6 Aturan Sosial Bagi Perokok



Rokok (terkhusus kretek) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pergaulan sosial. Dengan rokok, percakapan dimulai hingga menghangat. Bersama rokok, ada keakraban dan solidaritas. Di balik soal-soal pergaulan itu, ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan oleh perokok. Komunitas Kretek pernah menulis enam aturan tidak tertulis yang mesti diketahui oleh perokok. Berikut penjelasannya:

1. Keluarkan Rokok dari Saku Anda
Ketika para perokok bertemu dan berbincang-bincang, mereka biasanya akan mengeluarkan rokok milik mereka masing-masing. Dikeluarkannya bungkus rokok, bisa dibaca sebagai pertanda dari si empunya guna mempersilahkan teman-teman yang lain menikmati rokok miliknya.

2. Jangan Taruh Pemantik di atas Bungkus Rokok
Pemantik atau korek api adalah benda yanga bisa dibilang selalu dikeluarkan bersama rokok. Sadar atau tidak, kebanyakan orang sering menempatkan korek api di atas bungkus rokok. Padahal, untuk sebagian orang, hal itu dianggap sebagai simbol eksklusivitas. Artinya, korek api di atas bungkus rokok menjadi peringatan agar tidak mengambil rokok di bungkus tersebut.

3. Pahami Kebiasaan Unik Teman
Anda mungkin pernah menemukan seseorang yang suka membalik posisi satu atau dua batang rokok di dalam bungkusnya. Jika dalam sebuah kesempatan Anda ketemu dan nongkrong dengan orang seperti itu, lebih baik hindari untuk mengambil rokok dalam posisi terbalik itu. Tentu ada banyak alasan, misal konon rokok yang terbalik memang sengaja ditandai agar bisa diisap si empunya. Ada juga yang menyebut itu sebagai rokok “make a wish” yang hanya boleh dihisap pemilik rokok.

4. Izin Sebelum Meminta Rokok
Memang, rokok yang dipersilahkan telah berubah dari milik pribadi menjadi milik bersama. Tapi dalam pergaulan selalu ada sopan-santung. Minta izin terlebih dahulu kepada pemilik sebelum mengambil rokok, meski terkesan basa-basi.

5. Jangan Ambil Rokok Terakhir
Ketika ngumpul, kadang kala kita terpaksa menghisap menyulut rokok dari bungkus kepunyaan teman. Kondisi seperti ini bisa terjadi semisal katakanlah rokok kepunyaan kita ternyata habis sepanjang obrolan. Ada satu hal yang mesti diperhatikan, jika terpaksa menghisap rokok punya kawan: bila tinggal sebatang, sebaiknya jangan dihisap; dalam kondisi ‘mendesak’ mintalah izin kepada pemiliknya, sebelum menyulut.

6. Posisi Rokok
Ketika asik ngobrol, tak jarang kita kehilangan pemantik, dan akhirnya memaksa untuk “meminjam api” dari batang rokok punya kawan. Ada yang perlu diperhatikan dalam proses memberikan rokok: berikan rokok pada ujung isap, jangan sampai memberikan bara (ujung bakar). Fungsinya jelas: menghindari sundutan rokok yang tidak diinginkan.

via rokokindonesia.com http://ift.tt/1uF8E9o

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s