“Rokok teman yang setia, dibawa kemana-mana melebihi pacar yang setia.”

Kalimat tersebut adalah penggalan lirik ‘rokok’ yang digubah oleh Benyamin Sueb (Bang Bens). Lagu yang popoler di tahun 80-an itu berkisah tentang bagaimana keberadaan dan manfaat rokok bagi seseorang. Utamanya, bagi orang terpinggirkan yang kalah dalam pertarungan melawan laju pembangunan.

benyamin sueb

Sehingga menurutnya, rokok menjadi semacam ‘teman melamun, teman berpikir.” Bahkan pada titik tertentu, rokok yang pendek sekalipun bisa menjadi sangat berharga, sebab sekali lagi, ia adalah teman.

rokok

“Di sedot-sedot diisep isep ngebul
itu yang namannya rokok
itu yang namanya rokok
isep rokok memang seger udah pendek semakin leker
mantabs, mantabs
abus abis”

Tak cuma dalam lagu. Bang Bens juga membawa rokok sebagai kebisaan masyarakat ke dalam film. Lihat saja film Bang Bens yang berjudul “Musuh Bebuyutan” dimana Bang Bens berperan sebagai kenek truk karena tak kunjung dapat pekerjaan yang baik.

rokok

Di atas truk, saat perjalanan menuju gudang tepung, bersama kenek angkut lainnya, Bang Bens merokok bareng sambil bernyanyi “syalala lala yang penting kerja, yang penting bisa ngudud.”

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s