Presiden Jokowi secara resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pemotongan penerimaan pajak rokok dari pemerintah daerah (Pemda). Pajak rokok itu akan disalurkan untuk melangsungkan program Jaminan Kesehatan Nasional milik BPJS Kesehatan, termasuk menutup defisit keuangan BPJS.

rokok

Total sekitar 75 persen dari jumlah 50 persen penerimaan pajak rokok daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota akan dialokasikan ke BPJS Kesehatan dengan potensi penerimaan sekitar Rp1,1 triliun.

Jumlah sebanyak ini membuat para perokok bisa berbangga diri karena aktivitas merokoknya ternyata ikut membantu bangsa dan negara ini.

Maklum saja, sebab selama ini, perokok kerap diidentikkan sebagai kelompok yang abai terhadap kesehatan. Kini, tak dinyana, ternyata justru dari sumbangsih para perokok itulah salah satu sumber dana kesehatan berasal.

rokok

Berita tentang digunakannya pajak rokok untuk membantu keuangan kesehatan melalui BPJS ini tak pelak membuat banyak perokok kemudian ikut bersuara. Abdullah Saman (35 tahun), salah satunya. Warga Bogor itu mengaku terharu karena rokok yang dibakarnya ternyata memberi kontribusi positif untuk program pemerintah.

“Ternyata rokok yang saya beli, saya bakar, bisa bermanfaat juga,” ujar Abdullah.

rokok

Senada dengan Abdullah, Letia Isna (26 tahun), perokok aktif ini kaget sekalgus senang karena kebiasaannya merokok bisa diarahkan untuk membantu warga lainnya, yang membutuhkan layanan kesehatan dari program pemerintah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s