Rokok dalam Budaya Minang

Di Minang, rokok menjadi bagian dari budaya petatah-petitih dan simbol keeratan hubungan kekeluargaan. Narasi rokok juga tertuang dalam tradisi kesustraan minang. Budayawan Djamaludin Umar dalam buku Mereka yang Melampaui Waktu, mengutip cerita Randai yang menggunakan idiom rokok, sirih, dan pinang.

“Datuak baringin sonsang, baduo jo pandeka kilek, hisoklah rokok nan sebatang, supayo rundiangan naknyo dapek”.

Artinya, ketika rokok sudah dibakar dan dihisap, maka perundingan atau musyawarah mufakat sudah bisa dimulai. Rokok dalam hal ini menjadi penanda sebuah dimulainya pertemuan adat.

Sumber: http://ift.tt/1uPbZwy

via rokokindonesia.com http://ift.tt/1z3UCz1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s