Merokok adalah aktivitas yang bisa saja dilakukan siapa saja. Termasuk oleh perempuan sekalipun. Tidak ada yang perlu dianggap aneh atau berlebihan dari merokok. Termasuk ketika aku akhirnya tahu bahwa pacarku, seorang punya kebiasaan merokok.

Bungkus Rokok

Sebagai pacar, aku tidak pernah melarangnya untuk berhenti merokok. Karena itu menjadi pilihannya sebagai seorang individu. Aku tak pernah memandang buruk pada orang merokok, terlebih bila ia adalah pacarku sendiri. Sama seperti ketika dia akan bekerja di mana pun, akan beraktivitas apa saja, pergi ke mana, aku tidak pernah memberinya larangan. Sebab, aneka aktivitas tersebut merupakan sejatinya melekat pada diri setiap orang yang tidak boleh dihalangi.

orang merokok

Kalau kata yang lebih kece, segala aktivitas itu termasuk bagian dari hak asasi manusia. Sebagai bentuk aktualisasi diri. Tentang rokok pun demikian adanya.

Rokok

Apa aku tidak sayang? Tidak khawatir pacarku jadi sakit karena rokok dianggap sebagai penyebab segala penyakit.

Ya, sudah tentu sayang. Tapi sayang pun bukan urusan melarang-larang. Toh, pacarku juga bisa menilai sendiri bahwa dirinya sehat atau tidak. Kalau rokok memberi pengaruh negatif terhadap tubuhnya, tidak disuruh pun dia akan menghentikan sendiri kebiasaannya itu.

Rokok

Tapi bagaimana kalau rokok justru memberikan daya positif yang membuat pacarku lebih bergairah beraktivitas dan menjadi teman untuknya mendapatkan inspirasi?

Gambar Ilustrasi: Eko Susanto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s