku dalam sebatang kretek merupakan bahan baku alami yang berasal dari tumbuhan. Bisa dikatakan kretek adalah produk herbal.

Rokok Elektrik

Cara kerja penggunaan rokok elektrik sangat berbeda dengan rokok kretek. Pembakaran pada proses konsumsinya menggunakan prinsip penguapan. Oleh sebab itu produk ini lazim disebut vape karena prinsip reaksi yang bekerja berupa vaporizer.

Bahan baku utama rokok elektrik adalah cairan (liquid), berupa campuran propilen glikol, gliserol, air, nikotin sintetis, dan perasa sintetis. Gliserol adalah bahan baku e-liquid, perannya adalah membantu proses vaporasi dari cairan (liquid) menjadi gas (asap). Gliserol merupakan bahan kimia tanpa warna, tanpa bau, yang banyak digunakan di bidang farmasi. Bahan ini berbentuk cairan agak kental dan sedikit berasa manis. Propilen Glikol adalah bahan penguat rasa berbentuk cair/liquid. Bahan baku itu dimasukkan ke dalam wadah (cartridge), atomizer atau pemanas, dan baterai sebagai tenaga untuk memanaskan cairan.

Cairan bahan baku vape bermacam-macam jenis dan rasanya seperti essence makanan atau minuman. Rasa dan aromanya berbagai macam seperti strawberry, pisang, essence kue dan lain sebagainya.

orang merokok
orang merokok

Melihat kedua bahan baku utama dua jenis rokok elektrik dan rokok kretek konvensional ini kita jadi tahu jika ada kampanye rokok elektrik dikatakan lebih sehat dibandingkan dengan rokok kretek konvensional maka perbandingan bahan baku keduanya bisa menjadi acuan mana yang alami dan mana yang menggunakan bahan sintetis. Proses pembakaran rokok kretek konvensional yang langsung berbanding dengan proses penguapan rokok elektrik yang menggunakan baterai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s