Manfaat Rokok – Rokok memang tak bisa dibantah sebagai salah satu komoditi yang banyak menyumbang pendapatan bagi negara. Pendapatan cukai yang disumbang oleh komoditi rokok tiap tahunnya bisa mencapai puluhan trilyun, bahkan di tahun 2015, pendapatan cukai rokok sanggup menembus angka Rp 120,6 triliun. Jumlah angka yang sangat fantastis.

manfaat rokok
Manfaat Rokok: menjadi salah satu penyumbang cukai terbesar bagi negara

Namun sayang, dengan jumlah penerimaan yang sebesar itu, Pemerintah seakan tak puas dan terus saja menggenjot penerimaan cukai rokok. Hal ini dibuktikan dengan terbitnya kebijakan peningkatan pendapatan cukai sebesar Rp 148,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Hal itu berarti terjadi lonjakan sebesar 23 persen dibanding target cukai 20015 sebesar Rp 120,6 triliun. Kenaikan tentu akan berakibat buruk bagi para pengusaha dan pekerja Industri hasil tembakau, karena beban produksi yang semakin besar, sehingga dikhawatirkan akan banyak karyawan industri hasil terbakau terkena PHK.

Pengamat Ekonomi Fuad Bawazier memberikan tanggapan atas kebijakan yang timpang ini. Ia meminta pemerintah tidak serampangan menaikkan tarif cukai di saat kondisi ekonomi tengah sulit. Ia mengaku heran atas tindakan pemerintah yang mengejar penerimaan cukai, yang selalu saja bergantung pada cukai hasil tembakau sementara sektor lain dibiarkan. “Padahal yang membuat tidak sehat bukan hanya rokok namun juga asap kendaraan di jalan,”katanya seperti dikutip CNN Indonesia (Jadi Sumber PHK, Pemerintah Diminta Tak Naikkan Cukai Rokok, 03,09,2015).

Manfaat Rokok
Penerimaan cukai rokok dalam setahun bisa mencapai lebih dari 100 triliun

Mantan Menteri Keuangan tersebut memberikan argumentasi bahwa imbas kenaikan target cukai yang eksesif akan dibarengi dengan melemahnya daya beli masyarakat. Hal ini akan dirasakan langsung oleh pabrikan rokok, tenaga kerja, serta petani tembakau dan cengkeh yang mencari nafkah dari bisnis tersebut.

“Cukai rokok satu-satunya pajak yang tercapai targetnya pada 2004 dan 2015. Sudah tinggi tapi bisa tercapai, jangan dimusuhi karena banyak juga unsur komponen di dalam negerinya. Jangan terlalu serahkah nanti malah mematikan, jangan terus dikejar-kejar nanti malah gembos,” kata Fuad.

Ia menambahkan, jika berbicara ekonomi secara obyektif maka bisa dibuktikan industri rokok paling banyak kandungan lokalnya. Seperti bahan baku, tenaga kerja, bahkan kontribusi ke penerimaan negara lebih dari 50 persen. Oleh karena itu, Fuad Bawazier meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bisa menolak kenaikan cukai rokok saat melakukan pembahasan dengan pemerintah.

Foto oleh: Eko Susanto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s